Koran Jakarta | October 16 2018
No Comments
Kasus Korupsi Depok

Nur Mahmudi Diperiksa Sekitar 16 Jam

Nur Mahmudi Diperiksa Sekitar 16 Jam

Foto : Dok/Setkab
Tiba di Mapolres - Mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail saat tiba di Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Mapolres Depok, untuk menjalani pemeriksaan , Kamis (13/9) pagi.
A   A   A   Pengaturan Font

DEPOK - Mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail, menjalani pemeriksaan di Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Depok, Kamis (13/9).

Nur Mahmudi Ismail menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Jalan Nangka, Tapos, Depok, yang telah merugikan negara sebesar 10,7 miliar rupiah.


Nur Mahmudi tersangkut dugaan korupsi yang merugikan negara 10,7 miliar rupiah itu karena diketahui mengeluarkan dana dari APBD Depok tahun 2015. Padahal, untuk pelebaran jalan tersebut sudah dibebankan kepada pihak swasta.


Mapolres Depok sebelumnya telah memeriksa 80 saksi. Setelah itu, penyidik akhirnya menetapkan Nur Mahmudi sebagai tersangka. Dia ditetapkan sebagai tersangka pada 20 Agustus lalu. Kemudian dilakukan pemanggilan pertama pada pekan lalu, namun yang bersangkutan tidak hadir.


Berdasarkan keterangan dari ajudan pribadi Nur Mahmudi, Tafi, selama pemeriksaan lebih banyak membaca berita acara pemeriksaan (BAP). Mantan Wali Kota Depok dua periode itu, hanya istirahat saat ibadah salat zuhur, asar, magrib, dan isya, di ruang penyidik.


“Sedangkan makan siang dan makan malam Pak Nur dibawa dari rumah,” kata Tafi.Kemarin, Nur Mahmudi tiba di Mapolres Depok pukul 08.30 WIB dan keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 23.35 WIB.

Nur Mahmudi enggan memberikan penjelasan tentang pemeriksaan yang dijalaninya. Nur Mahmudi menjalani pemeriksaan sekaligus menjalani gelar perkara. Nur Mahmudi telah menjalani pemeriksaan selama sekitar 16 jam.


Selama 14 Jam


Sehari sebelumnya, Rabu (12/9), penyidik memeriksa mantan Sekda Depok, Harry Prihanto, sebagai tersangka di kasus yang sama. Harry punya kewenangan sebagai Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Pemeriksaan Harry berlangsung selama 14 jam.


Orang kepercayaan Nur Mahmudi ini keluar dari ruangan penyidik Tipikor Satreskrim Polresta Depok sekitar pukul 22.00 WIB. Harry keluar didampingi enam orang tim kuasa hukumnya.


Harry, yang mengenakan baju batik berwarna biru, tampak lelah setelah menjalani pemeriksaan secara maraton itu. Dia juga bungkam ketika ditanya oleh wartawan seputar hasil pemeriksaan terhadapnya.


“Iya itu kan standar aja, kewenangan kan ada di tangan penyidiklah semuanya. Itu kan haknya mereka,” kata Bernhard Sibarani, salah satu kuasa hukum Harry, menjawab pertanyaan wartawan soal tidak ditahannya Harry.


Bernhard mengungkapkan pemeriksaan berlangsung lama karena pertanyaan yang diajukan penyidik cukup banyak. Harry mendapat ratusan pertanyaan dari penyidik soal kasus tersebut. “Iya, harus dijawablah semuanya, ada 171 pertanyaan,” tuturnya. Ant/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment