Koran Jakarta | October 20 2018
No Comments
Konflik Timur Tengah I Korban Tewas dalam Aksi Demo di Gaza Bertambah Jadi 60 Orang

PBB Kecam Kekerasan Israel di Gaza

PBB Kecam Kekerasan Israel di Gaza

Foto : AFP/MOHAMM ED ABED
Aksi Lempar Batu l Seorang pria warga Palestina menggunakan ketapel untuk melempar batu saat terjadi bentrokan dengan pasukan Israel dekat pagar perbatasan di Jabalia, wilayah pusat Jalur Gaza pada Selasa (15/5). Aksi demonstran warga Gaza hingga kemarin dilaporkan telah mengakibatkan 60 orang Palestina tewas.
A   A   A   Pengaturan Font

Warga Gaza yang tewas akibat kekejian pasukan Israel hingga kema-rin terus bertambah. Komunitas internasional pun mengecam Israel dan menyerukan agar semua pihak mau menahan diri.

JENEWA - Kantor hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (14/5) mengecam penggunaan kekerasan mematikan yang mengerikan oleh pasukan keamanan Israel terhadap para pengunjuk rasa di sepanjang perbatasan Gaza. Lembaga yang sama juga mengaku sangat khawatir terhadap kemungkinan terulangnya kekerasan dalam demonstrasi lanjutan pada Selasa (15/5) dan menuntut dibentuknya penyelidikan independen.

“Israel memang punya hak untuk mempertahankan daerah perbatasan mereka sesuai dengan hukum internasional. Namun kekerasan yang berpotensi menghilangkah nyawa harus digunakan sebagai pilihan terakhir, dan tidak bisa dibenarkan hanya karena aksi para demonstran Palestina yang mendekati pagar pembatas Israel,” ucap juru bicara kantor hak asasi manusia PBB, Rupert Colville, dalam pertemuan rutin PBB di Jenewa, Swiss.

Kecaman terhadap Israel juga disampaikan oleh ketua kebijakan luar negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, yang mengatakan agar masing-masing pihak yang bertikai agar mau menahan diri untuk menghindari bertambahnya korban jiwa.

Sementara itu hingga berita ini ditulis pada Selasa (15/5), pengunjuk rasa dari Gaza yang tewas saat berdemonstrasi di sejumlah titik perbatasan dilaporkan telah bertambah hingga 60 orang.

“Sebagian dari 60 warga Gaza yang terbunuh pada Senin akibat tembakan oleh penembak jitu Israel,” demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Gaza. Ditambahkan oleh kementerian itu terdapat seorang bayi yang tewas akibat menghirup gas air mata serta 8 anak juga tercatat jadi korban tewas. Sementara korban luka tercatat sekurangnya 2.400 orang.

Atas aksi kekerasan yang dilakukan pasukan Israel di Gaza, Presiden Palestina, Mahmud Abbas, yang ada di Tepi Barat menyerukan dilakukan mogok massal untuk memprotes “pembantaian” yang dilakukan Israel.

Peringatan “Nakba”

Rangkaian unjuk rasa itu sudah dimulai sejak 30 Maret lalu dan memuncak pada Senin lalu saat Amerika Serikat (AS) memindahkan kantor Kedutaan Besar untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, yang bertepatan dengan peringatan hari Nakba atau malapetaka berdirinya negara Israel pada 1948.

Pada 70 tahun lalu, ratusan ribu warga Palestina terusir dari rumah akibat berdirinya Israel, dan pada tahun ini keturunan pengungsi Palestina tersebut menuntut pengembalian tanah rampasan mereka yang kini menjadi bagian dari negara Israel.

Israel menolak tuntutan itu karena khawatir status mereka sebagai negara dengan penduduk mayoritas Yahudi terancam dan menawarkan penggantian tanah di wilayah masa depan negara Palestina.

Perundingan antara Palestina dan Israel, yang salah satu poinnya menyangkut nasib keturunan pengungsi 1948, hingga kini masih menemui jalan buntu dan semakin diperumit oleh langkah AS yang memindahkan kantor kedubes mereka ke Yerusalem, wilayah yang rencananya akan jadi ibu kota negara merdeka Palestina.


Ant/AFP/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment