Koran Jakarta | November 23 2017
No Comments
Pidato Terakhir

Obama Ingatkan AS untuk Jaga Demokrasi

Obama Ingatkan AS untuk Jaga Demokrasi

Foto : REUTERS/John Gress
A   A   A   Pengaturan Font

CHICAGO. – Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, berpesan kepada rakyat AS agar selalu menegakkan hukum untuk melawan diskriminasi, baik itu dalam masalah pekerjaan, perumahan, pendidikan, dan sistem pengadilan. “Semua hal ini sebenarnya sudah dijamin dalam konstitusi AS.

Namun, hukum saja tidak cukup. Hati kita harus berubah. Kita harus memahami nasihat dari karakter fiksi hebat Amerika, Atticus Finch, yang berkata kau tidak akan dapat memahami seseorang hingga kau melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya, hingga kau menyusup ke balik kulitnya dan menjalani hidup dengan caranya,” kata Obama saat menyampaikan pidato terakhir sebagai presiden ke-44 AS di Chicago, Selasa (10/1) malam atau Rabu (11/1) WIB.

Pada 21 Januari mendatang, presiden ke-45 AS akan dijabat Donald Trump. Pada kesempatan itu, Obama menasihati para warga kelahiran Amerika agar tidak prasangka mengenai imigran. Sebab, Amerika tidak pernah melemah karena kedatangan pendatang baru, tapi justru menjadi lebih kuat.

“Kita harus lugas untuk memulai pemikiran bahwa setiap warga negara mencintai bangsanya, sama besarnya seperti kita, bahwa mereka menghargai kerja keras dan keluarganya sama seperti kita,” katanya.

Obama berkata, tahun lalu, di bawah kepemimpinannya, pendapatan penduduk yang berasal dari beragam ras, jenjang usia, dan jenis kelamin memang meningkat, tapi itu belum cukup.

“Jika semua masalah ekonomi masih digambarkan sebagai perjuangan antara kelas menengah kulit putih yang bekerja keras dan minoritas yang tak pantas, kelas pekerja di segala bidang sebenarnya masih terus berjuang mendapatkan serpihan, sementara orang kaya mendapatkan keuntungan lebih banyak,” katanya.

Pidato kenegaraan terakhir Obama disaksikan oleh sekitar 18.000 masyarakat Chicago, istrinya Michelle Obama, Wakil Presiden AS, Joe Biden bersama istrinya, serta jajaran staf dan mantan staf Gedung Putih. Obama pecah dalam kesenduan ketika membacakan pidato dalam perjalanan terakhirnya sebagai Presiden AS.

“Jadi, kita sebagai warga negara harus tetap waspada terhadap agresi eksternal. Kita harus menjadi pelindung terhadap nilai-nilai yang menjadikan kita seperti sekarang ini,” kata Obama. Rtr/uci/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment