Koran Jakarta | July 17 2019
No Comments
VARIA

Pelaku Usaha Perlu “Melek” Hukum untuk Tekan Risiko

Pelaku Usaha Perlu “Melek” Hukum untuk Tekan Risiko

Foto : KORAN JAKARTA/EKO SUGIARTO
SERAHKAN PENGHARGAAN | Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM, Rulli Nuryanto (kanan) menyerahkan cendera mata kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Gunawan Budiyanto seusai seminar nasional kewirausahaan, di Yogyakarta, akhir pekan lalu.
A   A   A   Pengaturan Font

YOGYAKARTA – Pelaku usaha diminta lebih “melek” hukum dan memahami berbagai peraturan yang terkait dengan usaha yang dikelolanya. Selain akan membantu memperlancar dalam mengembangkan usahanya juga bisa meminimalisir risiko masalah yang timbul.

Permintaan tersebut disampaikan Deputi Bidang Pe­ngembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM, Rulli Nuryanto, pada acara Seminar Nasional Kewirausahaan de­ngan tema “Peranan Hukum dalam Berwirausaha guna Me­wujudkan Kemandirian Ekonomi Umat”, yang diselenggara­kan oleh Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, akhir pekan lalu.

“Pengetahuan hukum yang memadai bahkan dibutuh­kan hampir di seluruh bidang usaha, baik yang bersifat pen­jualan barang maupun jasa, baik yang offline maupun online atau memanfaatkan media berbasis teknologi,” kata Rulli.

Tak hanya “melek” terhadap hukum dan peraturan, me­nurut Rulli, aspek hukum juga perlu dipahami. Sebab as­pek hukum sangat diperlukan sebagai instrumen dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif penumbuhan dan pengembangan kewirausahaan melalui berbagai peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, Rektor UMY, Gunawan Budiyanto, mengharapkan seminar ini bisa memberi rekomendasi dan masukan bagi Fakultas Hukum UMY. Ia juga mengharapkan para alumni dapat membuat program yang dapat membantu mahasiswa yang berprestasi dengan memberikan beasiswa. YK/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment