Koran Jakarta | June 23 2017
No Comments
Skandal Russia I Kemampuan Gedung Putih Menyelesaikan Persoalan Dipertanyakan

Parlemen AS Akan Selidiki Hubungan Trump-Russia

Parlemen AS Akan Selidiki Hubungan Trump-Russia

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Kasus yang menimpa mantan penasehat keamanan nasional Michael Flynn yang kemudian dikenal sebagai “Skandal Russia”, mengancam agenda politik internasional Trump.

Washington- Masalah pembicaraan tak resmi orang dekat Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Russia terus meluas pada Rabu (17/2) waktu setmpat, setelah sejumlah anggota parlemen dari Partai Republik menuntut penyelidikan atas persoalan tersebut.

Sebelumnya, Trump memaksa penasihat keamanan nasional, Michael Flynn, mundur setelah terbukti membicarakan sanksi Washington kepada Kremlin dengan Duta Besar Russia untuk Amerika Serikat sebelum Trump resmi menjabat presiden. 

Dalam menanggapi temuan itu, senator berpengaruh dari Partai Republik, John McCain dan Lindsey Graham, menyatakan prihatin. Tekanan juga muncul dari Kepala Komite Hubungan Luar Negeri Senat, Bob Corker, yang selama ini menjadi pendukung utama Trump.

Corker mengatakan bahwa skandal Russia mengancam agenda politik internasional Trump. Dia mempertanyakan kemampuan Gedung Putih menyelesaikan persoalan itu dan mendesak Flynn bersaksi di Kongres.

“Kita harus menyelesaikan persoalan Russia ini secepatnya. Mungkin saja ada hal-hal yang jauh lebih dalam dari yang kita duga,” kata Corker kepada MSNBC.

Sementara itu, kubu oposisi, Partai Demokrat, meminta penyelidikan independen atas kemungkinan adanya jalur komunikasi gelap antara Flynn dengan pemerintah Russia.

Tokoh Demokrat yang paling berpengaruh di Senat, Chuck Schumer, mengatakan bahwa Jaksa Agung Jeff Sessions, yang merupakan orang dekat Trump, tidak boleh terlibat dalam investigasi tersebut.

Tokoh dari Komite Judisial Senat, baik dari Partai Republik maupun Demokrat, telah meminta Sessions dan Direktur FBI James Comey untuk mengirim dokumen dan menjelaskan lebih lanjut terkait undur diri Flynn.

Sementara itu, Senator Lindsey Graham meminta penyelidikan Kongres yang lebih luas dengan melibatkan kedua partai utama. Dia ingin mengetahui apakah tim kampanye Trump telah berkomunikasi dengan Russia.

Keterlibatan Russia

Sebelumnya, badan intelejen Amerika Serikat telah menyimpulkan bahwa Russia telah terlibat dalam peretasan surat elektronik petinggi Demokrat menjelang pemilihan presiden sebagai upaya untuk memenangkan Trump.

Pada saat ini, FBI bersama sejumlah badan intelejen lain tengah menyelidiki apakah ada hubungan antara Trump dan tim kapanyenya dengan mata-mata Russia atau pihak lain yang punya hubungan dengan pemerintahan negara tersebut.

Baru-baru ini, FBI meminta keterangan Flynn terkait pembicaraan telepon antara dia dengan duta besar Russia di Washington.

Sejumlah sumber mengatakan bahwa hingga kini, belum ada bukti ada persekongkolan Russia dengan tim kampanye Trump. Mereka juga belum menemukan bukti tindakan kejahatan Flynn atau orang lain dekat Trump. Ant/rtr/AR-3 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment