Koran Jakarta | September 21 2018
No Comments
suara daerah

Pelayanan untuk Warga Lombok Utara Tetap Berjalan

Pelayanan untuk Warga Lombok Utara Tetap Berjalan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Kabupaten Lombok Utara, menjadi daerah yang paling parah kena dampak gempa. Banyak rumah warga hancur. Kantor-kantor pemerintahan pun, termasuk rumah sakit, tak bisa difung­sikan lagi. Korban meninggal tercatat lebih dari 400 orang.

Untuk mengetahui kondisi Lombok Utara secara rinci, wartawan Koran Jakarta, Agus Supriyatna, mewawancarai Bupati Lombok Utara, Najmul Ahyar. Berikut petikan seleng­kapnya.

Bagaimana kondisi Lom­bok Utara setelah gempa?

Kami sekarang ini sedang berbenah. Allah lebih tahu, mungkin yang terbaik. Perlu kami laporkan musibah gempa ini menghancurkan hampir 100 persen infrastruktur peme­rintahan. Kantor desa hanya beberapa yang bisa digunakan. Sebagian besar sudah tidak bisa digunakan. Kantor camat juga begitu. Hampir selu­ruhnya rusak. Kantor Bupati. Kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) juga hancur semua.

Bagaimana dengan kon­disi rumah sakit?

Ya, rumah sakit juga hancur.

Lantas, bagaimana dengan kondisi yang hampir semua infrastruktur pemerintahan hacur, pelayanan kepada masyarakat dilaksanakan?

Kami tetap (melayani masyarakat). Kami melakukan pelayanan masyarakat lewat layanan tenda. Alhamdulil­lah, kemarin ada bantuan kontainer. Kontainer itu kami fungsikan sebagai kantor.

Bagaimana dengan kon­disi sekolah, juga banyak yang hancur?

Ya begitu juga dengan sekolah. Banyak yang hancur. Karena itu, kami butuh tenda sebanyak 3.700 tenda buat se­kolah darurat agar anak-anak kami bisa belajar lagi. Kami sudah sampaikan ke Kemen­terian Pendidikan bahwa kami butuhkan tenda. Yang dikirim baru 18 tenda. Sekarang belum ditindaklanjuti.

Kalau korban meninggal?

Di Lombok Utara ini 473 orang me­ninggal kare­na gempa.

Sudah dapat santunan?

Dari 473 orang yang me­ninggal, 448 orang sudah dapat santunan dari Presiden Joko Widodo.

Saat ini layanan kepada masyarakat tetap jalan?

Jalan terus. Memang pe­layanan kependudukan dan pencatatan sipil (Duk­capil) satu hari berhenti. Tapi di hari kedua sudah kembali melakukan pe­layanan. Karena kami kan ada pelayanan cepat, Dukcapil. Pelayanan akte kelahiran, misalnya yang lahir jam dua dini hari, se­belum subuh akte sudah bisa dibawa pulang. Sekarang ingin terus ditindaklanjuti.

Harapan Anda kepada pemer­intah pusat?

Kami ber­harap secepatnya bantuan pe­merintah untuk menghidupkan kantor kami. Walau tak ditetap­kan sebagai bencana nasional, tapi dengan adanya inpres, ban­tuan dari negara lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini sangat penting dalam percepatan pemulihan. Kalau dari Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) sangat kecil, misal untuk membangun infrastruktur. Kalau dibantu pusat, sangat cepat.

Kantor desa yang sebagian rusak bagaimana?

Ya itu, seluruh kantor desa rusak. Kami butuh tenda untuk layanan darurat. Saya lihat kemarin staf desa pakai tenda sederhana sekali melayani masyarakat. Nah, kami juga mau tanya, penggunaan dana desa untuk bencana apakah boleh. Karena kami tak mau kepala desa kena bencana (hukum).

N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment