Pembangunan MRT Capai 90 Persen | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 10 2019
No Comments
Transportasi Publik

Pembangunan MRT Capai 90 Persen

Pembangunan MRT Capai 90 Persen

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Pembangunan proyek mass rapid transit (MRT) dan Light rail transit (LRT) sudah lebih dari 90 persen.

Demikian disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada sidang paripurna DPRD DKI Jakarta,, Jakarta Pusat, Rabu (28/11)

Anies menjelaskan proyek MRT Fase 1 Koridor Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia sampai saat ini telah mencapai 97,08 persen.

Kemudian, diharapkan dapat beroperasi secara komersial pada kuartal pertama tahun 2019, yang secara paralel dilanjutkan dengan persiapan pembangunan Fase 2 Koridor Bundaran HI-Kampung Bandan.

Adapun untuk LRT, Anies menuturkan perkembangan pembangunan proyek LRT Jakarta Fase 1 Koridor Kelapa Gading-Velodrome, sampai saat ini telah mencapai 91,16 persen dan diharapkan dapat beroperasi secara komersial pada kuartal pertama tahun 2019.

Secara paralel, pembangunan LRT akan dilanjutkan dengan persiapan pembangunan Fase 2 Koridor Velodrome -Dukuh Atas -Tanah Abang, yang diasumsikan akan memerlukan biaya sebesar Rp34 triliun.

“Untuk mendukung pembangunan di wilayah DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Negara, maka diperlukan percepatan pembangunan MRT dan kereta api ringan atau light rail transit (LRT) yang Raperdanya ada dalam Raperda PT MRT dan Raperda PT Jakarta Propertindo,” ucap Anies, di Jakarta, Rabu (28/11).

Anies juga mengusulkan penambahan nama Perseroda Jakarta Propertindo itu menjadi Perseroan Terbatas Jakarta Propertindo (Perseroan Daerah), serta menambahkan ketentuan mengenai jenis kegiatan usaha perusahaan.

“Termasuk dalam bidang usaha pembiayaan serta dalam melaksanakan kegiatan usaha perusahaan dapat membentuk anak perusahaan dan perusahaan patungan,” ucap Anies.

Selain itu, dalam paripurna Anies juga menyampaikan usulan Raperda tentang PD Pembangunan Sarana Jaya yang saat ini diamanahkan menggarap proyek-proyek penugasan khusus, antara lain penyediaan Rumah Susun Umum untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah dengan Program DP 0 Rupiah.

Dalam paripurna Anies menyampaikan empat Raperda yakni Raperda tentang Perseroan Terbatas MRT Jakarta (Perseroan Daerah), Raperda tentang Perseroan Terbatas Jakarta Propertindo (Perseroan Daerah), dan Raperda tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 1982 tentang Perusahaan Daerah Pembangunan Sarana Jaya DKI Jakarta. Ant/P-5

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment