Pasar Tradisional Jadi Destinasi Wisata | Koran Jakarta
Koran Jakarta | October 30 2020
No Comments
Revitalisasi Pasar l Anies Resmikan Empat Pasar Tradisional

Pasar Tradisional Jadi Destinasi Wisata

Pasar Tradisional Jadi Destinasi Wisata

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Gubernur DKI Jakarta berharap seluruh pasar di Ibu Kota tidak kalah bersaing dengan supermarket.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menjadikan pasar tradisional menjadi destinasi wisata baru. Saat ini, wisata culture (budaya) cukup pesat pertumbuhannya dibanding wisata nature (alam). Pasar tradisional dianggap menyimpan kebudayaan tinggi dalam setiap transaksinya.

“Kita ingin pasar-pasar ini menjadi tempat menarik di Jakarta, menjadi tempat tujuan wisata, baik bagi wisatawan domestik maupun internasional. Saya minta PD Pasar Jaya menambah petunjuk tidak hanya bagi warga Jakarta, tapi untuk wisatawan mancanegara,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies R Baswedan, saat meresmikan Pasar Senen Blok III, di Jakarta Pusat, Jumat (29/12).

Menurutnya, Pasar Senen memiliki tempat yang strategis ada di pusat kota. Untuk itu, pihaknya akan menjadikan pasar itu sebagai ikon pasar wisata dengan ciri khas keindonesiaan. Dia berharap para pedagang dan pembeli yang ada di pasar itu turut menjaga kebersihan dan ketertiban di dalam pasar.

“Tadi, saya sampaikan kepada Dirut PD Pasar Jaya untuk memastikan bahwa barunya blok III dan pasar lain yang direnovasi harus dijaga. Kita sering dalam membuat sesuatu hal yang baru itu relatif mudah, tapi mempertahankan kebaruan supaya pasar terasa bersih, rapi itu tantangan. Jadi, saya minta itu dijaga,” katanya.

Dia berharap Pasar Senen menjadi pasar komersial dengan pengelolaan profesional dan berpihak pada kaum marjinal. Terlebih, pasar merupakan tempat penjualan segala kebutuhan pokok. Anies meminta agar pasar tradisional beroperasi dengan efisien, biaya pengelolaan murah serta dibuka 24 jam.

“Sehingga biaya bagi pembeli yaitu warga Jakarta juga jadi lebih rendah. Saya berharap, kebijakan-kebijakan aturan aturan dibuat berpihak pada rakyat, buat aturan memudahkan agar pembeli dan pedagang bisa mengurangi biayanya,” ucapnya.

Selain meresmikan Pasar Senen Blok III, ada empat pasar rakyat lainnya yang diresmikan, yakni Pasar Sinar, Koja, Jakarta Utara, Pasar Bidadari, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Pasar Cawang Kaveling, Cawang, Jakarta Timur dan Pasar Karet Belakang (Karbela), Setiabudi, Jakarta Selatan. Pasar Senen Blok III berada di lahan seluas 17.086 meter persegi dan bangunan pasar dibangun seluas 13.582 meter persegi.

Tujuh Lantai

Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin, mengatakan bangunan baru Pasar Senen blok III itu terdiri dari tujuh lantai yaitu lantai semi basement los dengan jumlah tempat usaha sebanyak 385 unit.

Menurutnya, kawasan Pasar Senen merupakan salah satu pasar tertua di Jakarta. Di lokasi pasar yang baru itu, katanya, sudah tersedia parkir kendaraan sebanyak 340 unit. Selain berstandar nasional indonesia (SNI), pasar ini juga dilengkapi fire sprinklers, hydrant air, Closed-Circuit Television (CCTV), dan lain sebagainya.

“Sedangkan untuk empat pasar lainnya yang secara simbolis ikut diresmikan pembangunannya dimulai sejak Januari 2017. Ini merupakan pasar yang dibangun dengan dana penyertaan modal daerah. Sehingga untuk pedagang tidak dikenakan biaya bangunan, hanya biaya operasional pasar yang dibayarkan setiap bulan melalui sistem cash management system (CMS) Bank DKI,” tegasnya. pin/P-5

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment