Koran Jakarta | November 18 2018
No Comments
Antisipasi Bencana

PBB Buat Skenario Gempa di RI dengan Korban 10 Ribu Tewas

PBB Buat Skenario Gempa di RI dengan Korban 10 Ribu Tewas

Foto : ANTARA/Adeng Bustomi
KORBAN GEMPA - Kondisi ruang kelas yang ambruk pascagempa berkekuatan 6,9 skala richter di Tasikmalaya, Jawa Barat, Desember lalu. Indonesia merupakan negara yang rentan terhadap gempa bumi.
A   A   A   Pengaturan Font

JENEWA - Sebuah dokumen rencana tanggap darurat mengungkap kontingensi berdasarkan skenario terburuk yang dibuat Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) atas terjadinya gempa bumi di Indonesia dengan korban 10.000 orang meninggal dalam waktu 24 jam dan 47 juta lebih penduduk terkena dampaknya.

Latihan yang dipimpin PBB itu untuk persiapan menghadapi bencana di salah satu daerah rawan gempa di dunia, didasarkan pada gempa berskala 7,8 Richter di Selat Sunda yang berada dekat dengan Ibu Kota Jakarta, serupa dengan gempa Karibia pekan ini. “Dalam 24 jam pertama, sekitar 10.000 kematian dengan sejumlah besar orang hilang dilaporkan,” tulis dokumen itu seperti dilansir, Jumat (12/1).

Disebutkan juga, sebanyak 60.000 orang lainnya cedera serius dan 200.000 terluka ringan, sementara 9,6 juta orang sementara akan mengungsi. Meskipun 2,5 juta orang memerlukan bantuan segera, kurang dari satu dari 10 orang saja yang akan mendapatkan bantuan tersebut.

Selain itu, jaringan listrik dan telepon akan mati selama dua minggu, dan tumpahan minyak dan kimia skala besar akan menyebabkan kebakaran dan mengganggu pasokan bahan bakar selama sepekan. Tak hanya itu, akan ada gangguan besar pada pelabuhan udara dan laut. “Pada 2004, tsunami Samudera Hindia menewaskan 226.000 orang di 13 negara, termasuk lebih dari 120.000 di Indonesia.

Sejak saat itu, budaya pencegahan bencana telah menyebar ke seluruh dunia,” kata juru bicara PBB untuk Badan Pengurangan Risiko Bencana, Denis McClean. Indonesia telah membentuk Badan Penanggulangan Bencana tingkat nasional dan lokal serta sistem peringatan tsunami. Tapi, Indonesia masih membutuhkan langkah-langkah bagi memperbaiki peraturan pendirian bangunan. “Keruntuhan bangunan banyak membunuh korban,” kata McClean.

 

Bencana Gerus PDB

 

Skenario dengan asumsi terjadi gempa dahsyat di Jawa Barat dan Sumatera namun tanpa tsunami, juga dikembangkan oleh Badan Geofisika dan Meteorologi (BMKG) Indonesia. Hal ini mengacu pada gempa besar tahun 1699 di Batavia.

Menurut dokumen itu, pemodelan skenario harus melihat beberapa bencana seperti tsunami atau banjir di kota besar, dengan membawa data yang lebih akurat mengenai bangunan dan prasarana yang rusak. Bank Dunia memperkirakan bencana alam merugikan Indonesia sebesar 0,3 persen dari PDB setiap tahunnya.

Namun, laporan lain yang disiapkan oleh pemerintah Indonesia pada 2015 menyebutkan gempa besar yang terjadi setiap 250 tahun sekali dapat menggerus 30 miliar dollar AS atau 3 persen dari PDB.

Pada Desember, sebuah gempa berkekuatan 6,5 SR menewaskan setidaknya tiga orang saat mengguncang Pulau Jawa, pulau berpenduduk paling padat di Indonesia, pada kedalaman 92 kilometer, dan sejumlah bangunan di Jakarta bergoyang selama beberapa detik. 

 

Ant/ils/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment