Otopet Listrik Masuk Alat Angkut Perorangan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments
Kendaraan Alternatif

Otopet Listrik Masuk Alat Angkut Perorangan

Otopet Listrik Masuk Alat Angkut Perorangan

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Dinas Perhubun­gan DKI Jakarta akan mengatur dan memasukkan skuter listrik (otopet listrik) ke jenis alat an­gkut perorangan atau umum dikenal dengan istilah “person­al mobility device”.

“Iya, untuk sementara kon­sepnya dari kami seperti otopet, unicycle (sepeda roda satu), skateboard, itu nanti ada yang sejenisnya kita akan godok lagi,” kata Kepala Bidang De­partemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta Pri­yanto MT saat ditemui di FX Sudirman, Jakarta Pusat, Senin.

Alat angkut perorangan se­perti skuter listrik akan diregu­lasi karena selama ini belum ada aturan yang secara khusus bagi kendaraan yang untuk satu orang itu.

Aturan alat angkut per­orangan itu nantinya berisi mu­lai dari marka jalan, rambu-rambu serta ketentuan dari kecepatan kendaraan- kenda­raan nonpolusi itu.

“Insya Allah di akhir bulan secara draf jadi, nanti kan di situ akan kita rapatkan lagi dengan beberapa stakeholder nanti baru sampai kita ke Pak Guber­nur untuk pengesahan,” kata Priyanto.

Salah satu pihak yang akan berkoordinasi mengenai alat angkut perorangan itu adalah GrabWheels yang menyediakan layanan jasa sewa skuter listrik.

Peraturan alat angkut per­orangan itu nantinya mengacu pada UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang memiliki denda 500.000 rupiah terkait pelanggaran rambu lalu lintas pengguna kendaraan

Pelanggaran yang kerap di­temui seperti pengguna yang tidak menggunakan helm, ber­boncengan dan mengoperasi­kannya di jalan raya.

Puncaknya pelanggaran aturan penggunaan skuter lis­trik itu saat panel-panel kayu di tiga JPO, yaitu JPO Senayan, JPO Gelora Bung Karno dan JPO Polda Metro Jaya mengalami kerusakan akibat terus-terusan dilintasi skuter listrik yang diop­erasikan pada fasilitas pejalan kaki itu.

Optimalkan Jalur Sepeda

Selain itu, Dinas Perhubun­gan DKI Jakarta bersama Grab Indonesia berkolaborasi mengoptimalkan jalur sepeda khususnya di wilayah Senay­an-Gelora Bung Karno untuk layanan skuter listrik yang ter­masuk dalam golong kenda­raan nonpolusi.

“Kami ingin GrabWheels dapat membantu visi pemerin­tah, berkontribusi untuk men­dukung penggunaan transpor­tasi massal. Ini sangat efektif karena skuter listrik sangat te­pat untuk berpindah dengan jarak pendek,” kata Head of Public Affairs Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno.

Jalur sepeda yang diopti­malkan untuk layanan skuter listrik dari GrabWheels berop­erasi di Senayan dan Gelora Bung Karno (GBK) tersedia se­panjang 6 kilometer.

Jalur sepeda yang digunak­an untuk skuter listrik berada di trotoar yang nantinya akan memiliki lebar sebesar 1,5 me­ter.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Bidang Depar­temen Lalu Lintas Dinas Per­hubungan DKI Priyanto MT mengatakan, jalur sepeda yang ada di trotoar akan dikhusus­kan untuk skuter listrik, ber­beda dengan jalur sepeda yang berada di badan jalan raya.

“Ya berarti untuk semen­tara, jalur sepeda di trotoar un­tuk skuter listrik. Kalau untuk sepeda pakai jalur sepeda yang ada di badan jalan,” kata Pri­yanto. pin/P-5

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment