Koran Jakarta | July 22 2018
No Comments
Integrasi Keuangan

Pembayaran Lintas Negara Mesti Bersifat Resiprokal

Pembayaran Lintas Negara Mesti Bersifat Resiprokal

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta – Direktur Eksekutif Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional Bank Indonesia (BI), Pungky Wibowo menilai pembayaran lintas negara (cross border payment) harus mempertimbangkan asas resiprokal atau timbal balik.

Pungky menuturkan, terkait pembayaran lintas negara sendiri, Indonesia sudah berkecimpung dalam forum resmi untuk negara ASEAN atau Working Committee Payment System. Menurut Pungky, idealnya regulator- regulator antarnegara harus memiliki perjanjian terlebih dahulu terkait pembayaran lintas negara sehingga dapat saling menguntungkan.

“Kita sedang ke arah situ, perbankan sudah ada ABIF kan, kita ingin hal yang sama untuk fintech,” ujar Pungky di Jakarta, Senin (12/3).

Sebelumnya, pada 2014, RI sepakat mendukung integrasi perbankan ASEAN yang menjadi langkah penting guna menfasilitasi kemajuan integrasi ekonomi dan keuangan ASEAN. Dalam hal ini, Indonesia diwakili oleh Bank Indonesia memberikan persetujuan terhadap ASEAN Banking Integration Framework (ABIF) Guidelines yang akan menjadi panduan kerangka operasional bagi negara-negara ASEAN dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip dan proses integrasi perbankan di bawah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama erat dalam mewujudkan tercapainya kesepakatan tersebut. Dengan implementasi ABIF diharapkan perbankan dan pelaku bisnis dapat mengembangkan bisnisnya dengan lebih luas, efisien dan stabil di kawasan ASEAN.

Azas resiprokal menjadi salah satu prinsip utama ABIF di mana akses pasar dan fleksibilitas operasional harus saling menguntungkan dan dapat diterima negara yang bersepakat. ABIF tetap memperhatikan pemenuhan persyaratan prudensial bagi kandidat QAB yang akan masuk dan beroperasi di negara ASEAN.

Gabung SWIFT

Sementara itu, tiga bank besar Indonesia bergabung dalam SWIFT gpi, suatu inisiatif inovasi pembayaran lintas negara (cross-border) berskala global. Ketiga bank tersebut yaitu PT Bank Negara Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia, dan PT Bank Sinarmas. Dengan bergabungnya ketiga bank tersebut, Indonesia kini menyusul Thailand dan Singapura yang telah terlebih dahulu menerapkan layanan tersebut.

General Manager of International Division BNI Henry Panjaitan mengatakan, bergabungnya bank plat merah tersebut dengan SWIFT gpi adalah untuk meningkatkan pelayanan dalam semua transaksi perbankan yang dilakukan oleh nasabah.

SEVP Treasury and Global Services BRI Hexana Tri Sasongko mengatakan kemajuan teknologi dapat tumbuh bersamaan dengan pengembangan bisnis BRI sehingga inovasi teknologi akan selalu ada dalam sistem mereka.

“Dengan menerapkan SWIFT gpi, kami yakin akan mampu memberikan pengalaman pembayaran terbaru bagi pelanggan kami,” kata Hexana.

Ant/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment