Koran Jakarta | June 26 2019
No Comments
“Proyek 2025”

Pabrikan Jepang Jual 100 Persen Mobil Listrik di Eropa

Pabrikan Jepang Jual 100 Persen Mobil Listrik di Eropa

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Mesin konvensional yang kurang efisien dan menghasilkan emisi karbon akan segera ditinggalkan. Hal ini ditandai dengan rencana pabrikan otomotif hanya memasarkan mobil listrik di kawasan tertentu.

Honda yang telah memiliki beberapa prototipe mobil listrik akan memasarkan 100 persen mobil listrik di Eropa pada 2025 mendatang. “Target tersebut merupakan revisi dari target Honda sebelumnya yakni, dua pertiga penjualan di Eropa berasal dari mobil listrik,” demikian kata Senior Wakil Presiden Honda Eropa, Tom Gardner.

“Sejak visi Honda 2030 pertama kali diumumkan pada Maret 2017 lalu, kami terus melangkah menuju dimana seluruh penjualan kami di Eropa kelak berasal dari mobil listrik. Berbagai tantangan yang dihadapi, menuntut kami untuk menghasilkan produk yang lebih ramah lingkungan bagi mobilitas manusia,” lanjut Gardner.

Komitmen Honda untuk pengembangan mobil listrik diwujudkan melalui Honda e Prototype, diluncurkan pertama kali di Jenewa, Swiss, sebagai wujud mobil listrik pertama Honda untuk pasar Eropa, yang akan diproduksi massal pada akhir 2019.

Diposisikan sebagai kendaraan perkotaan, Honda e Prototype mampu melaju hingga 200 km dalam kondisi baterai terisi penuh, dan memiliki fitur fast charging yang dapat mengisi daya listrik hingga 80 persen dalam 30 menit.

Honda e Concept dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang emosional dan menyenangkan, didukung penggerak motor elektrik pada roda belakang. Melalui website pemesanan Honda hingga saat ini, Honda telah menerima 15.000 pendaftar yang berminat terhadap Honda e Prototype.

Tidak hanya itu, pada awal 2019, Honda telah sukses meluncurkan All New Honda CR-V hibrida yang didukung teknologi full hybrid i-MMD dengan dua motor penggerak. Honda mengharapkan teknologi hibrida juga dapat memainkan peran penting untuk visinya di tahun 2025.

Kemudian, pada acara konferensi pers di Jenewa, Honda juga memperkenalkan bisnis energy management solutions di Eropa yang pernah diperkenalkan di Frankfurt Motor Show 2017 lalu melalui Power Manager bi-directional charging concept.

Tom Gardner mengatakan, Honda berupaya membangun portfolio dari produk manajemen energi serta menawarkan layanan secara lengkap untuk konsumen mobil listrik dan operator di Eropa.

“Ini adalah langkah signifikan bagi Honda, dengan menghadirkan inovasi terdepan di industri melalui peluncuran layanan manajemen energi. Teknologi ini diharapkan dapat memberi nilai tambah bagi operator sistem energi dan konsumen mobil listrik,” ungkapnya.

Honda juga bekerja sama dengan EVTEC untuk membangun teknologi bi-directional Honda Power Manager. Teknologi ini kompatibel dengan baterai pada mobil listrik, seperti Honda e Prototype dan berencana memasarkan produk tersebut dalam beberapa tahun kedepan. Honda juga mengumumkan kerja samanya dengan dua rekan eksternal seperti Moixa dan Ubitricity.

Moixa adalah perusahaan yang memiliki spesialisasi di bidang agregator sumber daya, sehingga memungkinkan konsumen mendapatkan keuntungan dari membagikan kapasitas listrik dari kendaraannya.

Sedangkan Ubitricity, perusahaan penyuplai alat pengisian daya, yang menyediakan pendekatan inovatif pada pengisian daya di jalan perkotaan.

“Langkah Honda selanjutnya adalah melakukan studi terhadap teknologi tersebut di London, Inggris dan Offenbach, Jerman. Perkembangan dari penelitian tersebut akan diumumkan pada akhir tahun,” ujar Gardner. hay/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment