Pacu Bisnis dengan “Platform” Internet | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
1 Comment

Pacu Bisnis dengan “Platform” Internet

Pacu Bisnis dengan “Platform” Internet

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Sektor bisnis membutuhkan teknologi untuk menjaring konsumen baru. Realitas tertambah bisa menjadi solusi untuk menarik pelanggan.

Realitas tertambah (Augmented Reality/ AR) adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi. Platform ini lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata.

AR bukan hanya untuk permainan saja seperti yang pernah hit melalui game Pokemon Go. Teknologi yang bekerja dengan ‘memanipulasi’ realitas yang ada dan menampilkan konten atau informasi digital melalui layar perangkat pengguna ini juga bermanfaat bagi dunia bisnis.

Mercedez Benz pernah melakukan presentasi dengan AR pada peringatan 152 pabrikan mobil asal Stuttgart Jerman. Presentasi dimulai dengan membawa penonton ke tahun dimana kendaraan masih mengandalkan tenaga kuda hingga tahun 2011, lalu menampilkan sedan Mercedes terbaru dalam format AR.

Bukan hanya presentasi, AR berguna juga untuk pelatihan karyawan perusahaan industri. Dengan realitas tertambah karyawan seoleh berada di lokasi pabrik dan melakukan proses kerja secara simulatif.

Sementara pada sektor retail tekonologi ini berguna dalam menampilkan profil produk secara lebih rinci. Pada sektor retail Alfamart dan Almamidi bersama DAV berkolaborasi dalam memberikan pengalaman kepada pelanggannya saat belanja online.

Konsumen dapat menggunakan teknologi Dav 2.0 pada sebuah layar berteknologi AR ditambah dengan kecerdasan buatan (artificial Intelligence/ AI), dan internet untuk segala (internet of things/IoT).

GM DAV, Hertha Joyce Agustine menjelaskan, “Perangkat terbaru dan baru pertama ada di Indonesia ini kam proyeksikan mampu untukmembuat brand berinteraksi, memberikan pengalaman dan mengedukasi konsumen dan juga mengukur performa brand secara lebih efektif dan efisien,” ujar dia di Jakarta.

Dengan teknologi AR, pengguna dapat merasakan pengaman merasakan tampilan wajah mereka di layar dalam format unik dan lucu, dengan membawa kemasan produk tertentu yang telah dilengkapi dengan keampuan AR.

Interaksi dengan layar interaktif ini akan ditangkap oleh AI untuk dilakukan profiling pelanggan seperti umur, jenis kelamin, dan perilaku dalam berbelanja, berdasarkan foto dan apa yang dibeli.

Selain Dav, merek teknologi yang menawarkan AR adalah Minar, sebuah sebuah aplikasi permainan berbasis AR dan Geolocation.

Aplikasi ini bertujuan ikut mendukung inklusi bisnis dari beragam sektor di Indonesia melalui teknologi.

Aplikasi AR yang di kembangkan oleh pengembang konten AR&AmpCo sejak peluncurannya pada 2018 lalu terus berkomitmen untuk mengedepankan inovasi dan mendorong perkembangannya guna mendukung inklusi bisnis di berbagai sektor, termasuk UKM. Aplikasi Minar kini telah bekerjasama dengan McDonald’s, ElectronicCity, Denpoo Electronics dan lainnya. Tidak hanya mitra ternama, perusahaan ini juga membuka peluang bagi UKM untuk bekerjasama dan memperluas jangkauannya.

Managing Director MINAR Mario Khoe, menjelaskan, dengan menggunakan Minar, korporasi dari beragam bisnis termasuk UKM dapat meningkatkan trafik pada ritel online maupun offline mereka. “Dengan Minar perusahaan secara efisien dapat mendekatkan kepada konsumen. Selain tiu juga dapat mengukur data yang dikoleksi pada lokasi yang ditentukan,” ujar dia.

Sedangkan dari sisi konsumen juga terjadi peningkatan kebutuhan untuk merasakan pengalaman yang menyenangkan dan berbeda.

Seperti Dav, Minar memiliki fitur reward system, sehingga dapat menghidupkan pengalaman berinteraksi yang interaktif dan menarik bagi konsumen dengan sejumlah poin belanja.

Cara kerja Minar cukup mudah, pengguna hanya perlu mengambil batu-batu Minar yang memiliki nilai ekonomis, pada lokasi yang ditentukan, di dunia nyata. “Kami mengharapkan kedepannya dengan adanya Minar korporasi dari beragam sektor bisnis di Indonesia dapat memiliki akses setara untuk peluang serta penyebaran benefit nyata kepada target konsumennya,” lanjut Mario.

Batu-batu Minar kedepannya berpotensi untuk dapat di letakan di bagian manapun di seluruh dunia sehingga jangkauan konsumen dan korporasi yang dapat bekerjasama dengannya menjadi sangat luas.

Minar juga akan mengembangkan blockchain, dengan bekerjasama dengan enabler blockchain ternama di Asia, Infinity Blockchain Ventures (IBV) sekaligus menjadi AR pertama yang memiliki fitur blockchain sebagai bagian dari layanannya.

Sementara WIR Group memaparkan, pemanfaatan AI, AR dan VR dalam berbagai sector industri di Indonesia akan meningkat sebagai solusi bagi bisnis di beragam sektor dan transformasi perusahaan.

Perusahaan ini akan menggarap sektor ritel yang memiliki potensi cukup besar melalui aplikasi Mindstores untuk jaringan toko virtual.

Menurut International Data Corporation (IDC) sektor ritel akan tumbuh 17 persen per tahun hingga 2021. Diperkirakan sektor ritel akan memprioritaskan transformasi digital untuk meningkatkan business operations, customer engagement dan pemahaman yang lebih baik tentang referensi berbelanja.

Co–Founder WIR Group, Michael Budi, mengatakan: “WIR Group beroperasi dengan prinsip fundamental dan kami optimis dalam melihat perkembangan pemanfaatan digital reality di beragam sektor dan terutama mereka yang ingin bertransformasi,” ujar dia di Jakarta pekan lalu. hay/E-6

Klik untuk print artikel

View Comments

marcella
Minggu 1/12/2019 | 08:47
mau main game yg menghasilkan duit ?? ayo kunjungi qqharian.info ada bonus cashback 100% ada extra bonus 200% dan ada bonus tambahan 5% yg bisa di claim setiap kali deposit ayo tunggu apa lagi kunjungi qqharian.info anda menang kami bayar , anda kalah kami ganti code referal 2419ed2e

Submit a Comment