Koran Jakarta | September 15 2019
No Comments

Pembalap Berdarah Indonesia Moncer di F4

Pembalap Berdarah Indonesia Moncer di F4

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

PHILLIP ISLAND - Luis Leeds, anak muda Australia berdarah Indonesia kini mulai mendapat sorotan dunia internasional setelah menorehkan karier gemilang di dunia balap Formula 4 CAMS PAYCE 2019.

Pebalap berusia 19 tahun itu membuka keran prestasinya ketika menjuarai balapan putaran pertama Formula 4 pada Grand Prix Australia di Albert Park, Melbourne pada Maret lalu. Pebalap tim AGI Sport itu semakin memperluas kemenangannya di putaran kedua, ketiga, dan keempat balapan terbuka kejuaraan balap roda terbuka kursi tunggal itu.

Kejuaraan tersebut telah dikembangkan dan mendapatkan sertifikat federasi otomotif internasional FIA sebagai kategori pengembangan balapan roda terbuka unggulan di seluruh dunia.

Hingga putaran keempat yang digelar di Phillip Island pada Jumat (7/6), Luis telah mengemas tambahan 68 poin dan menempatkannya pada puncak klasemen kejuaraan dengan raihan 239 poin. Pesaing terdekatnya, Antonio Astuti berada di peringkat dua dengan 158 poin.

Luis juga merupakan pebalap pertama yang berhasil mencapai 100 poin pada putaran kedua di Sydney.Hasil tersebut membuka peluang yang lebar bagi pebalap berdarah campuran Australia dan Jawa Timur itu untuk berlaga di kelas yang lebih tinggi seperti Formula 3 bahkan Formula 1.

“Saya ingin membuktikan bahwa saya salah satu pembalap terbaik di Australia dan saya layak untuk kembali ke luar negeri. Saya benar-benar berharap tidak hanya tim Supercar tetapi tim TCR, tim GT, tim F1 ... Saya ingin mereka tahu itu,” tutur Luis kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia dalam pernyataan tertulis.

Luis adalah adalah anak dari pasangan Dean Leeds (ayah) dan Maria (Ibu), perempuan Indonesia asal Jawa Timur. Ibunya adalah pendiri Sanggar Sang Penari Indonesia yang aktif dalam berbagai kegiatan multikuktural di Melbourne, Victoria - Australia.

Luis, yang memulai kariernya di dunia balap sejak berusia 11 tahun itu juga tak pernah lupa untuk menyematkan bendera Indonesia di mobilnya karena baginya Indonesia adalah bagian dari dirinya yang tidak dapat dipisahkan. Ant/S-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment