Optimalkan Keahlian Mahasiswa | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 20 2020
No Comments
Kemenaker “Goes to Campus” I Program Pemberdayaan Ditautkan Keandalan Perguruan Tinggi

Optimalkan Keahlian Mahasiswa

Optimalkan Keahlian Mahasiswa

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Kampus Merdeka mempermudah perguruan tinggi berinovasi. Penyederhanaan ini sangat bagus untuk peningkatan kualitas pendidikan.

JAKARTA - Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah mengunjungi kampus-kampus memperkenalkan program Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) untuk pemberdayaan pekerja kepada mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan keterampilan mahasiswa agar setelah lulus siap diterima di dunia kerja. Keterampilan mahasiswa harus maksimal, kalau mau diterima dunia kerja.

“Kemnaker memiliki banyak program kerja untuk pemberdayaan dan peningkatan keterampilan, khususnya bagi angkatan kerja baru dan pekerja terkena PHK atau tidak bekerja lagi,” kata Ida Fauziah saat mengunjungi kampus Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, di Kemang, Bogor, Kamis (13/2) pada program “Kemnaker Goes to Kampus” .

Menurut Ida Fauziah, melalui program “Kemnaker Goes to Kampus” Kemenaker berupaya menautkan program Kemnaker dan kemampuan mahasiswa. Selain, itu juga dengan kesiapan dunia kerja, sehingga para mahasiswa setelah lulus bisa segera di terima di dunia kerja.

Apalagi, kata dia, dunia saat ini sudah memasuki era industri 4.0 yang berbasis teknologi informasi. Maka, mahasiswa juga harus dapat menyesuaikan kemampuannya pada kebutuhan dunia kerja. “Pada era industri 4.0, banyak pekerjaan hilang, tapi banyak juga pekerjaan baru yang muncul,” katanya. Mantan anggota DPR ini menegaskan, mahasiswa harus meningkatkan keterampilan dan konektivitas.

Ida menjelaskan, Kemnaker pada 2019 memiliki sejumlah program pemberdayaan manusia seperti menyelenggarakan magang kerja untuk 210.000 orang di dalam dan luar negeri. Kemudian, memberi pelatihan keterampilan berbasis kompetensi kepada 257.240 orang. Ada juga meningkatkan produktivitas kerja kepada 911.152 orang. Di luar itu, terdapat program memberdayakan 76.000 orang melalui program padat karya serta 2.500 melalui program teknologi tepat guna.

Kemudian, pada 2020, Kemnaker meluncurkan 2.000 paket bantuan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas dengan nilai anggaran 2 triliun trliun. Sebanyak 1.500 lembaga pelatihan kerja akan ditingkatkan kualitasnya. Kemnaker juga meluncurkan 417 paket bantuan sarana dan prasarana lembaga pelatihan kerja.

Permudah Buka Prodi

Sementara itu, Rektor Universitas Bakrie Prof Ir Sofia W Alisjahbana menilai, kebijakan Kampus Merdeka Mendikbud Nadiem mampu menyelaraskan kebutuhan kampus dan industri. “Kebijakan ini terbukti mampu menyelaraskan kebutuhan industri dan kampus,” ujar Sofia.

Program magang mahasiswa, lanjut dia, harus masuk dari kurikulum lebih dulu. Kemudian diterapkan magang maksimal tiga semester di luar program studi. Dia menyatakan tidak masalah dengan kebijakan Kampus Merdeka. “Kami sudah sejak dulu menerapkan. Bahkan kami mendapat penghargaan dari Menteri BUMN untuk program magang mahasiswa bersertifikat,” jelas dia.

Malahan, waktu tunggu lulusannya tidak sampai tiga bulan karena setelah magang, sebagian besar lulusan diperlukan perusahaan tempat magang. Sedangkan untuk satu semester mengambil program studi lain, lanjut dia, akan lebih mudah menyesuaikannya.

Begitu juga terkait dengan pembukaan program studi baru. Menurut Sofia, kebijakan Kampus Merdeka mempermudah kampus membuka prodi yang sesuai dengan kebutuhan saat ini. “Kami menilai Kampus Merdeka mempermudah perguruan tinggi berinovasi. Penyederhanaan ini sangat bagus untuk peningkatan kualitas pendidikan,” katanya.  ruf/Ant/G-1

 

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment