Koran Jakarta | November 12 2019
1 Comment
Aksi Teror

Pelaku Tidak Tahu yang Ditusuk Wiranto

Pelaku Tidak Tahu yang Ditusuk Wiranto

Foto : ANTARA/INDRIANTO EKO SUWARSO
FOTO TERSANGKA I Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (kanan) menunjukkan foto tersangka pelaku dan barang bukti penikaman Menko Polhukam Wiranto di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (11/10).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Polri menyatakan penusukan Menteri Koordinator bi­dang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto, pada Kamis (10/10), oleh pelaku Syahrial Alamsyah alias Abu Rara dan istri­nya, Fitri Andriana, dilakukan secara spontan. Bahkan, pelaku juga tak mengetahui bahwa yang ditusuknya adalah Wiranto.

“Aksi Abu Rara dan istrinya ini spontan. Mereka tidak tahu siapa pe­jabat yang mereka tusuk. Tapi tujuan mereka pejabat dan kepolisian. Yang mereka tahu pejabat datang, masya­rakat ramai berdatangan, dan me­reka lakukan gerakan amaliah agar langsung meninggal di tempat ka­rena dilumpuhkan polisi. Bayangan mereka seperti itu. Namun, mereka saat ini masih ditangkap,” kata Kepa­la Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (11/10).

Dijelaskan, Abu Rara memiliki rasa takut, stres, dan tertekan mende­ngar ketua Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi, Fazri Pahlawan alias Abu Zee Ghuroba, ditangkap, bebera­pa hari lalu. Hal itulah yang membuat Abu Rara dan istrinya memutuskan melakukan amaliah yaitu berkorban nyawa untuk agama.

“Dalam pemeriksaan dua hari ini, ditemukan Abu Rara merasa takut, stres, dan tertekan mendengar ketu­anya ditangkap. Sehingga Abu Rara dan istrinya melakukan amaliah de­ngan bilang ke istrinya harus melaku­kan persiapan amaliah dengan ben­da-benda mematikan,” papar Dedi.

Dedi melanjutkan, meski Abu Rara tidak terafiliasi dengan ketua JAD Bekasi, Abu Zee tersebut, tetapi Abu Rara pernah satu kali berkomunikasi dengan Abu Zee melalui media sosial. Bahkan, Abu Rara dan Fitri Andriana dinikahkan oleh Abu Zee sebelum mereka pergi dan tinggal di Kampung Menes, Pandeglang, Banten.

Diketahui, Menko Polhukam, Wi­ranto, ditusuk saat hendak pulang ke Jakarta usai menghadiri peresmian Gedung Kuliah Bersama di Univer­sitas Mathla’ul Anwar. Wiranto yang baru keluar dari mobil di Alun-alun Menes, tiba-tiba ditusuk orang tidak dikenal dari arah samping kiri mobil.

Kian Membaik

Kemarin, Presiden Joko Widodo kembali mengunjungi Wiranto di RSPAD Gatot Subroto.

“Saya baru saja jenguk lagi Menko Polhukam, Bapak Wiranto, dan al­hamdulillah, kondisinya sudah stabil, semakin baik,” katanya.

Bahkan, lanjut Presiden, Wiranto sudah bisa diajak berbicara. “Tadi (Pak Wiranto bilang) ‘Pak saya ingin segera pulang ikut ratas lagi’. Artinya, kondisinya sudah semakin baik. Kita berdoa bersama agar beliau segera diberikan pemulihan, kesembuhan secepat-cepatnya,” ucap Presiden.

Presiden lalu mengingatkan kem­bali agar ke depan, pengamanan bagi pejabat negara lebih diperketat lagi. Hal tersebut untuk mengantisipasi kejadian serupa yang pernah menim­pa Menko Polhukam. fdl/eko/AR-2

Klik untuk print artikel

View Comments

jessi
Minggu 13/10/2019 | 14:51
Kunjungi dan gabung bersama DUPA88 Arena game yang memberikan kenyamanan bagi maniac gamers, bonus bonus spektakuler selalu di siapkan membuat makin seru bermain loh.!! Yukk.. buruan join bersama DUPA88, buktikan sendiri kalau bukan cuma omong kosong ya guys.

Submit a Comment