Patrialis Butuh Rp2 Miliar untuk Lunasi Apartemen | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 24 2017
No Comments
Kasus Suap

Patrialis Butuh Rp2 Miliar untuk Lunasi Apartemen

Patrialis Butuh Rp2 Miliar untuk Lunasi Apartemen

Foto : ANTARA/Puspa perwitasari
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Mantan hakim konstitusi Patrialis Akbar disebut Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) membutuhkan uang sebesar dua miliar rupiah untuk melunasi pembayaran apartemen yang diperuntukkan bagi seorang perempuan bernama Anggita Eka Putri.


“Lebih lanjut, terdakwa pada waktu itu nyata sedang memerlukan dana dengan jumlah sekitar dua miliar rupiah untuk melunasi satu unit Apartemen Casa Grande Residence Tower Chianti lantai 41 unit 11 tipe 2BRD seharga 2,2 miliar rupiah yang rencananya terdakwa beli secara tunai dengan cara pembelian cash keras untuk Anggita Eka Putri,”

kata anggota tim Jaksa Heradian Salipi saat membacakan tuntutan terhadap Patrialis Akbar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (14/8).


Pada sidang itu, Jaksa menuntut Patrialis hukuman penjara 12,5 tahun penjara dan ditambah dengan pidana denda sebesar 500 juta rupiah subsider enam bulan kurungan dan kewajiban membayar uang pengganti sejumlah 10 ribu dollar AS dan 4,043 juta rupiah subsider satu tahun penjara.

Jaksa menilai Patrialis terbukti menerima suap untuk pengurusan uji materi Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Hewan di Mahkamah Konstitusi.


Tanda Jadi


Diungkapkan jaksa, pada 22 Januari 2017, terdakwa Patrialis membayar booking fee (tanda jadi) sebesar 50 juta rupiah menggunakan kartu kredit Citybank. “Rencananya, terdakwa akan melakukan pelunasan atas satu unit apartemen tersebut dengan melakukan pembayaran sejumlah 2,15 miliar rupiah pada 3 Februari 2017 secara tunai dengan mata uang asing,” ujar jaksa.


Menurut jaksa, fakta tersebut didukung oleh keterangan Irwan Nazif yang menyatakan terdakwa tertarik yang dua kamar luas 67 meter persegi, lantai 41. Nego-nego tersebut dari harga 3,4 miliar rupiah hingga menjadi 2,2 miliar rupiah langsung dengan Bu Leli sebagai marketing manager.


Di dalam tuntutan jaksa disebutkan dasar dakwaan pertama dari Pasal 12 huruf c jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 dan Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

Selain pidana penjara, jaksa juga menuntut Patrialis untuk membayar uang pengganti sejumlah harta benda yang diperolehnya dari tindak pidana korupsi. mza/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment