Koran Jakarta | June 26 2017
No Comments
GAGASAN

Paskah dan Perdamaian

Paskah dan Perdamaian

Foto : KORAN JAKARTA/ONES
A   A   A   Pengaturan Font

Oleh Aloysius Budi Purnomo, Pr

Paskah merupakan perayaan termegah dan penuh berkah dalam tradisi iman kristiani. Paskah juga sebagai kenangan penuh syukur atas kebangkitan yesus kristus dari alam maut. Setiap orang lahir dan mati itu biasa. Namun, orang mati yang bangkit pada hari ketiga sungguh luar biasa. Itulah paskah! Hanya yesus kristus yang tak berdosa mampu mengalahkan maut dengan kebangkitan-nya. Paskah mewartakan Yesus Kristus yang mengosongkan diri.

Dia merendahkan diri sampai wafat di kayu salib. Dengan wafat dan kebangkitan- Nya, Ia menunjukkan jalan keadilan, perdamaian, kehidupan, dan kebahagiaan sejati. Paskah merupakan momen penuh sukacita bagi manusia untuk berdoa mohon keadilan dan perdamaian bagi semua orang di dunia. Mari mengembalikan budaya perjumpaan dan dialog saling pengertian di antara masyarakat. Bukan sebaliknya, saling menyerang, menghancurkan, melemparkan ujaran kebencian, dan fitnah.

Pesan utama Paskah harus mampu membawa keadilan dan perdamaian, terutama bagi mereka yang menderita karena kebencian, kekerasan, serta penganiayaan. Yesus yang selalu membela kaum kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel dibunuh, namun akhirnya mendapat keadilan dari Allah melalui kebangkitan-Nya. Dengan demikian, kebangkitan adalah pembenaran Allah akan karya-karya Yesus. Wafat dan kebangkitan-Nya juga menjadi jalan pendamaian manusia dan Allah yang membuahkan rekonsiliasi kehidupan.

Paskah merupakan perayaan keadilan Allah atas Yesus Kristus yang dengan segala ketaatan-Nya melakukan yang terbaik bagi Allah dan sesama manusia, namun diperlakukan tidak adil oleh para pengecut, penguasa korup, dan pejabat jahat. Mereka bersekongkol menyalibkan-Nya. Mereka berkomplot dengan ujaranujaran kebencian, hasutan, hoax, gosip untuk melawan Yesus. Persekongkolan memuncak pada penganiayaan guna menyingkirkan dengan membunuh Yesus di kayu salib.

Allah menegakkan keadilan- Nya dengan membangkitkan Yesus Kristus dari alam maut. Kematian tak kuasa membelenggu- Nya. Ia bangkit dalam kemenangan dan kejayaan. Kebangkitan-Nya menginspirasi kehidupan umat manusia sampai hari ini, entah bagi yang mengimani-Nya sebagai Juru Selamat, atau sekadar mengagumi dan mengikuti inspirasi kehidupan-Nya sebagai orang yang hebat. Masyarakat hingga kini masih ditandai ujaran kebencian, hoax, gosip, dan kekerasan bagi orang-orang yang mau berjuang menegakkan keadilan.

Perayaan Paskah mesti menginspirasi berani memberi kesaksian tentang kebenaran, kebahagiaan, keadilan, dan perdamaian. Umat boleh mohon kepada Dia yang bangkit agar diberi keberanian untuk mengampuni, menegakkan keadilan, dan mewujudkan perdamaian. Sampai kapan pun, umat tetap terus memerlukan rahmat agar kuat melawan arogansi yang menebarkan kebencian, hoax, kekerasan, dan perang. Paskah merupakan momen istimewa untuk mengenang Yesus sebagai pemenang atas maut.

Paskah juga memancarkan keadilan bagi mereka yang menderita, dianiaya, dan diperlukan secara tidak adil. Dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat, masih banyak orang secara garang menyerang orang lain. Mereka ingin membinasakan setiap orang yang berbeda dari dirinya. Bahkan, tak sedikit yang gelap mata membabi-buta menggasak pihak lain yang berbeda atas nama kebenaran mereka sendiri. Mereka menggelapkan keadilan sejati dengan ketidakadilan yang mereka gembar-gemborkan di jalanan.

Promosi

Paskah harus menjadi momen untuk berdoa dan mempromosikan perdamaian. Banyak orang terpinggirkan kekuasaan dan kekayaan. Mereka terpenjara ketidakadilan. Kaum papa dan pengungsi sering ditolak. Orang sakit dan menderita membutuhkan keadilan perdamaian. Tak sedikit anak menjadi korban pedofilia, kekerasan, dan perang yang merindukan keadilan perdamaian. Banyak negara dilanda konflik dan perang. Rakyat merindukan perdamaian dalam situasi dan kondisi ini.

Negara- negara berkonflik dan berperang menjadi korban sindikat perdagangan senjata, sementara rakyatnya harus menderita dan mengungsi. Meski kadang terasa seperti seruan di tengah belantara, umat harus tetap berharap agar negara-negara yang bertikai segera berdamai. Di banyak tempat, keadilan, dan perdamaian sangat didambakan, seperti oleh para korban perbudakan, perdagangan obatobat terlarang, dan agen-agen perdagangan senjata. Dalam situasi itu, pesan Paskah untuk perdamaian kian dirindukan.

Yesus Kristus yang bangkit dan setiap kali memberi warta damai sejahtera menjadi kunci perdamaian di tengah kehidupan penuh kesulitan dan ancaman. Kebangkitan-Nya menguatkan untuk terus menggemakan pembelaan terhadap kehidupan, keadilan, dan perdamaian. Perdamaian menjadi pesan sepanjang sejarah untuk menaburkan benih-benih kemanusiaan baru dalam pelayanan, bukan arogan. Menebarkan kebohongan, memperjuangkan keadilan bukan janji-janji penuh tipu daya politik demi meraih kekuasaan. Maka, dibutuhkan sikap saling hormat bukan melecehkan. Cara pandang positif konstruktif bukan negatif-destruktif.

Perdamaian memerlukan politik rendah hati dan cinta kasih sejati. Yesus yang bangkit harus menginspirasi para pemimpin agar menimba kerahiman dan kemurahan hati-Nya. Pesan universal Paskah untuk keadilan dan perdamaian berimplikasi kontekstual. Bangsa ini pun merindukan keadilan dan perdamaian terus ditegakkan. Suasana panas menjelang Pilkada Gubernur DKI Jakarta menjadi perhatian. Coblosan 19 April mendatang menjadi kunci keadilan dan perdamaian bangsa.

Hasil pilkada akan memengaruhi wajah negeri masa mendatang. Dua kontestan menampilkan wajah berbeda. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai warga etnis Tionghoa beragama Kristen menghadapi Anies sebagai warga (konon beretnis Arab) beragama Islam. Fakta ini membuat Pilkada Gubernur DKI menjadi panas bahkan kasat mata memberi kesan tertunggangi unsur SARA. Itulah sebabnya, hasil Pilkada Gubernur DKI akan mengubah wajah negeri.

Akankah hasil pilkada mampu menghadirkan damai? Pertanyaan ini wajar, sebab suasana panas cenderung bernuansa agama terus mengiringi jelang coblosan. Demi keadilan dan perdamaian, hentikan setiap ujaran kebencian, hoax, gosip, dan dendam politik, hanya demi memuaskan syahwat kekuasaan. Penentu masa depan Jakarta dan bangsa adalah warga Jakarta sendiri. Mereka harus mampu menggunakan hak pilih secara cerdas. Semoga semangat keadilan dan perdamaian menjadi dasar para pemilih DKI menentukan nasib mereka tanggal 19 April.

 

Penulis Seorang Pastor

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment