Koran Jakarta | October 14 2019
No Comments

Pebasket Naturalisasi Harus Spesial

Pebasket Naturalisasi Harus Spesial

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA -Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) dan Badan Tim Nasional (BTN) saat ini tengah mengurus proses naturalisasi dua pemain as­ing yang diharapkan dapat memberikan dam­pak besar terhadap permainan timnas.

Menuju SEA Games 2019 November, Tim­nas basket putra Indonesia saat ini tengah menjalani pemusatan latihan (pelatnas) di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Ja­karta, sejak Senin (10/6). Seiring dengan per­siapan itu, Perbasi dan BTN mengurus natu­ralisasi dua pemain asing, Maxie Esho asal Amerika Serikat (sampai tahap administrasi) dan mencari satu pemain lagi.

Most Valuable Player (MVP) IBL 2018/19, Kaleb Ramot Gemilang, antusias menunggu masuknya pemain naturalisasi tersebut. Na­mun, dia berharap pemain yang dipilih nanti memiliki kualitas istimewa.

“Bagus menurut saya, apalagi Indonesia juga katanya mau naik level jadi butuh un­tuk mengangkat pemain. Tapi, satu poin pen­ting adalah pemain yang direkrut itu jangan tanggung. Kalau pemain naturalisasi kemu­dian kita dapatnya perak-perak juga buat apa? Jadi, rekrut pemain naturalisasi yang peluang emas untuk basket Indonesia bisa naik berapa puluh persen,” kata Kaleb.

Terpisah, pelatih kepala Timnas basket putra, Wahyu Widayat Jati, mengutamakan postur pemain dalam naturalisasi. Dia bilang si pemain itu harus memiliki tinggi di atas 190 atau 200 cm. “Tapi, ini bukan ranah saya tapi Perbasi dan BTN. Saya cuma bilang saya perlu pemain yang panjang, misalnya dia atas 6,8 kaki atau 6,9 kaki tingginya. Saya tak mau dikasih pemain asing mungkin secara rekor baik tapi tingginya di bawah 190 cm buat apa? Karena, permasalahan krusial kita size, satu orang saja yang perlu,” katanya. Ant/S-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment