Koran Jakarta | September 24 2018
No Comments
Revitalisasi Pasar

Pasar Tradisional Jadi Sentra Ekonomi Desa

Pasar Tradisional Jadi Sentra Ekonomi Desa

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

BREBES - Pasar desa atau pasar tradisional mulai mampu bersaing dengan pasar modern, bahkan bisa menjadi sentra kegiatan ekonomi di satu daerah, sepanjang pasar itu dikelola dengan baik, terjaga kebersihannya, nyaman, dan memiliki bangunan pasar yang layak. Salah satu contohnya adalah Pasar Grengseng, Desa Taraban, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes.

Pasar ini masuk dalam program revitalisasi pasar tradisiononal Kemenkop dan UKM melalui bantuan APBN 2017 sebesar 832 juta rupiah. Pasar yang diresmikan pengoperasiannya oleh Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti, pertengahan Maret 2018 lalu, kini mulai tumbuh menjadi salah satu denyut perekonomian baru di Brebes Selatan yang berbatasan dengan Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Purwokerto.

Pasar Grengseng selain menjual sembako dan lain-lain, juga mulai menjadi sentra sayur-mayur di sekitar Kecamatan Paguyangan, terbukti dengan banyaknya pedagang sayur yang berpindah dan kulakan (membeli dalam jumlah besar untuk kemudian diecer-red) di pasar Grengseng.

“Kami mewakili Pemkab dan Bupati Brebes, mengucapkan terima kasih kepada Kemenkop dan UKM karena Brebes telah diikutkan dalam program revitalisasi pasar ini,” ujar Asistan II Sektda Brebes, Mohammad Iqbal, yang juga merangkap plt Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kab Brebes, saat ditemui di kantornya Selasa (22/5).

Pasar Grengseng juga telah memberi multiplier effect atau dampak lanjutan. Bagi pedagang, telah menemukan tempat berjualan yang layak bagi koperasi bisa menjadi pengalaman baru, karena pasar ini dikelola oleh KUD (Koperasi Unit Desa) bekerja sama dengan pemerintahan desa. Menurut Iqbal, program revitalisasi pasar desa/tradisonal ini merupakan program yang bagus bagi pengembangan ekonomi kerakyatan, sekaligus bagaimana memberdayakan koperasi, dalam hal ini KUD Paguyangan Brebes.

“KUD sudah waktunya bangkit, dan ini kesempatan bagi KUD untuk bagaimana mengelola pasar secara profesional. Dalam hal ini, ide-ide, gagasan, dan kreativitas pengurus KUD dibutuhkan agar pasar ini bisa berkembang dan tak kalah dalam bersaing dengan pasar modern,” kata Iqbal. Ia berharap, apa yang dilakukan di Pasar Grengseng ini bisa dikembangkan di daerah lain. terutama di Brebes. “Di sini masih banyak pasar-pasar desa yang belum direvitalisasi. Kalau ada program serupa, kami harap Brebes bisa diikutsertakan lagi di tempat yang berbeda,” harap Iqbal. mza/E-3

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment