Koran Jakarta | July 20 2018
No Comments
Forum Bisnis

OJK Promosikan Investasi ke Investor Inggris

OJK Promosikan Investasi ke Investor Inggris

Foto : ANTARA
A   A   A   Pengaturan Font

LONDON – Ketua Dewan Komisionner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso menjelaskan sejumlah daya tarik keuntungan berinvestasi di Indonesia kepada para pengusaha dan investor dari Inggris termasuk pembangunan infrastruktur yang sedang digenjot Pemerintah.

Wimboh menyampaikan hal itu dalam acara The Indonesia Infrastructure Investment Forum 2018 di London yang diselenggarakan oleh BKPM, KBRI London dan Bank Indonesia, akhir pekan lalu. Forum dengan topik Indonesia Infrastructure Projects: Investment and Financing Opportunities itu mengundang sekitar 100 investor dari Inggris Raya untuk mendengar lebih detail kondisi Indonesia dan alternatif investasi yang tersedia untuk berinvestasi khususnya pada pembangunan infrastruktur.

Dalam kesempatan itu, Wimboh menyampaikan Indonesia dengan berbagai kelebihan dan keunikannya menyimpan kesempatan yang besar bagi investor mancanegara termasuk Inggris Raya untuk berinvestasi atau menambah investasinya di Indonesia, baik melalui foreign direct investment maupun investasi portofolio di pasar modal.

“Saya kurang puas dengan Inggris hanya diperingkat 11 investasi terbesar di Indonesia kalah dari Belanda yang diperingkat tujuh. Saya ingin Inggris jadi di peringkat yang pertama,” kata Wimboh dalam keterangan tertulisnya. Menurut dia, enam alasan utama keuntungan berinvestasi di Indonesia, yaitu, pertama, kondisi ekonomi Indonesia saat ini sangat solid.

Sektor jasa keuangan juga dalam kondisi sehat dan memiliki kapasitas untuk tumbuh. Kedua, semua lembaga pemeringkat global telah memperbaiki sovereign rating Indonesia menjadi investment grade status. Barubaru ini, lembaga pemeringkat Jepang R & I juga meningkatkan peringkat Indonesia dari BBB- ke BBB, menyusul Fitch and Japan Credit Rating Agency.

 

Daya Saing Meningkat

 

Ketiga, indeks daya saing global Indonesia juga meningkat dari 41 pada 2017 menjadi 36 pada 2018. Keempat, dalam laporan Ease of Doing Business 2018 di Bank Dunia, Indonesia naik 34 posisi ke posisi 72, dari posisi 91 pada 2017.

Kelima, khususnya Indeks Infrastruktur Transportasi yang dikeluarkan oleh Forum Ekonomi Dunia, peringkat Indonesia juga meningkat sebagai hasil pembangunan infrastruktur masif, dari posisi ke-36 pada 2017 sampai 30 pada tahun 2018.

Terakhir, terang Wimboh, US News baru baru ini juga menjadikan Indonesia sebagai tujuan investasi paling menarik kedua di dunia berdasarkan survei yang diikuti oleh 21.000 responden dari 80 negara.

OJK bersama Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) memiliki komitmen yang besar untuk memperbaiki iklim investasi di Indonesia, menyediakan beragam instrumen keuangan untuk pembiayaan infrastruktur seperti sekuritisasi aset/ future income, green bonds, perpetual bonds dan obligasi daerah. 

 

bud/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment