Koran Jakarta | November 19 2019
No Comments

Patuhi Aturan dan Menjaga Stamina

Patuhi Aturan dan Menjaga Stamina

Foto : ANTARA/Ampelsa
Edukasi tentang pentingnya berkendara motor dengan aman perlu terus dilakukan oleh banyak pihak, baik Ditlantas Polri, produsen motor, maupun komunitas bikers.
A   A   A   Pengaturan Font

Selain tertib berkendara dengan mematuhi aturan, bersepeda motor butuh stamina dan kemampuan menjaga keseimbangan yang prima.

Gerakan publik untuk membangun kesadaran pengguna jalan lebih aman dan selamat, masih dibutuhkan. Para pengendara motor, misalnya, perlu terus diberi edukasi tentang keselamatan berkendara. Mengajak para pengendara sepeda motor agar menerapkan manajemen perjalaman yang aman dan selamat, sangat penting.

Hal itulah yang dilakukan beberapa komunitas motor atau bikers bersama Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman). Ketika menempuh perjalanan, pesepeda motor perlu mengatur ritme istirahat dengan tepat.

“Maklum, bersepeda motor jarak jauh butuh stamina dan kemampuan menjaga keseimbangan yang prima, terutama rute luar kota,” terang Edo Rusyanto, Koordinator Jarak Aman.

Jarak aman dan beberapa komunitas motor kerap menggelar Mini Road Safety Riding. Bahkan, edukasi makin intens saat momentum mudik lebaran, seperti beberapa waktu lalu.

“Kini, kegiatan mengkampanyekan kesadaran keselamatan jalan (road safety) bermunculan di masyarakat, termasuk di kalangan kelompok pengguna sepeda motor. Mengingat, sekitar 70 persen kendaraan yang terlibat kecelakaan adalah sepeda motor. Semangat untuk itu perlu terus dipompa dan disinergikan,” tutur Edo. Yang dilakukan Jarak Aman dan komunitas bikers memang sangat penting.

Apalagi, kecelakaan berkendara sepeda motor pertahun semakin bertambah. Data kecelakaan lalu lintas yang menjadi urutan Ke-3 penyebab kematian di Indonesia. ini terjadi karena tidak adanya perhatian khusus dari pengguna sepeda motor serta tidak adanya pelatihan safety riding.

Yang menyedihkan, perlengkapan safety riding juga kurang di mengerti oleh para pengguna sepeda motor. Karena itu, tingginya angka kecelakaan dapat karena jumlah kendaraan bermotor yang meningkat setiap tahunnya dan juga karena kelalaian manusia yang menjadi faktor utama terjadinya peningkatan kecelakaan lalu lintas.

Secara umum, pengertian safety riding itu secara umum adalah keamanan dan keselamatan berkendara. Jadi, Safety Riding adalah perilaku berkendara yang secara ideal harus memiliki tingkat keamanan yang cukup bagi diri sendiri maupun orang lain.

“Sampai saat ini banyak orang mengendarai sepeda motor tapi tidak semua orang memahami cara mengedarai sepeda motor dengan baik dan benar serta memperhatikan sisi keamanan dan keselamatan,” katanya.

Banyaknya kecelakaan yang melibatkan pengendara sepeda motor roda dua akhirnya mencuatkan kampanye untuk pengendara secara aman di jalanan dan juga di pusat pelatihan safery riding. Materi-materi safety riding berguna bagi para pengendara sepeda motor.

Materi safety riding secara umum yang diberikan pada para peserta terdiri atas slalom, pengereman, melewati papan titian, dan juga rintangan bergelombang.

Materi ini tidak hanya di peruntukan untuk pengguna sepeda motor tertentu saja seperti safety riding touring, safety riding komunitas atau yang lainnya, Namun di peruntukan untuk semua masyarakat indonesia sebagai pengguna sepeda motor khususnya. Poin penting safety riding dan manfaat pelatihan safety riding atau kenuntungan safety riding adalah, Pertama, slalom.

Fungsi dan manfaat adalah untuk melatih kemampuan dan menjaga keseimbangan tubuh ketika sedang menikung, melakukan manufer mendadak ataupun ketika sedang melalui jalanan berliku. Dalam melakukan gerakan slalom, hal yang terpenting adalah mengontrol gerakan tubuh pengendara sepeda motor.

Maksudnya adalah saat sedang menikung atau belok, sepeda motor lebih mengikuti tubuh pengendara setelah stang. Sebaiknya saat melakukan slalom motor dalam kondisi prima setidaknya menggunakan bahan bakar berkualitas karena ini akan mempengaruhi kestabilan gerakan.

Kedua, melalui jalan titian. Praktek melalui jalan titian hampir sama dengan melakukan gerakan slalom, yang manfaatnya untuk menjaga keseimbangan tubuh pengendara.

Namun, fokus dari latihan melewati titian ini lebih pada melatih keseimbangan tubuh ketika melewati jalanan sempit. Sebagai contoh, kerap kali terlihat kalau para pengendara motor sering kali melintas di antara sela-sela mobil, dan banyak di antaranya yang menyenggol bodi atau spion mobil.

Oleh karena itu, jika para pengendara motor sudah berlatih melatih melewati jalan titian, gunanya agar mereka tak menyenggol body atau spion mobil dan juga menyenggol pengendara sepeda motor lainnya. Ketiga, melewati jalanan bergelombang.

Seperti halnya dengan latihan slalom dan melewati jalan titian, pelatihan melewati jalanan bergelombang juga berfungsi untuk melatih keseimbangan tubuh ketika melewati jalanan yang tidak rata, bergelombang, atau berlubang.

Selain menjaga keseimbangan badan, pelatihan ini juga mengedepankan mengenai komposisi penggunaan rem depan dan belakang secara konstan.

Para pengendara motor juga diajarkan untuk mengatur kecepatan sepeda motor ketika melakukan pengereman dan juga menjaga keseimbangan saat melewati jalanan yang rusak. Kepolisian melalui Ditlantas Polri, bersama elemen masyarakat memang terus berusaha menekan angka laka, terutama motor.

“Kami terus melakukan edukasi dan pelatihan berkendara yang aman,” jelas Edo. Jarak Aman merupakan gerakan publik yang digulirkan sejak 2015 di Jakarta. Dimotori sejumlah pekerja media massa, Jaringan ini merajut elemen publik agar kampanye keselamatan jalan yang dilakukan lebih masif dan tersinergi. Sampai saat ini, Jarak Aman mengusung tiga kegiatan utama, yakni sosialisasi, edukasi, dan advokasi.  yun/E-6

Mewujudkan Jalan Raya yang Humanis

Komunitas bisa menjadi penggerak keselamatan berkendara. Itu yang aktif dilakukan Independent Bikers Club bersama komunitas pemotor lainnya. Komunitas kerap mengundang pemotor mengikuti Safety Riding Education. Tercatat ada yang berasal dari IBC, SKILL’S, Mailing List Yamaha Scorpio, SYM Club Indonesia, dan First Community, serta Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman).

“Pelatihan berkendara aman sangat penting. Tujuannya agar kita tidak menjadi parasit di jalan, dan kalau bisa menjadi pelopor keselamatan berkendara,” kata Edo Rusyanto, koordinator Jarak Aman. Keamanan dan keselamatan dalam berlalu lintas, menurut Edo, merupakan dambaan seluruh pengguna jalan.

Namun ironis, pengemudi kendaraan bermotor di Indonesia pada umumnya mengemudikan kendaraan tanpa dibekali pengetahuan, ketrampilan mengemudi dan etika berlalu lintas yang benar. Akibatnya jalan raya menjadi semacam “Killing Ground”, bagi para pengguna jalan.

“Kami berharap dapat mewujudkan jalan raya yang humanis,” jelas Edo.

Apalagi, kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu penyumbang angka kematian terbesar di Indonesia. Kecelakaan lalu lintas banyak disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas. “Maka, edukasi harus rutin digelar,” katanya.  yun/E-6

Helm, Mereduksi Luka Parah Kecelakaan

Indonesia masih mencatat kelamnya jalan raya akibat kecelakaan. Setiap hari, rata-rata terjadi 280-an kecelakaan yang merenggut 70-an jiwa. Dalam 20 tahun terakhir, lebih dari 300 ribu jiwa direnggut oleh kecelakaan lalu lintas jalan.

“Belum lagi lebih dari setengah juta orang korban yang menderita luka ringan dan luka berat,” terang Edo Rusyanto, Koordinator Jarak Aman. Karena itu, kepolisian yang dibantu komunitas dan organisasi publik, terus melakukan edukasi keselamatan berkendara secara intens.

“Perilaku tertib berkendara yang mengedepankan nurani dan akal sehat akan menyelamatkan si pengendara,” kata Edo.

Soal helm, misalnya, bagi pengendara sepeda motor, mengenakan helm merupakan hal yang wajib dilakukan. Dengan menggunakan pelindung kepala tersebut, mampu mencegah risiko cedera serius saat terjadinya kecelakaan. Melihat hal tersebut, gabungan komunitas peduli berkendara aman, pernah menggelar aksi simpatik Pahala (pakai helm di kepala). Aksi ini, merupakan ajakan untuk pengguna sepeda motor memakai helm saat berkendara, kapan pun dan di mana pun.

“Perlu diingat, bahwa sekitar 90 persen pesepeda motor yang meninggal dunia dalam kecelakaan di jalan dipicu oleh luka di kepala dan leher,” ujar Edo Rusyanto, koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman). Lanjut pria yang akrab disapa Eyang Edo ini, memakai helm saat berkendara merupakan ikhtiar mereduksi dampak terjadinya kecelakaan. Memakai helm menjadi jurus berkendara rendah risiko (low risk riding).

“Kami berharap, memakai helm menjadi sebuah kebutuhan, bukan semata kewajiban,” ujarnya.

Kegiatan itu antara lain melibatkan Adventurous Riders Club (ARC) R15 Jakarta dan Jarak Aman, juga didukung oleh Independent Bikers Club (IBC) Jakarta, Skills Jakarta, dan salah satu website sepeda motor di Indonesia.

“Kami juga membagikan stiker keselamatan kepada pengguna jalan,” paparnya. Dia menambahkan, Aksi Simpatik Pahala merupakan wujud kepedulian sebagai sesama pengguna sepeda motor.

“Pokoknya, naik motor harus selalu ingat Pahala,” katanya. Untuk memperkuat ajakan Pahala, IBC Jakarta, juga membagikan helm kepada sejumlah pesepeda motor. Pembagian helm menjadi simbolis soal pentingnya memakai helm bagi pesepeda motor. “Sambil membagikan helm, kami juga mengajak pesepeda motor untuk selalu pakai helm saat di mengendarai motor,” ujarnya.  yun/E-6

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment