Koran Jakarta | August 20 2019
No Comments
Pembangunan Kota

Pembangunan Transportasi Kunci Bangun Kota

Pembangunan Transportasi Kunci Bangun Kota

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan perlu lebih banyak lagi rencana pembangunan kota dengan pembangunan sistem transportasi sebagai kuncinya.

“Kita butuh mengadopsi lebih banyak rencana pembangunan kota. Rencana pembangunan transportasi adalah kuncinya,” kata Anies saat diskusi bertemakan “Sustaining Transit Investment in Asia’s Cities” (Investasi Transit Berkelanjutan di Kota-kota Asia), di Balai Agung, Senin (15/4).

Dia menjelaskan sejak tahun 2005, masyarakat Indonesia telah banyak tinggal di perkotaan dibandingkan pedesaan. Pada 2050 akan lebih dari 70 persen populasi dunia akan tinggal di kota.

Anies mengatakan masalah transportasi di Jakarta adalah perpindahan masyarakat yang sebelumnya hampir 48 persen menggunakan kendaraan umum pada tahun 1998, mengalami penurunan hingga 33 persen lantaran beralih ke kendaraan pribadi.

Perubahan selama 20 tahun ini harus segera dientaskan dengan infrastruktur kendaraan publik Jakarta yang terintegrasi dan terkoneksi di seluruh wilayah Ibu Kota.

Kondisi angka ini harus dikembalikan, bahkan lebih jauh lagi bahwa perbandingannya 75 persen dengan menaiki transportasi publik dan sisanya sebanyak 25 persen mengendarai kendaraan pribadi.

“Dan itu semuanya membutuhkan investasi masif dan kebijakan yang konsisten di semua sektor. Bukan hanya satu sektor, tapi semua sektor,” kata Gubernur.

Pembangunan fasilitas transportasi umum massal melalui Bus Rapid Transit (BRT), Moda Raya Terpadu (MRT) maupun Lintas Rel Terpadu (LRT) tengah dilakukan dan masih membutuhkan investasi hingga mencapai target penyelesaian 10 tahun ke depan.

Selain pembangunan sektor transportasi, Anies juga menekankan pembangunan di sektor rumah dalam memenuhi kebutuhan dasar tingkat mikro, serta memfasilitasi sektor swasta agar terus tumbuh berkembang di Jakarta.

“Kita ingin mengajak banyak agensi pembangunan internasional untuk membagikan praktik terbaik dan telah dibuktikan dari seluruh dunia. Kita ingin mengadopsinya, bukan sekadar mengadaptasinya,” kata Gubernur.

Ke depan, ucap Anies, pembangunan infrastruktur publik di Jakarta harus membawa nilai persatuan dan menjadi tempat interaksi warga tanpa memandang latar belakangnya.

Dia mencontohkan, transportasi modern MRT Jakarta yang dapat digunakan oleh siapa saja tanpa memperlihatkan adanya kelas bisnis ataupun kursi prioritas kecuali bagi penyandang disabilitas, orang tua, dan ibu membawa anak.

“Saya berharap setelah diskusi ini, kita memiliki kerangka pemikiran yang baru untuk dapat melanjutkan pembangunan kota kita agar kita mewujudkan Ibu Kota Indonesia yang lebih baik. Terima kasih kepada ADB yang telah memfasilitasi diskusi ini dan selamat berdiskusi,” imbuhnya.  pin/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment