Pameran Perumahan Bisa Kurangi “Backlog” | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments

Pameran Perumahan Bisa Kurangi “Backlog”

Pameran Perumahan Bisa Kurangi “Backlog”

Foto : Koran Jakarta/M Fachri
Dari kiri: Plt. Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., Oni Febriarto, dengan Wakil Menteri Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jhon Wempi Wetipo, Komisaris Bank BTN, Lucky F. Aziz dan Direktur Bank BTN, Budi Satria saat membuka pameran properti tahunan Bank BTN, Indonesia Property Expo (IPEX) 2019, di JCC Jakarta, Sabtu (16/11).
A   A   A   Pengaturan Font

Hadirnya ajang pameran perumahan, Property Expo (IPEX) 2019, di penghujung 2019 diharapkan bisa menjadi rujukan masyarakat yang ingin memiliki hunian. Secara bisnis, IPEX 2019 diharapkan dapat mengerek naik dominasi pangsa Kredit Pemilikan Rumah (KPR) perseroan.

Plt Direktur Utama Bank BTN, Oni Febriarto, mengatakan sebagai pemimpin di pasar KPR, perhelatan IPEX menjadi upaya perseroan untuk ikut menggairahkan pasar properti. Opsi strategis tersebut, tambah dia, juga digelar sejalan dengan upaya bank sentral mendorong sektor properti melalui relaksasi aturan Loan to Value (LTV).

Apalagi, ujar Oni, sektor properti memiliki dampak berlipat yang positif bagi industri lainnya. “IPEX kali ini menjadi upaya kami ikut menggairahkan pasar properti di tengah momentum stabilitas ekonomi saat ini,” jelas Oni pada pembukaan IPEX 2019 di Jakarta.

Melalui pameran ini, Oni berharap masyarakat Indonesia akan kian mudah memeroleh hunian. Hal tersebut juga sejalan dengan komitmen Bank BTN dalam mendukung Program Satu Juta Rumah.

“Backlog (kurangnya pasokan) perumahan masih menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi kami sebagai agen Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) di bidang pembiayaan perumahan. Ajang IPEX ini menjadi langkah kami menyediakan berbagai pilihan hunian bagi masyarakat,” kata Oni. Saat ini backlog masih dikisaran 11 jutaan unit.

Sementara itu, hingga September 2019, Bank BTN mencatatkan pertumbuhan KPR sebesar 18,45 persen secara tahunan (year-onyear/ yoy) dari 163,61 triliun rupiah pada September 2018 menjadi 193,8 triliun rupiah.

Kenaikan tersebut disumbang melesatnya penyaluran KPR Subsidi sebesar 25,54 persen yoy menjadi 111,64 triliun rupiah pada kuartal III/2019. KPR Non-subsidi Bank BTN pun melaju positif di level 10,01 persen yoy menjadi 82,16 triliun rupiah per September 2019.

Dari pameran perumahan tersebut, Bank BTN membidik potensi transaksi KPR senilai 3 triliun rupiah. Potensi tersebut pun diyakini akan kian meningkatkan dominasi perseroan di pasar KPR.

Adapun, kinerja positif KPR Bank BTN sukses menempatkan bank spesialis pembiayaan perumahan ini tetap menjadi nomor wahid di pasar KPR. Per Juni 2019, Bank BTN masih mendominasi pasar KPR dengan pangsa sebesar 40,31 persen.

Di pasar KPR Subsidi, BTN menguasai pasar dengan pangsa sebesar 91,55 persen per September 2019. “Kami juga berterima kasih kepada pemerintah, khususnya Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan, dan stakeholder terkait karena telah mendukung Bank BTN hingga menjadi pemimpin pasar di bisnis KPR Subsidi,” tutur Oni.

Dalam ajang IPEX ke-19 ini, Bank BTN menggandeng 106 pengembang. Rinciannya, sebanyak 71 di antaranya merupakan pengembang Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Non-Subsidi dan 35 sisanya merupakan pengembang KPR Subsidi. Secara total, Bank BTN menghadirkan sekitar 650 proyek perumahan yang tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Bank BTN juga menawarkan berbagai tipe hunian dalam pameran tersebut. Pameran yang digelar dalam rangka ulang tahun KPR ke-43 tersebut menjajakan hunian dengan kisaran harga dari 140 juta rupiah sampai lebih dari 1 miliar rupiah.

Perseroan menghadirkan mulai dari rumah tapak, hingga rumah vertikal yang mengikuti tren eco living. Selain lokasi yang menyebar, Bank BTN juga menyediakan hunian di lokasi strategis seperti di Kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD).

Oni merinci dalam pameran tahunan tersebut, Bank BTN juga memberikan berbagai penawaran menarik. Di antaranya, menawarkan suku bunga KPR sebesar 6,43 persen fixed satu tahun serta bebas biaya provisi, administrasi, dan appraisal. Bank BTN juga menghadirkan diskon asuransi jiwa sebesar 20 persen dan uang muka ringan mulai 1 persen.

“Kami berharap berbagai promosi menarik ini dapat mempermudah masyarakat untuk memiliki rumah,” tutur Oni.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mencatat adanya peningkatan penjualan properti residensial pada kuartal III/2019. Peningkatan tersebut disebabkan naiknya penjualan pada rumah tipe kecil dan tipe besar.

Secara tahunan, kenaikan tersebut dinilai cukup besar dengan pertumbuhan properti residensial sebesar 13,95 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) di kuartal III/2019. Angka tersebut melesat dari kontraksi negatif sebesar -15,79 persen yoy pada triwulan sebelumnya.

Bank sentral juga mencatat, fasilitas KPR masih menjadi sumber pembiayaan utama bagi konsumen dalam melakukan pembelian properti residensial. yun/E-6

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment