Koran Jakarta | October 21 2017
No Comments
Pemilu Parlemen Prancis

Partai La République en Marche Raih Mayoritas

Partai La République en Marche Raih Mayoritas

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

PARIS – Seperti sudah diprediksi, Partai La République en Marche (Republic on the Move/LREM) memenangkan suara mayoritas pada pemilihan umum perlemen putaran kedua, yang diselenggarakan hari Minggu (18/6) lalu. Hasil perhitungan akhir memperlihatkan LREM memenangkan 350 kursi dari total 577 kursi parlemen yang diperebutkan.

Dengan hasil ini, maka Presiden Prancis, Emmanuel Macron, lebih leluasa dalam mewujudkan janjinya untuk memperbaharui peta politik Prancis. Sejak kampanye, Macron sangat ingin mendorong pertumbuhan reformasi di negaranya.

Kemenangan LREM telah mengesampingkan dan mempermalukan partai-partai tradisional Prancis, yang selama berpuluh tahun selalu menjadi partai berkuasa seperti partai sosialis dan partai konservatif.

Sementara itu di tengah-tengah gegap-gempita kemenangan LREM, pemilu Prancis 2017 telah menumbuhkan kekhawatiran karena tingginya angka suara abstain. Juru bicara pemerintah Prancis, Christophe Castaner, mengatakan lebih dari 50 persen para pemilih yang berhak memberikan suaranya, memilih berada di rumah ketimbang ke tempat pemungutan suara. Hal ini adalah sebuah kegagalan bagi politik Prancis dan menyoroti adanya kebutuhan untuk mengubah politik Prancis.

“Kemenangan yang sesungguhnya bukan terjadi semalam, tetapi dalam lima tahun ke depan ketika kami sudah benar-benar mengubah banyak hal,” kata Castaner dalam sebuah wawancara dengan Radio RTL, Senin (19/6).

Dikatakan pula olehnya, Perdana Menteri Edouard Philippe dan pemerintahannya akan mengundurkan diri dan sebuah kabinet baru akan dibentuk dalam beberapa hari ke depan. Namun Castaner memprediksi, Philippe bakal dipilih kembali.

Politisi Perempuan

Tingginya angka suara abstain menggarisbawahi bahwa Macron harus bersikap hati-hati dalam menjalankan program-program reformasinya dengan lembaga-lembaga perdagangan yang sudah kuat dan sebuah sejarah unjuk rasa, yang telah mendorong pemerintahan di masa lalu untuk menerbitkan undang-undang baru.

Sebelumnya pada bulan lalu, Macron memenangkan pemilu presiden Prancis dan dia memenangkan dua putaran pemilu parlemen. Kemenangan Macron secara berturut-turut menandai adanya perputaran kelas politik Prancis.

Di sisi lain, hasil pemilu parlemen Prancis juga menunjukkan bahwa tingginya warga untuk memilih perempuan sebagai wakil mereka di parlemen. Dari total 577 anggota parlemen yang baru terpilih, ada 223 kursi parleman yang dipegang kaum perempuan. Ini merupakan rekor tertinggi setelah dalam pemilu lalu jumlah perwakilan parlemen yang dipegang kaum perempuan hanya 155 kursi saja. Dari total 223 anggota parlemen perempuan yang terpilih itu, 47 persen berasal dari Partai LREM.

Tingginya kaum perempuan yang jadi anggota parlemen, menjadikan Prancis saat ini di peringkat ke-17 di dunia dan peringkat ke-6 di Eropa dalam hal keterwakilan perempuan di parlemen. Sebelumnya Prancis menduduki peringkat ke-64 dunia. uci/Rtr/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment