Koran Jakarta | November 23 2017
No Comments

Oposisi Venezuela Gelar Referendum Tak Resmi

Oposisi Venezuela Gelar Referendum Tak Resmi

Foto : REUTERS/Carlos Garcia Rawlins
Warga Venezuela memberikan suara pada referendum tak resmi di Caracas, Minggu (16/7), untuk mendesak Presiden Nicolas Maduro, karena Presiden Venezuela itu berencana membentuk sebuah lembaga legislatif superbodi yang bisa mengekalkan pemerintahan diktator.
A   A   A   Pengaturan Font

CARACAS - Oposisi Venezuela pada Minggu (16/7) menggelar sebuah referendum tak resmi untuk meningkatkan desakan politik pada Presiden Nicolas Maduro setelah Presiden Venezuela itu akan membentuk sebuah lembaga legislatif superbody yang bisa mengekalkan pemerintahan diktator.

Referendum simbolis ini juga meminta para pemilik hak suara apakah perlu digelar pemilu dini, demi mendesak legitimasi Maduro setelah terjadi krisis ekonomi serta terjadi aksi protes antipemerintah selama 3 bulan yang telah menewaskan hampir 100 orang.

“Walau terjadi hujan, badai maupun guntur, referendum yang digelar Minggu akan tetap dilaksanakan,”kata pemimpin oposisi, Henrique Capriles. “Kami warga Venezuela akan berpartisipasi untuk menyuarakan harapan masa depan, tanah air, dan kebebasan Venezuela,” imbuh dia.

Menyikapi pelaksanaan referendum tak resmi itu, Presiden Maduro menyebutnya sebagai tindakan ilegal dan tak berarti apapun. Maduro bahkan berkampanye agar rakyatnya berpartisipasi dalam pemilu 30 Juli nanti untuk membentuk DPR dan konstitusi yang baru, serta membubarkan lembaga-lembaga negara. Rtr/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment