Koran Jakarta | December 16 2017
No Comments
Pemilu 2019 | Calon Kepala Daerah yang Akan Diusung Diseleksi Sangat Ketat

PDIP Belum Pasang Target

PDIP Belum Pasang Target

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Partai berlambang banteng moncong putih ini tengah gencar melakukan konsolidasi untuk pemenangan Pilkada serentak 2018 dan persiapan Pemilu serentak 2019.

 

Jakarta – Sebagai partai pemenang pada pemilihan umum (Pemilu) 2014, PDIP tidak mau gegabah memasang target serupa untuk kembali meraih suara terbanyak pada pemilu serentak 2019. PDIP masih menghitung dengan cermat, bentuk strategi seperti apa yang pas jelang pemilu serentak 2019.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan hal itu dalam konferensi persnya di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/10) usai pendaftaran Parpol peserta Pemilu. Kedatangan PDIP ke kantor KPU aksi konvoi dan diiringi musik serta tarian khas kebudayaan nusantara.

Hasto menegaskan, untuk saat ini, partainya fokus melakukan konsolidasi dengan seluruh jajaran struktural partai, pemerintah dan rakyat, agar menemukan strategi jitu guna memenangi pemilu yang kedua kalinya di 2019 nanti. ”Kami (PDIP) masih terus melakukan konsolidasi agar kami bisa mengulang kejayaan itu,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, agar bisa kembali menang di 2019, ke depannya, PDIP harus lebih selektif lagi menjaring kader dan calon yang akan diusungnya, agar tidak lagi terjadi ‘pejabat yang kena operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK. ”Kami ingin kader dan calon pemimpin yang bebas dari kasus pidana dan memiliki komitmen penuh terhadap PDIP,” harap Hasto kepada wartawan.

Mengenai proses pendaftaran Parpol ini, Hasto mengkritisi KPU, karena adanya kekurangan dalam mekanisme identifikasi terhadap nomor identitas kependudukan secara elektronik dalam SIPOL yang terjadi di Provinsi Papua dan Papua Barat serta beberapa daerah di Pulau Jawa yang masih belum terdata secara administrasi karena terkait pemekaran wilayah.

“Tapi walau masih ada kekurangan, kami tetap mengapresiasi KPU atas terobosanterobosannya,” bangga Hasto. Sekjen PDIP itu juga menyatakan komitmennya untuk tetap mengusung Joko Widodo dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Apalagi, elektabilitas Jokowi sangat tinggi yang menandakan masyarakat puas dengan kinerjanya.

“Saya rasa, masyarakat Indonesia masih akan memilih Jokowi untuk dua periode,” ujar Hasto sambil tertawa. Dalam acara pendaftaran itu, turut hadir Wakil Sekjen (Wasekjen) PDIP Ahmad Basarah, Ketua DPP PDIP sekaligus Anggota Komisi II DPR Andreas Hugo Pareira dan Anggota Komisi I DPR Hendrawan Supratikno.

Ikuti Mekanisme

Hal senada dikemukakan Ketua DPP Andreas Hugo Pareira yang mengatakan, PDIP mengikuti seluruh mekanisme pendaftaran yang telah dibuat KPU. Dirinya juga mengapresiasi kinerja KPU yang selalu melakukan rapat kerja dengan Bawaslu demi terselenggaranya pemilu yang sesuai dengan asas pemilu itu sendiri yaitu, langsung, umum, bebas dan rahasia.

Ia juga mengungkapkan, pada hari Rabu (11/10) juga diadakan pendaftaran serentak oleh PDIP di seluruh tingkat daerah, baik dari, kecamatan hingga kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Andreas meminta kepada seluruh kader partai untuk turun langsung menemui rakyat untuk melakukan sosialisasi dan konsolidasi sebagai bagian dari strategi PDIP untuk merebut kemenangan. “Yang terpenting seluruh struktural partai turun gunung semua,” tutur Andreas.

Ia juga membantah akan adanya mahar politik dalam pola perekrutan kader dan bakal calon (Balon) kepala daerah. Menurutnya, semua yang masuk PDIP harus melewati fase dan seleksi yang sangat ketat dan tidak sembarangan. n rag/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment