Koran Jakarta | April 20 2019
No Comments

Pemain Asing Antusias Ikuti Superliga

Pemain Asing Antusias Ikuti Superliga

Foto : BADMNTONINDONESIA.ORG
A   A   A   Pengaturan Font

BANDUNG - Sejumlah pemain asing yang akan bertanding dalam Djarum Superliga Badminton 2019 mengaku sangat antusias dalam mengikuti pertandingan pada 18-24 Februari.

Zhang Beiwen, atlet asal Amerika Serikat yang bermain untuk klub Berkat Abadi, mengaku begitu semangat untuk berhadapan dengan pebulu tangkis yang ikut serta dalam gelaran itu.

“Saya begitu semangat karena ini pertama kalinya ke Bandung, dan tentu berharap untuk hasil yang terbaik,” kata pemain berdarah China ini di Bandung, Minggu.

Sementara pemain asal Hong Kong yang bermain untuk Djarum Kudus, yaitu Michele Li, juga mengaku begitu semangat dan penasaran dengan kompetisi di dalam negeri.

“Ini pertama kalinya saya bermain untuk Djarum, saya begitu tertarik dan ingin mencari kesempatan bermain terbaik,” kata Michele.

Ia pun menganggap kesempatan bermain bagi Djarum Kudus merupakan kesempatan yang sangat spesial. “Saya ingin bermain bagus untuk Djarum.

Djarum menurut saya sangat kuat, sudah banyak wajah-wajah familiar yang saya kenal sejak lama dan kepengurusan mereka sangat baik,” katanya.
Dalam gelaran yang diikuti sebanyak 13 klub ini, juga terdapat pemain asing putra yang diundang untuk memeriahkan pertandingan.

Lee Yong Dae, asal Korea Selatan, mengatakan bahwa kesempatan bermain di Indonesia merupakan sebuah kesenangan tersendiri karena bisa terlibat dengan pemain-pemain hebat dari Indonesia.

“Selalu ada perasaan senang saat main di Indonesia. Ini sudah ketiga kalinya main (di Djarum Superliga Badminton). Saya ingin memberikan kontribusi terbaik untuk tim,” kata Lee yang bermain untuk Musica Trinity itu.

Kejuaraan tersebut menawarkan total hadiah sebesar 4,2 miliar rupiah dan akan berlangsung di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung. Pelaksanaan pertandingan bulu tangkis di Sabuga merupakan yang pertama kali dilakukan dan diharapkan mampu mendongkrak geliat olahraga ini di kota tersebut.

“Bandung ini kan kota besar, kontribusinya bagi bulutangkis juga besar baik dari jumlah atlet dan penggemar. Sudah lama Bandung tidak menjadi tuan rumah kejuaraan bulutangkis,” kata Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto.

Sementara itu, pemain klub Djarum Kudus Ihsan Maulana Mustofa mengaku bahwa kekalahannya dari Sony Dwi Kuncoro dari Jatim United, karena rasa ragu-ragu dalam permainan.

Dalam pertandingan pembuka Grup B, Ihsan harus kalah 21-13 dan 21-9. “Cara saya main memang kurang luas, tidak bisa bermain maksimal. Mainnya masih ragu-ragu,” tutur Ihsan saat ditemui usai pertandingan. Ant/S-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment