Koran Jakarta | August 24 2019
No Comments
Sumber Pertumbuhan - Pada 2019, Kelompok Usia Produktif Capai 67 Persen dari Total Penduduk

Optimalkan Bonus Demografi

Optimalkan Bonus Demografi

Foto : ISTIMEWA
Job Fair di JIEXPO
A   A   A   Pengaturan Font
Saat ini, ekonomi dunia tidak lagi didorong SDA, melainkan SDM mumpuni yang sanggup menciptakan teknologi baru.

Jakarta – Indonesia harus mampu mengoptimalkan perubahan struktur penduduk untuk mendorong perekonomian. Sebab, perubahan struktur penduduk merupakan peluang untuk memanfaatkan produktivitas penduduk usia produktif agar mendorong pertumbuhan ekonomi negara. “Namun, bonus demografi dapat menjadi bencana demografi jika sumber daya manusia tidak memiliki kualitas baik yang ditandai dengan tingkat pendidikan dan keterampilan yang rendah.

Untuk itu, Indonesia perlu mempertimbangkan kebijakan guna mengoptimalkan perubahan struktur penduduk tersebut,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro, dalam seminar nasional bertema Pemanfaatan Demografi Indonesia di Sektor Kepariwisataan, Kebaharian, dan Ekonomi Kreatif, di Jakarta, Selasa (29/8).

Bambang menyatakan cepatnya perubahan demografi di Tanah Air akan membawa Indonesia pada kondisi windows of opportunity, di mana jumlah penduduk usia produktif (15–64 tahun) terus meningkat dan mencapai puncak pada 2030. Dalam periode tersebut, Indonesia menjadi salah satu negara dengan angkatan kerja terbanyak di Asia.

Peningkatan jumlah penduduk usia produktif merupakan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi akibat adanya konsumsi yang tinggi, peningkatan investasi, produktivitas, dan penurunan angka ketergantungan. Kondisi tersebut sudah dikenal masyarakat dengan istilah bonus demografi.

Data Badan Pusat Statistik memproyeksikan pada 2019, kelompok usia produktif akan mencapai besaran 67 persen dari total penduduk dan sebanyak 45 persen dari 67 persen tersebut berusia antara 15–34 tahun. Namun, setelah 2030, angka ketergantungan mulai mengalami peningkatan karena jumlah penduduk usia tua (65 tahun ke atas) meningkat.

Hingga pada 2045, Indonesia sudah menjadi aging society dengan perkiraan penduduk tua mencapai 12,45 persen dari total penduduk.

 

Pengangguran Tinggi

 

Saat ini, pemanfaatan pertumbuhan jumlah penduduk usia produktif masih belum optimal. Salah satunya terlihat dari Angka Partisipasi Kerja 2015 yang tercatat masih sekitar 66 persen dengan kenaikan yang relatif lambat. “Rendahnya angka tersebut menunjukkan masih tingginya jumlah pengangguran yang berdampak pada rendahnya tingkat produktivitas,” ujar Bambang.

Di tempat terpisah, Dekan Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM), Erwan Agus Purwanto mengatakan, saat ini ekonomi dunia tidak lagi didorong oleh Sumber Daya Alam (SDA) melainkan Sumber Daya Manusia (SDM) mumpuni yang sanggup menciptakan teknologi baru. “Dengan bonus demografi ini ada kesempatan bagi Indonesia untuk tinggal landas, banyak anak muda produktif banyak yang pintar.

Syaratnya negara harus perhatikan,” katanya. Sayangnya, bonus demografi tersebut cenderung masih diabaikan terutama oleh pemerintah daerah (Pemda). Pemda semestinya bisa memulai perhatiannya pada struktur demografi dengan mencermati aspek kependudukan di daerahnya seperti pendataan yang faktual dan terukur. Jadi, pendataan sudah bukan sekadar usia dan jenjang pendidikan namun juga memetakan keterampilan dan keunggulan penduduknya. 

 

YK/Ant/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment