Koran Jakarta | May 27 2019
No Comments

Olahan Serba Guna Berbahan Daging

Olahan Serba Guna Berbahan Daging

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Agar mudah dicerna, daging harus diolah terlebih dahulu. Di Indonesia, ada banyak olahan daging yang lazim dimasak dan menghasilkan masakan yang enak.

Selama Rmadan, baik saat berbuka puasa ataupun makan sahur, salah satu menu favorit keluarga adalah menyantap daging. Gumpalan daging yang terkenal lezat ini jadi favorit karena bisa diracik dan diolah menjadi beragam menu.

Kelezatan daging memang tiada tara. Sebut saja daging ayam, daging sapi, daging kambing ataupun ikan-ikan segar, menjadi bahan masakan favorit semua keluarga. Daging menjadi santapan favorit karena selain lezat alami, juga dikenal sebagai bahan makanan sumber protein tinggi.

Selain sebagai sumber protein, bahan pangan hewani ini juga dikenal dengan rasanya yang gurih dan mantap di lidah. Mengolah daging dilakukan dengan banyak teknik. Mulai digoreng, ditumis, dipanggang, hingga dibuat rendang.

Kandungan glutamat yang tinggi pada daging sangat menggugah selera. Kandungan glutamat membuat daging-dagingan maupun ikan cenderung yummy secara alamiah.

Ditambah dengan aneka bumbu, membuat bahan pangan daging tak hanya lezat tapi juga tinggi protein. Namun mengolah daging juga harus tepat untuk menjaga kandungan proteinnya tetap tinggi.

“Sekitar 20 persen kandungan dari daging memang glutamat. Ini yang membuat daging memang gurih di lidah,” kata Hardinsyah, pakar gizi. Kandungan glutamat dalam bahan pangan hewani yang membuatnya rasa asli yang gurih.

Menurut Hardinsyah daging juga gampang di olah. “Bisa di goreng, di panggang, dibakar, ini yang membuat pangan hewani semakin terasa gurih dan lezat,” tambah dia.

Penambahan bumbu-bumbu seperti garam, gula maupun rempah-rempah seperti kunyit, jahe, daun jeruk dan lain sebagainya semakin memperkaya aroma dan rasa dari daging. “Bumbu-bumbu juga menambahkan fungsi lain. Misalnya kunyit yang membuat lebih awet dan bumbu-bumbu ini membuat rasanya menjadi sangat kaya,” kata Hardinsyah.

Agar mudah dicerna, daging haruslah diolah terlebih dahulu. Di Indonesia, ada banyak olahan dari bahan pangan hewani yang lazim di masyarakat.

Masyarakat biasanya mengolah daging dengan banyak teknik. Mulai dari digoreng, ditumis bersama bahan pangan lain, dipanggang, dibuat rendang, dan berbagai olahan lainnya. “Yang penting harus diolah agar mudah dicerna oleh tubuh dan aman untuk dimakan,” ujar Hardinsyah. Setidaknya ada dua hal pertimbangan mengapa daging harus di olah terlebih dahulu.

Selain agar aman di makan, pengolahan makanan harus mudah diterima secara sensori. Yakni meliputi penampakan makanan seperti aroma, rasa serta tekstur bahan makanan.

Meskipun harus di olah terlebih dahulu, namun sebagai sumber pangan kaya protein, proses pemasakan daging juga harus dikontrol atau diperhatikan dengan baik. Sehingga tidak menyebabkan penurunan nilai gizi dari bahan pangan yang dimasak.

“Sebenarnya bukan hanya masalah di teknik memasaknya tapi lebih ke suhu yang digunakan,” kata Hardinsyah. Pemanasan yang tinggi cenderung membuat kandungan protein dalam daging tersebut menjadi berkurang.

Sebuah studi yang dilakukan di university of Arkansas menunjukan, bahwa jumlah protein dalam makanan cenderung dipengaruhi oleh suhu. Memasak bahan pangan protein dengan suhu mencapai 70-80 derajat celcius, sudah cukup merusak kandungan protein.

“Tapi hati-hati juga, ketika daging ini digoreng juga bisa meningkatkan jumlah lemak di dalam makanannya,” kata Hardinsyah.

Untuk memaksimalkan kandungan gizi pada seporsi makan, tidak ada salahnya untuk mengkombinasikan bahan pangan protein dengan bahan pangan lain. Misalnya, potongan daging sapi yang ditumis bersama sayuran menjadi cah daging kacang buncis.

Olahan lain misalnya bisa juga diolah menjadi nuget ayam dengan tambahan sayuran dalam campurannya. Pilihan dengan dikukus atau di steam juga bisa menjaga untuk mempertahankan protein dalam pangan hewani. nik/E-6

Bistik Enak

Hasil gambar untuk bistik sapi

Bahan-bahan:
- Daging sapi segar kurang lebih sebanyak 500 gram. Sebaiknya memakai daging sapi bagian has dalam ataupun has luar.
- Daun bawang segar secukupnya sesuai selera atau kurang lebih 2 batang saja. Cuci bersih lalu iris-iris halus.
- Bawang bombay ukuran sedang besar kurang lebih sebanyak 1 pcs saja. Kupas kulitnya lalu iris-iris kecil.
- Daun seledri segar kurang lebih sebanyak 1 batang saja’ Cuci bersih lalu iris-iris tipis.
- Gula pasir putih secukupnya sesuai selera.
- Kaldu bubuk instan rasa daging sapi secukupnya.
- Gula merah secukupnya.
- Kecap manis kental secukupnya.
- Minyak goreng atau margarin secukupnya.

Bumbu-bumbu:
- Bawang merah ukuran sedang besar kurang lebih sebanyak 15 siung saja. Kupas kulitnya dan goreng sebentar saja sebelum dihaluskan.
- Bawang putih ukuran sedang besar kurang lebih sebanyak 6 siung saja. Kupas kulit bawang putihnya lalu goreng sebentar sebelum dihaluskan bersama dengan bumbu lain.
- Jahe sebesar 2 ruas jari orang dewasa saja.
- Pala halus atau bubuk sesuai selera atau kurang lebih sebanyak 0.5 sendok kecil saja.
- Merica halus atau bubuk secukupnya sesuai selera.

Membuat dan Menyajikan :
- Siapkan panci berisi air bersih secukupnya.
- Rebus daging has sapi sampai empuk. Kalau ingin cepat, gunakan panci tekanan tinggi atau panci presto.
- Setelah empuk ambil dagingnya lalu potong-potong sesuai selera. Air kaldu juga disaring dari kotoran yang mungkin masih ada kemudian sisihkan kaldunya.
- Sambil menunggu dagingnya empuk, haluskan bawang merah, bawang putih, merica, pala dan jahe.
- Siapkan penggorengan dengan api sedang kecil dan beri minyak goreng atau margarin secukupnya untuk menumis bumbu bistik sapinya.
- Masukkan bumbu bistik yang sudah dihaluskan ke dalam wajan penggorengan dan aduk-aduk sampai tercium bau harum khas tumisan.
- Tuang air kaldu sisa rebusan daging sapinya ke dalam wajan penggorengan secukupnya lalu aduk-aduk supaya tercampur dengan bumbunya.
- Masukkan daging sapi yang sudah dipotong-potong ke dalam penggorengan kemudian aduk-aduk kembali.
- Masukkan gula merah, kecap manis kental, garam dapur beryodium, gula pasir dan kaldu bubuk secukupnya kemudian aduk-aduk.
- Masak sambil diaduk supaya tercampur rata sampai kuah bistiknya mengental dan meresap ke dalam dagingnya.
- Masukkan irisan daun seledri, bawang bombay dan daun bawangnya. Aduk-aduk kembali sampai sayurannya layu.
- Aduk-aduk sebentar kemudian matikan api dan pindahkan ke mangkuk sajian dengan taburan bawang merah goreng di atasnya. yun/berbagai sumber/E-6

Kaya Rempah Sajian Semur

Hasil gambar untuk semur sapi

Salah satu olahan daging yang sudah akrab sebagai masakan di keluarga Indonesia adalah semur. Masakan ini mengadopsi beef steak-nya eropa.

Semur juga telah mengalami adaptasi menjadi makanan lokal, seperti di daerah Betawi, atau bistik di di wilayah Jawa Barat atau Sunda. Bentuk dagingnya yang besar, sehingga harus dipotong-potong pada saat menyajikannya.

Keistimewaan semur ini adalah perpaduan rasa yang sudah dimodifikasi antara masakan Barat dan Timur. Sehingga sensasi makan semur ini sudah sesuai dengan lidah orang Indonesia.

Karena ada bumbu rempah yang kuat dari Timur, tetapi bumbu dasarnya berasal dari Barat yang tidak terlalu rumit. Ada beberapa yang membedakan dengan beefsteak dan semur, yakni kalu bistik sedikit berkuah.

Bahkan, ada pilihan kuah yang bisa kita tambahkan. Misalnya kuah semur yang kental atau yang encer. Sedangkan beefsteak merupakan daging panggang yang cenderung kering.

Menu semur memang akan memuaskan perut dan hati. Selain itu, gizi yang dibutuhkan oleh tubuh juga akan terpenuhi. Kandungan protein, lemak, karbohidrat, dan zat lain dalam daging sapi akan memberi energi untuk beraktivitas. yun/E-6

Sehat dengan Bahan Pangan Hewani

Hasil gambar untuk daging sapi

Bahan pangan daging cukup melimpah ragamnya. Mulai dari aneka daging hingga ikan-ikanan. Bahkan kini juga banyak bahan pangan protein hewani dalam bentuk makanan kemasan. Lantas apa saja bahan pangan yang memiliki kandungan protein hewani berlimpah ?

1. Daging sapi

Daging sapi menjadi salah satu sumber protein hewani yang kaya akan nutrisi. Saat memilih daging sapi, pastikan kesegarannya dengan warna daging yang merah segar.
Tidak kebiruan. Selain itu fisik daging sapi juga cukup lunak dan berserat halus. Aroma daging natural yakni sesuai dengan aroma daging sapi.

2. Daging ayam
Daging ayam menjadi salah satu sumber bahan pangan protein hewani yang paling familiar untuk di konsumsi. Selain lebih terjangkau, daging ayam juga mudah sekali diolah.
Memastikan kesegaran daging ayam, sama dengan daging sapi. Yakni dari warna, aroma dan juga daging yang lembut.

3. Memilih ikan
Sebagai negara kepulaun, ikan menjadi salah satu sumber protein hewani yang melimpah di Indonesia. Tapi anda harus memastikan kesegaran ikan sebelum mengolahnya.
Ikan segar, biasanya bisa dilihat secara fisik dari warna dan juga tektur daging yang kenyal. Jika ikan segar di tekan dengan jari, maka tidak membentuk cekungan. Aroma ikan juga harus khas dan segar serta ingsan yang masih merah segar.

4. Pangan hewani dalam kemasan
Dalam perkembangannya, bahan pangan protein hewani juga bisa diolah menjadi pangan hewani kemasan. Seperti nugget, sosis dan lain sebagainya.
Untuk memastikan kualitas dari bahan pangan kemasan komersial ini yang harus diperhatikan adalah kemasan. Kemasan harus baik dan utuh serta disimpan pada suhu sesuai petunjuk.
Untuk memastikan kualitas lainnya adalah adanya jaminan dari lembaga-lembaga terkait seperti sertifikat halal dari MUI, kelayakan dari BPOM atau lembaga lainnya yang berwenang. nik/E-6

 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment