Pandemi, Tingkatkan Kewaspadaan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | April 7 2020
No Comments
PERSPEKTIF

Pandemi, Tingkatkan Kewaspadaan

Pandemi, Tingkatkan Kewaspadaan

Foto : AFP/Fabrice Coffrini
Tedros Adhanom Ghebreyesus Direktur Jenderal WHO
A   A   A   Pengaturan Font

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak pemerintah negara-negara terdampak virus korona atau Covid-19 meningkatkan pengendalian dan pencegahan. Hal ini disampaikan setelah Organisasi Kesehatana Dunia (WHO) menyatakan Covid-19 terus menyebar cepat hingga ke wilayah yang jauh dari pusat wabah. WHO mencatat selama dua pekan terakhir, kasus korona meningkat hingga 13 kali lipat di luar Tiongkok sebagai pusat wabah, serta menginfeksi ke negara-negara yang terdampak hingga tiga kali lipat.

WHO menilai Covid-19 dapat dikategorikan sebagai pandemi yang merupakan epidemik penyakit menyebar di wilayah sangat luas mencakup lintas benua atau global. Pandemi ditetapkan bila memenuhi: menculnya penyakit baru, menginfeksi manusia, dan menyebabkan penyakit berbahaya, serta dapat menyebar dengan mudah dan berkelanjutan antarmanusia.

Menurut WHO, penetapan pandemi Covid-19 membutuhkan pendalaman sehingga tidak bisa segera begitu saja. Sebab, jika terburu-buru, bisa menimbulkan kepanikan. Status pandemi tidak mengubah tekanan global dalam penanganannya. Hingga kini, belum ada kriteria spesifik yang menentukan status pandemi. Pandemi juga tidak ditentukan jumlah kasus atau kematian.

Namun, setidaknya ada tiga kriteria umum sebuah penyakit dikatakan sebagai pandemi. Pertama, virus dapat menyebabkan penyakit atau kematian. Kedua, penularan virus dari orang ke orang terus berlanjut tak terkontrol. Ketiga, virus telah menyebar ke hampir seluruh dunia. Tercatat ada beberapa penyakit pandemi paling mematikan sepanjang sejarah seperti cacar, campak, tipus, flu spanyol, HIV/AIDS.

Status pandemi terkait dengan tindakan spesifik yang perlu diambil. Artinya, status pandemi berarti tak hanya fokus pada penahanan, tapi harus semakin fokus pada mitigasi penyebaran virus korona atau harus ada pergeseran strategi yang dilakukan otoritas kesehatan. WHO sejak awal mengingatkan semua negara mengambil tindakan agresif dan mengambil pendekatan ke masyarakat serta menerapkan strategi komprehensif untuk mencegah infeksi dan meminimalisasi dampak lanjutan.

WHO mengingatkan semua negara untuk mengaktifkan dan meningkatkan mekanisme respons darurat melalui empat cara. Pertama, bersiap dan mengantisipasi penularan termasuk menyiapkan rumah sakit, melindungi dan melatih tenaga medis. Kedua, mendeteksi, melindungi dan merawat pasien terinfeksi, juga menguji, memisahkan dan melacak penyebaran kasus infeksi. Ketiga, mengurangi transmisi. Keempat, berinovasi dan belajar terkait penanganan virus ini.

Sementara itu, Indonesia juga telah meningkatkan kewaspadaan menyusul penetapan status pandemi tersebut. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau agar tidak panik. Penetapan status pandemi menunjukkan bahwa korona bisa menyerang siapa saja dan negara mana saja. Tercatat 114 negara telah terinfeksi dan menimbulkan korban meninggal besar.

Terlebih dari itu, negera-negara akan mengerahkan segala kemampuan ilmu pengetahuannya untuk mengetahui serta mendeteksi, menguji, merawat, mengisolasi pasien, memetakan mereka yang kontak dengan pasien. Kemudian mengerahkan sumber dayanya untuk merespons pandemi. Manusia sudah pasti mampu melalui jalan panjang mencegah virus yang terus menyebar ini.

Bukan saja negara-negara yang yang terdampak virus korona baru, tapi semua negara mesti meningkatkan pengendalian dan pencegahan virus yang telah merenggut nyawa lebih dari 4.500 orang itu. Indonesia selalu mengikuti langkah-langkah sesuai dengan standar prosedur operasional internasional karena tak ingin korban terus berjatuhan. Semoga wabah ini segera berakhir.

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment