Koran Jakarta | November 12 2019
No Comments
Aksi Teror - Tidak Ada WNI yang Jadi Korban

Paus Fransiskus Mengutuk Serangan Bom di Sri Lanka

Paus Fransiskus Mengutuk Serangan Bom di Sri Lanka

PESAN PASKAH - Paus Fransiskus saat menyampaikan “Urbi et Orbi” ke kota dan ke dunia dari balkon Basilika Santo Petrus usai misa Paskah di Vatikan, Minggu (21/4).
A   A   A   Pengaturan Font
>> Polisi Sri Lanka pernah mengeluarkan peringatan sebelum serangan terjadi.

>> Sri Lanka memberlakukan jam malam sampai pemberitahuan lebih lanjut.



KOLOMBO – Dunia mengutuk serangan bom di gereja dan hotel saat perayaan Paskah di Sri Lanka yang menewaskan sedikitnya 156 orang dan mencederai 500 orang. Bahkan, Paus Fransiskus menyatakan aksi teror bom itu sebagai kekerasan yang kejam.

“Saya belajar dengan kesedihan dan kepedihan berita tentang serangan besar- besaran, yang terjadi hari ini, saat Paskah, membawa duka dan rasa sakit ke gereja-gereja dan tempat-tempat lain di mana orang berkumpul di Sri Lanka,” ujar Paus Fransiskus saat menyampaikan “Urbi et Orbi” di hadapan puluhan ribu umat Katolik yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu (21/4).

“Saya berharap bisa mengekspresikan afeksi kedekatan dengan komunitas Kristiani, diserang saat sedang berdoa bersama, dan untuk semua korban dalam kekerasan yang kejam itu,” sambungnya. Sementara itu, Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena menyatakan kesedihan atas rangkaian serangan teror bom mematikan itu. “Saya terkejut dan sedih dengan situasi yang telah terjadi,” katanya.

Seperti diketahui, Sri Lanka diserang aksi teror bom yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab pada Minggu. Ledakan bom pertama terjadi di Gereja St Anthony’s Shrine, sebuah gereja Katolik yang terkenal di Kolombo. Ledakan bom kedua berlangsung di Gereja St Sebastian, sebuah gereja di Kota Negombo.

Segera setelah itu, polisi mengonfirmasi gereja ketiga di Kota Batticaloa juga telah diserang, bersama dengan tiga hotel kelas atas di Kolombo. Hotel itu adalah Kingsbury, Shangri La, dan Cinnamon Grand. Dua ledakan susulan terjadi di selatan Kolombo, Dehiwala, yang menyebabkan dua orang tewas dan di Orugodawatta, yang menewaskan tiga polisi ketika memeriksa sebuah rumah.

Sumber rumah sakit mengatakan warga negara Inggris, Belanda, dan Amerika Serikat termasuk di antara yang tewas. Selain itu, warga Inggris dan Jepang dilaporkan terluka dalam serangan bom itu.

Sementara itu, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Lalu M Iqbal, mengatakan saat terjadi ledakan, salah seorang WNI tengah berada di Hotel Shangri La namun yang bersangkutan dalam keadaan selamat dan sudah dievakuasi oleh aparat.

 

Sudah Diperingatkan

 

Sejauh ini, belum ada klaim dari pelaku yang atas ledakan bom tersebut. Pemerintah Sri Lanka juga belum memiliki petunjuk pihak yang berada di balik serangan bom itu. Namun, badan intelijen negara Paksitan pernah menduga sebuah organisasi internasional atau keagamaan kemungkinan sebagai dalang dari teror di Hari Paskah tersebut.

Kepala Polisi Sri Lanka, Pujuth Jayasundara, pernah mengeluarkan peringatan nasional, 10 hari sebelum serangan bom pada Minggu terjadi. Menurutnya, pelaku bom bunuh diri telah merencanakan serangan pada gereja-gereja utama.

“Sebuah agen intelijen asing melaporkan, NTJ (National Thowheeth Jama’ath) berencana melakukan serangan bunuh diri menargetkan gereja terkemuka dan komisi tinggi India di Kolombo,” demikian bunyi peringatan itu.

Kementerian Pertahanan Sri Lanka telah memerintahkan jam malam sampai pemberitahuan lebih lanjut, dan pemerintah Sri Lanka mengatakan telah menutup akses ke layanan pesan media sosial.

“Para penyelidik telah mengidentifikasi pelaku di balik serangan teroris, dan menambahkan mereka yang bertanggung jawab adalah para ekstremis agama yang akan ditahan secepatnya,” kata Menteri Pertahanan Sri Lanka, Ruwan Wijewardene. 

 

AFP/Ant/ang/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment