Koran Jakarta | September 24 2019
No Comments
Pendidikan Nasional | Mendikbud Siap Menampung Usulan Masyarakat

Pelajaran Budi Pekerti dan Iptek Sebaiknya Diajarkan sejak SD

Pelajaran Budi Pekerti dan Iptek Sebaiknya Diajarkan sejak SD

Foto : KORAN JAKARTA/M ADEN MA'RUF
IPTEK DAN BUDI PEKERTI | Mantan Menteri Kesehatan, Farid Anfasa Moeloek, pengusaha sekaligus pendiri Kalbe Farma, Boenjamin Setiawan, usai audensi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, di Gedung A Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, Rabu (11/9). Dalam pertemuan tersebut diusulkan agar pelajaran Iptek dan Budi Pekerti diajarkan mulai tingkat sekolah dasar.
A   A   A   Pengaturan Font
Anak-anak perlu dididik budi pekerti serta menyukai ilmu pengetahuan. Ini penting agar bangsa Indonesia bisa maju.

JAKARTA – Pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) mesti diajarkan sejak sekloah dasar (SD). Ini perlu dilakukan agar sumber daya manusia (SDM) Indonesia ti­dak tertinggal dengan kema­juan iptek yang kini berkem­bang pesat.

Usulan tersebut disampai­kan oleh pendiri perusahaan farmasi Kalbe Farma, Boenja­min Setiawan, usai bertemu dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Ef­fendy, di Kementerian Pendi­dikan dan Kebidayaan, Jakarta, Rabu (11/9).

Menurut dia, kunci utama kemajuan suatu bangsa berada pada anak. Untuk itu, anak-anak perlu dididik bagaimana menyukai ilmu pengetahuan.

Oleh karena itu, kata dia, sejak SD perlu ditanamkan kecintaan pada ilmu penge­tahuan terutama sains karena merupakan kunci suatu bangsa bisa maju.

Dalam kesempatan itu, Boenjamin mengapresiasi ki­nerja pemerintah yang telah membuka peluang perkem­bangan iptek di Indonesia. Ada­nya beberapa kebijakan yang mempermudah perkembang­an iptek seperti Dana Abadi Riset dan Triple Tax Deduction akan semakin menghidupkan ekosistem riset di Indonesia.

Kendati demikian, ia me­minta pemerintah mulai mem­perhatikan juga proses mende­katkan Iptek kepada siswa SD. Ia menyebut beberapa negara maju juga melakukan hal ter­sebut. “Para siswa SD harus dipacu untuk menyukai ilmu pengetahuan,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, mantan Menteri Kese­hatan, Faried Anfasa Moeloek, mengusulkan agar pendidikan budi pekerti sebaiknya kembali diajarkan ke sekolah agar siswa memiliki karakter yang baik.

“Dulu, saya waktu SD ada mata pelajaran Budi Pekerti. Jadi kami belajar bagaimana menjadi manusia yang baik, tapi sekarang sepertinya tidak diajarkan,” ujarnya.

Ia menambahkan pelajaran Budi Pekerti mengajarkan siswa menjadi pribadi yang baik, saling menghargai dan ti­dak suka berkelahi. Mengajar­kan siswa bagaimana menjadi pribadi yang cerdas otaknya dan karakternya.

Faried mengakui bahwa saat ini sudah banyak wadah untuk menumbuhkan karakter yang baik seperti Pramuka, namun budi pekerti juga sangat pen­ting untuk diajarkan kembali.

Sebelumnya, artis peran, Widyawati, juga menyarankan agar pelajaran budi pekerti diajarkan di sekolah meng­ingat masih banyak perilaku memprihatinkan dari gene­rasi muda. “Terutama di me­dia sosial yang penuh dengan caci maki. Saya sampai heran, di mana budi pekerti saat ini,” ujar dia.

Artis senior itu menambah­kan, dulu saat ia masih duduk di bangku sekolah pelajaran Budi Pekerti diajarkan di seko­lah. Akan tetapi, saat ini pela­jaran tersebut telah hilang.

Akan Mengevaluasi

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebu­dayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengatakan pihaknya menampung semua masukan dari masyarakat. “Kami akan mengevaluasi apakah dengan program penguatan pendidik­an karakter sudah efektif atau perlu dievaluasi kembali,” kata­nya. ruf/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment