Koran Jakarta | October 16 2018
No Comments
Penerapan Ganjil-Genap l Kendaraan Menumpuk di Jalan Alternatif

Pelanggaran Meningkat 22 Persen

Pelanggaran Meningkat 22 Persen

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Perluasan pembatasan kendaraan bermotor roda empat berdasarkan plat nomor ganjil-genap selama 15 jam, sejak 1 Agustus 2018 lalu, menyebabkan penumpukan kendaraan di jalan-jalan alternatif.

 

JAKARTA – Pelanggaran terhadap peraturan perluasan kawasan kendaraan ganjil-genap mencapai 1.330 kasus pada hari kedua atau Kamis (2/8). Terjadi tren peningkatan pelanggaran dibandingkan dengan hari sebelumnya, yang tercatat 1.102 pelanggar.

“Trennya meningkat 22 persen dibandingkan hari pertama,” kata Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Budiyanto di Jakarta Jumat.

AKBP Budiyanto mengatakan jumlah tilang ganjil-genap pada hari pertama atau Rabu mencapai 1.102 kasus atau naik 228 pelanggaran dibanding hari kedua.

Budiyanto merinci petugas yang menindak tertinggi dari Polres Metro Jakarta Timur sebanyak 289 kasus, Polres Metro Jakarta Selatan (244 kasus), Polres Metro Jakarta Pusat (219 kasus) dan Subdit Gakkum (175 kasus).

Kemudian Polres Metro Jakarta Utara (170 kasus), Polres Metro Jakarta Barat (125 kasus), Satuan Gatur (77 kasus) dan Satuan Patwal (31 kasus). Akibatnya, jumlah total tilang pelanggaran ganjil-genap pada hari pertama dan hari kedua sebanyak 4.432 kasus.

Petugas menilang kendaraan yang melanggar aturan perluasan kawasan kendaraan ganjil dan genap mulai 1 Agustus 2018, meliputi Jalan S Parman-Jalan Gatot Subroto-Jalan MT Haryono-Jalan DI Panjahitan-Jalan A Yani-Jalan Simpang Coca Cola atau Jalan Perintis Kemerdekaan Cempaka Putih.

Selanjutnya, Jalan Arteri Pondok Indah mulai Jalan Kartini-Kebayoran Baru, Jalan HR Rasuna Said Jakarta Selatan dan Jalan Bunyamin Sueb Kemayoran Jakarta Pusat.

Rute alternatif itu melewati Jalan Perintis Kemerdekaan-Jalan Suprapto-Jalan Salemba Raya-Jalan Matraman dan sekitar arah timur.

Kemudian, Jalan Warung Jati Barat-Jalan Pejaten Raya-Jalan Pasar Minggu-Jalan Soepomo-Jalan Saharjo dan sekitar arah Selatan. Alternatif lainnya, Jalan RE Martadinata-Jalan Danau Sunter Barat- Jalan HBR Motik-Jalan Gunung Sahari dan sekitar utara.

Jalan RA Kartini -Jalan Ciputat Raya dan sekitar arah selatan dan jalan akses Tol Cikampek-Jalan Sutoyo dan Jalan Dewi Sartika dan sekitar arah timur. Jalur lainnya melalui Jalan S Parman-Jalan Tomang .

Awalnya, kebijakan ganjil-genap diberlakukan pada pukul 06.00 WIB-10.00 WIB dan pukul 16.00 WIB-20.00 WIB. Namun, saat ini kebijakan ganjil dan genap akan diperpanjang waktunya sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Selain itu, pembatasan kendaraan ganjil dan genap akan diberlakukan pada setiap hari atau Senin hingga Minggu.

 

Jalan Alternatif

Sementara itu, dampak dari penerapan ini adalah trjadi penumpukan kendaraan di jalan-jalan alternatif Pada Jumat (3/8) petang hingga pukul 19:00 WIB di sejumlah jalur alternatif kawasan Jakarta Timur, penumpukan kendaraan terjadi cukup signifikan yang selain imbas ganjil-genap, juga disebabkan juga oleh pekerjaan proyek di beberapa ruas jalan.

Seperti di jalan Perintis Kemerdekaan-Jalan Raya Bekasi (Tipar Cakung), kepadatan kendaraan mulai terjadi di wilayah Pulo Mas yang tersendat jelang persimpangan Kayu Putih Raya sebelum akhirnya kembali lancar.

Kepadatan mulai terjadi lagi di sekitar kawasan Pulogadung baik sebelum atau setelah terminal Pulogadung. Di kawasan ini, para pengguna jalan roda empat harus berebut jalur selain dengan pemotor, juga dengan truk-truk besar yang melintas di sekitaran kawasan industri Pulogadung.

Bahkan waktu yang dibutuhkan bisa berkali-kali lipat dari biasanya karena ada pengerjaan proyek pembangunan enam ruas tol dalam kota Seksi A Kelapa Gading-Pulo Gebang yang akhirnya menyisakan satu lajur untuk semua kendaraan yang melintas dengan kondisi yang bisa dibilang mengalami kerusakan. 

 

emh/Ant/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment