Koran Jakarta | December 17 2018
No Comments
Pemilu 2019

Parpol Harus Pecat Bacaleg Koruptor

Parpol Harus Pecat Bacaleg Koruptor

Foto : ISTIMEWA
Wahyu Setiawan
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan, menyarankan selain mencoret bakal calon legislatif mantan koruptor dari kontestasi Pemilu 2019, partai politik juga bisa memecat mereka sebagai kader partai. Tujuannya adalah untuk menegakkan pakta integritas yang telah ditandatangani parpol sebelum masa pendaftaran bacaleg.

Dengan memecat bacaleg dari partai, maka status bacaleg tersebut menjadi tidak memenuhi syarat (TMS) lantaran tidak lagi menjadi bagian dari partai. “Kalau dia dipecat, berarti sudah tidak memenuhi syarat lagi karena salah satu syarat dia anggota partai hilang. Partai yang memecat,” kata Wahyu di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (12/9).

Wahyu menjelaskan, salah satu persyaratan menjadi caleg dari suatu parpol adalah memiliki kartu tanda anggota (KTA) partai. “Artinya, kalau dia dipecat berarti KTA dia dicabut atau tidak berlaku. Nah, dia sudah tidak memenuhi syarat lagi,” tuturnya. KPU meminta pimpinan parpol menegakkan pakta integritas yang sebelumnya telah ditandatangani peserta Pemilu 2019.

KPU berharap pimpinan partai dapat ikut mewujudkan pemilu yang berintegritas dengan tidak mengajukan mantan koruptor. Sebelumnya, Bawaslu meloloskan 38 mantan koruptor sebagai bakal caleg 2019, terhitung Senin (10/9).

Pada masa pendaftaran bacaleg, mereka dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) oleh KPU. Para mantan koruptor tersebut lantas mengajukan sengketa pendaftaran ke Bawaslu dan Panwaslu setempat. Hasil sengketa menyatakan seluruhnya memenuhi syarat (MS). 

 

Ant/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment