Koran Jakarta | August 20 2019
No Comments
Pemungutan Suara | Kedua Tim Sukses dan Pendukung Agar Menjaga Suasana Kondusif

NU dan Muhammadiyah Serukan Pemilu Damai

NU dan Muhammadiyah Serukan Pemilu Damai

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Setelah masa kampanye yang panjang dan penuh dinamika, maka jelang pencoblosan, semua pihak harus menjaga kedamaian.

 

JAKARTA – Dua organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Muhamadiyah, mengeluarkan pernyataan sikapnya menjelang pemilihan umum serentak 2019 digelar. Kedua organisasi besar itu menyerukan agar semua pihak bisa mewujudkan pemilu damai. Kepada seluruh pemilih, baik NU dan Muhammadiyah meminta agar menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani. Muhammadiyah dan NU juga mengingatkan agar semua elemen bangsa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Bertempat di Kantor PBNU, di Jakarta, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj yang didampingi sejumlah pengurus teras NU, mengeluarkan maklumat yang ditujukan kepada seluruh warga NU dan masyarakat Indonesia. Menurut KH Said Aqil, pemilih diharapkan menggunakan hak pilihnya. Pengurus NU juga berharap, pemilu yang pertama kali digelar serentak bisa berlangsur aman, damai, jujur, bersih, dan adil.

“NU mengimbau agar tidak golput gunakan hak pilih, serta memilih calon presiden, wakil presiden serta calon wakil rakyat yang memenuhi kriteria sidiq, tabligh, amanah dan fatonah,” kata Kiai Said di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (15/4).

Kepada penyelenggara pemilu dan aparat penegak hukum, Kiai Said juga meminta agar bekerja profesional, adik dan independen. Sehingga penyelenggaraan pemilu bisa berlangsung dengan adil, jujur dan bersih. Pemilu yang bersih sangat penting demi mewujudkan demokrasi Indonesia yang bermartabat.

Sementara kepada dua kubu yang bersaing dalam pemilihan presiden, baik itu tim sukses maupun para simpatisannya, PBNU kata Kiai Said, meminta agar menjaga situasi yang kondusif. Tidak memprovokasi rakyat dengan berita hoaks dan ujaran kebencian. ”Pesta demokrasi selayaknya dirayakan dengan damai dan tetap menjaga semangat persaudaraan bukan permusuhan,” katanya.

Di Kantor PP Muhammadiyah, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti yang membacakan pernyataan sikap resmi Muhammadiyah tentang pemilu 2019 juga menyerukan hal serupa. Menurut Abdul Mu’ti, pemilu 2019 diharapkan bisa terselenggara secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Dan kepada semua elemen masyarakat, Muhammadiyah juga menghimbau menjelang pemungutan suara untuk sama-sama menciptakan suasana yang tenang, aman, damai, dan baik.

Jadikan momentum menjelang pencoblosan, untuk kembali merekat ikatan persaudaraan dan menurunkan tensi ketegangan politik. Jangan sampai ada penyebaran berita atau informasi hoax, perseteruan, dan hal-hal yang dapat memanaskan situasi.” Kepada KPU dan Bawaslu dan institusi terkait agar bekerja profesional, netral, terpercaya, jujur, dan adil,” kata Mu’ti.

Pastikan Rasa Aman

Aparat keamanan pun lanjut Mu’ti harus bekerja keras, memastikan rasa aman kepada seluruh warga negara yang akan menunaikan hak pilihnya. Sehingga pemilu bisa berlangsung demokratis, aman, damai, gembira, dan sesuai jaminan konstitusi. Dan kepada seluruh warga yang telah memiliki hak pilih agar menggunakan hak politiknya dengan baik. Jauhi politik uang dan segala transaksi yang dilarang oleh agama, moralitas, serta hukum yang berlaku.

“Kepada semua pihak agar dapat menerima hasil-hasil pemilu dengan jiwa besar,” ujarnya. Kepada yang menang dan mendapat mandat rakyat Mu’ti meminta hendaknya bersikap rendah hati. Jadikan kepercayaan rakyat sebagai amanat untuk kemajuan Indonesia. Sementara bagi yang belum memperoleh mandat, hendaknya menerima dengan lapang hati dan jiwa kenegarawanan yang tinggi. Dan jika terdapat masalah atau persengketaan pemilu, semua pihak dapat menyelesaikan persoalan secara konstitusional.

“Hendaknya menghindari sejauh mungkin usaha-usaha mobilisasi massa, provokasi, dan aksi-aksi politik yang dapat menimbulkan ketegangan, konflik horizontal maupun vertikal, dan anarki yang merugikan kehidupan bersama,” ujarnya.

Pada prinsipnya, kata Mu’ti, pengurus pusat PP Muhammadiyah berharap semua pihak benar- benar menunjukkan kearifan, kedewasaan, kematangan, dan tanggungjawab tinggi menyikapi dan melaksanakan pemilu 2019. ags/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment