Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments
Pengelolaan Anggaran

Pembayaran Bunga Utang Lampaui Target

Pembayaran Bunga Utang Lampaui Target

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

BADUNG – Pemerintah memproyeksikan pembayaran bunga utang pemerintah bakal membengkak 20,26 triliun ru­piah dari asumsi awal. Dampak normalisasi moneter Amerika Serikat (AS) dan pelemahan ru­piah dinilai sebagai penyebab utamanya.

Menteri Keuangan Sri Mul­yani Indrawati memperkira­kan pembayaran bunga utang pemerintah pada 2018 ditaksir 258,86 triliun rupiah. Angka tersebut di atas asumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Be­lanja Negara (APBN) 2018 se­besar 238,6 triliun rupiah.

Data Kementerian Keuang­an menunjukkan pembayaran bunga utang pemerintah per November lalu sudah menca­pai 251,1 triliun. Jumlat itu me­ningkat 19,3 persen dari peri­ode sama tahun lalu (yoy).

“Peningkatan pembayaran bunga utang pemerintah tak lepas dari pengaruh kondisi ekonomi global, normalisasi kebijakan moneter bank sen­tral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed),” ungkap Menkeu di Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis (6/12).

Dia menambahkan pening­katan Fed Fund Rate (FFR) memicu kenaikan tingkat suku bunga acuan dari bank sentral lain, termasuk Bank Indonesia (BI) sehingga berimbas ter­hadap bunga Surat Berharga Negara (SBN). Selain itu, nor­malisasi The Fed juga berdam­pak pada pelemahan sejumlah mata uang negara lain, ter­masuk rupiah.

Meskipun pembayaran bu­nga utang meningkat, lanjut­nya, pembiayaan anggaran dari utang justru menurun. Dia mengungkapkan, sampai 30 November 2018, pembiaya­an utang ke APBN baru 361,5 triliun rupiah atau 90,5 persen dari asumsi awal 399,2 triliun rupiah. Angka tersebut terkon­traksi 18,7 persen secara yoy.

“Pertumbuhan pembiayaan utang jadi turun dibanding­kan tahun lalu. Ada kontraksi dari pembiayaan SBN dan pin­jaman,” terangnya.

Dia menjelaskan penu­runan pembiayaan anggaran dari utang dapat terjadi karena pemerintah konsisten mene­kan sumber penerimaan dari utang, meningkatnya aliran penerimaan negara, hingga dampak dari kenaikan tingkat bunga acuan Bank Indonesia.

Defisit Membaik

Lebih lanjut, Menkeu me­mastikan defisit anggaran pada akhir 2018 di kisaran 1,86-1,87 persen terhadap PDB, lebih rendah dari target dalam APBN 2018 sebesar 2,19 persen.

Menurutnya, realisasi defisit anggaran ini didukung kuatnya penerimaan dari sektor perpa­jakan serta kinerja belanja pe­merintah yang efektif dan efi­sien selama 2018. Ant/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment