Pelajaran Berharga dari Serangan 911 | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 19 2020
No Comments
PERSPEKTIF

Pelajaran Berharga dari Serangan 911

Pelajaran Berharga dari Serangan 911

Foto : wikipedia.org/Istimewa
Menara Kembar World Trade Center terbakar.
A   A   A   Pengaturan Font
Perang melawan terorisme masih jauh dari selesai. Lembaga keamanan nasional dan internasional tidak boleh lengah sedikit pun melawan ­terorisme

Masih segar dalam ingatan kita, bagaimana peristiwa serangan teroris 11 September 2001 (911), 11 tahun lalu menggemparkan dunia.

Tepatnya pukul 08.46 waktu setempat, pesawat terbang American Airline Flight 11 menabrak Gedung World Trade Center di Menara Utara. Dunia terkejut melihat pemandangan yang mengerikan itu serta suasana Kota New York berubah menjadi mencekam.

Namun, belum selesai keheranan publik atas kejadian tersebut, tidak lama berselang, pada pukul 9.03 pagi, pesawat United Airlines Penerbangan 175, terbang mengarah dan menabrak Menara Selatan (2 WTC). Ledakan hebat terdengar seantero kota.

Dua menara dengan ketinggian masing-masing 417 meter dan 415 meter, yang merupakan gedung tertinggi di dunia antara tahun 1972 dan 1973, seketika hancur dan runtuh. Langit Kota New York penuh dengan debu dan jalanan dipenuhi puing-puing.

Belakangan diketahui, kedua pesawat itu di bawah kendali pembajak yang berasal dari kelompok teroris Al-Qaeda. Peristiwa tersebut menewaskan 2.977 orang, lebih dari 25.000 cedera, dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan jangka panjang lainnya. Tidak hanya itu, Kota New York mengalami kerusakan infrastruktur dan properti senilai 10 miliar dollar AS.

Peristiwa 9 September ini merupakan serangan tunggal teroris paling mematikan dalam sejarah umat manusia. Serangan 911 ini adalah kali pertama Amerika Serikat diserang pasukan dari luar setelah pada 1941 Jepang menargetkan Pearl Harbour di Kepulauan Hawaii. Tragedi tersebut juga merupakan serangan pertama di daratan Amerika Serikat sejak Perang Revolusi di abad ke-18. 

Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari serangan teroris tersebut. Keberanian serta perencanaan yang cermat oleh kelompok teror Al-Qaeda menunjukkan kerentanan pembentukan keamanan di seluruh negara di dunia, termasuk negara adi daya sekalipun. 

Untuk pertama kalinya, dunia mendapat pelajaran bahwa terorisme adalah kebijakan beberapa negara dan kelompok yang bercita-cita untuk memeroleh kekuatan politik dengan menyulut fundamentalisme agama. 

Karena itu, memperkuat pertahanan negara melalui aparat berwenang adalah salah satu upaya untuk menekan aksi terorisme itu. Memperkuat pertahanan dan keamanan adalah kunci untuk menghentikan kejahatan apa saja. 

Selain itu, negara-negara kuat di dunia atau yang mempunyai keinginan untuk menjadi kuat harus memiliki intelijen yang kuat. Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat atau CIA adalah salah satu yang kuat serta memiliki banyak pengetahuan dari seluruh badan intelijen yang ada di dunia.

CIA telah mengirim laporannya ke penasihat keamanan nasional untuk presiden Amerika Serikat saat itu, Condoleeza Rice, beberapa bulan sebelum serangan terjadi. Dalam laporannya, CIA menyebut secara spesifik Al-Qaeda merencanakan serangan ganda dan besar di AS dalam waktu dekat.

Tetapi, lembaga-lembaga negara di Gedung Putih mengabaikan peringatan teror dari CIA itu dan tidak menindaklanjutinya. Pelajaran yang diambil adalah laporan intelijen terkait teror tidak dapat dianggap remeh terlepas dari jumlah laporan yang dikirimkan. 

Hal lainnya yang dapat kita petik adalah uang terlibat dalam setiap kasus serangan teror. Pada serangan 9/11, ada uang yang mengalir melalui agen-agen internasional untuk mendanai aksi teror, namun pihak berwenang mengabaikannya.

Hasil penyelidikan serangan 9/11 mengungkapkan uang dikirimkan dari luar negeri oleh teroris yang membajak pesawat itu. Para pembajak mengirim uang ke negara Uni Emirat Arab dalam empat gelombang dalam kurun tiga waktu hari. 

Keempat pembayaran dilakukan melalui Western Union, tetapi agen keamanan gagal untuk melihat transaksi. Akibat kejadian tersebut, perusahaan dan badan yang mengelola keuangan harus menjadi lebih waspada. Undang-undang pencucian uang harus diperketat.

Perang melawan terorisme masih jauh dari selesai. Amerika Serikat, termasuk Indonesia dan negara-negara lainnya terus berjuang untuk menghancurkan infrastruktur serta kelompok-kelompok teror ini. Pelajaran terakhir dari serangan 9/11 itu adalah lembaga keamanan nasional dan internasional tidak boleh menurunkan penjagaan kapan pun dalam perjuangan mereka melawan terorisme. ν

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment