Olahan Serba Guna Berbahan Daging
📅 Rabu, 15 Mei 2019, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: istimewa
Agar mudah dicerna, daging harus diolah terlebih dahulu. Di Indonesia, ada banyak olahan daging yang lazim dimasak dan menghasilkan masakan yang enak.
Selama Rmadan, baik saat berbuka puasa ataupun makan sahur, salah satu menu favorit keluarga adalah menyantap daging. Gumpalan daging yang terkenal lezat ini jadi favorit karena bisa diracik dan diolah menjadi beragam menu.
Kelezatan daging memang tiada tara. Sebut saja daging ayam, daging sapi, daging kambing ataupun ikan-ikan segar, menjadi bahan masakan favorit semua keluarga. Daging menjadi santapan favorit karena selain lezat alami, juga dikenal sebagai bahan makanan sumber protein tinggi.
Selain sebagai sumber protein, bahan pangan hewani ini juga dikenal dengan rasanya yang gurih dan mantap di lidah. Mengolah daging dilakukan dengan banyak teknik. Mulai digoreng, ditumis, dipanggang, hingga dibuat rendang.
Kandungan glutamat yang tinggi pada daging sangat menggugah selera. Kandungan glutamat membuat daging-dagingan maupun ikan cenderung yummy secara alamiah.
Ditambah dengan aneka bumbu, membuat bahan pangan daging tak hanya lezat tapi juga tinggi protein. Namun mengolah daging juga harus tepat untuk menjaga kandungan proteinnya tetap tinggi.
"Sekitar 20 persen kandungan dari daging memang glutamat. Ini yang membuat daging memang gurih di lidah," kata Hardinsyah, pakar gizi. Kandungan glutamat dalam bahan pangan hewani yang membuatnya rasa asli yang gurih.
Menurut Hardinsyah daging juga gampang di olah. "Bisa di goreng, di panggang, dibakar, ini yang membuat pangan hewani semakin terasa gurih dan lezat," tambah dia.
Penambahan bumbu-bumbu seperti garam, gula maupun rempah-rempah seperti kunyit, jahe, daun jeruk dan lain sebagainya semakin memperkaya aroma dan rasa dari daging. "Bumbu-bumbu juga menambahkan fungsi lain. Misalnya kunyit yang membuat lebih awet dan bumbu-bumbu ini membuat rasanya menjadi sangat kaya," kata Hardinsyah.
Agar mudah dicerna, daging haruslah diolah terlebih dahulu. Di Indonesia, ada banyak olahan dari bahan pangan hewani yang lazim di masyarakat.
Masyarakat biasanya mengolah daging dengan banyak teknik. Mulai dari digoreng, ditumis bersama bahan pangan lain, dipanggang, dibuat rendang, dan berbagai olahan lainnya. "Yang penting harus diolah agar mudah dicerna oleh tubuh dan aman untuk dimakan," ujar Hardinsyah. Setidaknya ada dua hal pertimbangan mengapa daging harus di olah terlebih dahulu.
Selain agar aman di makan, pengolahan makanan harus mudah diterima secara sensori. Yakni meliputi penampakan makanan seperti aroma, rasa serta tekstur bahan makanan.
Meskipun harus di olah terlebih dahulu, namun sebagai sumber pangan kaya protein, proses pemasakan daging juga harus dikontrol atau diperhatikan dengan baik. Sehingga tidak menyebabkan penurunan nilai gizi dari bahan pangan yang dimasak.
"Sebenarnya bukan hanya masalah di teknik memasaknya tapi lebih ke suhu yang digunakan," kata Hardinsyah. Pemanasan yang tinggi cenderung membuat kandungan protein dalam daging tersebut menjadi berkurang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!