Koran Jakarta | February 18 2019
No Comments

Optimalisasi Teknologi Digital untuk Dunia Medis

Optimalisasi Teknologi Digital untuk Dunia Medis

Foto : Istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) punya potensi memecahkan masalah kesehatan. AI dapat mendeteksi dan mengatasi beberapa penyakit.

Di India, Microsoft berkolaborasi dengan salah satu organisasi kesehatan terbesar di negara tersebut, Apollo Hospitals. Keduanya mengembangkan jaringan AI untuk mengatasi penyakit jantung, yang merupakan penyebab sepertiga kematian di seluruh dunia.

“Di India saja, hampir tiga juta kasus serangan jantung terjadi setiap tahunnya, dan diperkirakan 30 juta masyarakat India menderita penyakit jantung coroner,” kata President Director Microsoft Indonesia, Haris Izmee. Di India, AI Microsoft dan Apollo Hospitals mengembangkan modelmodel pembelajaran mesin terbaru untuk memprediksi resiko penyakit jantung pada pasien dan membantu dokter membuat perencanaan pengobatannya.

Dengan AI, kata Haris, tidak hanya memperkuat kecerdasan manusia, tetapi juga kualitas yang menjadikan sebagai manusia seutuhnya. “Kepedulian kita.

Keingintahuan kita. Keinginan kita bersama untuk menciptakan hari esok yang lebih baik,” kata Haris. Sama dengan Microsoft, Google memanfaatkan AI untuk mendeteksi penyakit jantung. Dengan pemin-daian mata, Google malalui anak usahanya Verily, mengembangkan teknologi kesehatan berbasis teknologi health-tech. Pemindaian mata akan menarik informasi dari fundus yaitu bagian belakang dinding mata yang disesaki pembuluh darah yang mencerminkan keseluruhan tubuh. Dengan mempelajari tampilan pembuluh darah itu via mikroskop AI kemudian bekerja.

Berdasarkan data pemindaian yang diumpankan, AI Verily dengan algoritma machine learning (ML) mampu mendeteksi dan memprediksi risiko serangan jantung.

Untuk melatih algoritma ML, Google dan Verily menganalisis data medis sekitar 300.000 pasien. Informasi dari pasien-pasien penyakit jantung dikumpulkan, lalu diasosiasikan dengan hasil pemindaian mata pasien. Analisis ini akan membentuk pola yang beragam dan mendalam, terkait dengan kesehatan jantung.

“Startup” Deteksi Diabetes

Dua startup Tanah Air yang bergerak di bidang kesehatan, yaitu Cek- Mata.com dan Caredise.com, mengambil langkah kolaborasi untuk masuk lebih dalam membantu masyarakat Indonesia mendeteksi penyakit diabetes melalui aplikai AI pada di ponsel pintar.

Teknologi AI untuk mendeteksi luka diabetes ini hadir di aplikasi CekMata.com terbaru yang bisa diakses secara gratis lewat ponsel pintar. Kehadiran fitur ini diharapkan oleh CekMata.com dan Caredise. com dapat membantu masyarakat dalam mendeteksi dini luka diabetes. Cara memakai fitur cek luka diabetes sangat mudah.

Pengguna cukup membuka cekmata.com dari aplikasi browser ponsel pintar, kemudianlogin dengan akun Google atau Facebook, dan mengambil gambar lukanya dengan kamera di ponsel pintar. Selanjutnya CekMata.com akan otomatis melakukan analisis serta interpretasi apakah luka pasien dalam tahap penyembuhan normal(granulation), infeksi (infection), atau dalam kondisi kematian jaringan (necrosis).

Fitur cek luka diabetes di aplikasi CekMata.comtelah melewati tahap data training pada ribuan foto luka serta pengujian langsung pada lebih dari 330 pasien yang mengalami luka diabetes.

Tingkat akurasinya dalam mendeteksi luka diabetes kini mencapai 86 persen. “Teknologi kami dapat membantu pasien dalam mengenali kondisi luka diabetes secara dini.

Didukung teknologi deep learning, luka dapat diidentifikasi menjadi 3 kategori yaitu luka penyembuhan normal, infeksi, atau dalam kondisi kematian jaringan,“ ujar Co-Founder sekaligus CTO CekMata.com, Albert Samadhi di Jakarta baru-baru ini. Setelah pengguna melakukan pemeriksaan luka di CekMata.com, fitur ini juga menyediakan informasi dari caredise.com yang dapat menghubungkan pasien dengan perawat spesialis yang berada dekat di sekitarnya.

Deteksi dini mengenai kondisi luka diabetes sangatlah penting. Seringkali pasien datang dengan kondisi luka sudah mengalami infeksi yang parah atau kematian jaringan sehingga memerlukan penanganan lebih serius,” ujar Co-Founder sekaligus CEO Caredise. com, Ilzam Nuzulul Hakiki.

Baik CekMata.com dan Caredise. com berharap kehadiran end to end solution mereka dapat meningkatkan kesadaran para penderita diabetes apabila mengalami luka dan sesegera mungkin memeriksanya. hay/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment