Koran Jakarta | September 22 2018
No Comments
WAWANCARA

Niniek Kun Naryatie

Niniek Kun Naryatie

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Indonesia bertekad meningkatkan kerja sama bilateral dengan negara-negara yang ada di kawasan Amerika Latin, khususnya Argentina, Paraguay, dan Uruguay. Kerja sama bidang ekonomi dan perdagangan menjadi prioritas agar dapat memberikan manfaat bagi rakyat di masing-masing negara.

Untuk Argentina disepakati meningkatkan kerja sama perdagangan, investasi, pertanian, energi, pariwisata, perbankan, pendidikan, dan olah raga. Kedua negara sepakat berupaya memaksimalkan potensi perdagangan kedua negara.

Sedangkan Paraguay memberikan kemudahan investasi termasuk penghapusan pajak masuk barang modal dan keringanan pajak lain. Dengan Uruguay, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama, khususnya dalam sektor ekonomi.

Untuk mengetahui apa saja yang akan dilakukan untuk meningkatkan kerja sama dengan Argentina, Paraguay, dan Republik Uruguay, wartawan Koran Jakarta, Frans Ekodhanto berkesempatan mewawancarai Dubes Republik Indonesia (RI) untuk Argentina merangkap Paraguay dan Republik Uruguay, Niniek Kun Naryatie, dari Jakarta, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Seberapa dekat hubungan kerja sama antara RI dan Argentina?

Hubungan diplomatik RI - Argentina dimulai sejak 30 Juni 1956. Saat itu, Indonesia belum memiliki Kedutaan Besar di Buenos Aires, sehingga hubungan diplomatik dirangkap oleh Kedutaan Besar RI di Washington DC, Amerika Serikat (AS). Penyerahan surat-surat kepercayaan oleh Dubes RI untuk AS merangkap Argentina, Moekarto Notowidigdo kepada Presiden Argentina, Arturo Frondizi baru dilaksanakan pada 14 Mei 1959 (seminggu sebelum kunjungan Presiden Soekarno).

Pada tahun tersebut, hubungan diplomatik RI-Argentina secara day to day dijalankan oleh Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI), Tengku Maimoen Habsjah. Dengan demikian hubungan kedua negara telah berjalan selama 62 tahun. Argentina merupakan salah satu negara di Amerika Latin yang mengakui dan mendukung kemerdekaan Indonesia. Di tahun-tahun awal kemerdekaan, Argentina memberikan dukungan penuh di berbagai fora internasional untuk mendukung perjuangan diplomasi Indonesia.

Apa menariknya dari Argentina, baik secara budaya, politik maupun ekonomi?

Argentina sangat maju pertaniannya, menjadi pemasok bahan baku pakan ternak seperti bungkil kedelai, biji-bijian lain seperti jagung dan gandum. Selain memiliki sumber kekayaan alam yang berlimpah, Argentina juga didukung dengan SDM terdidik yang memiliki tingkat literasi tinggi.

Untuk Uruguay bagaimana?

Walaupun tidak sekuat dan sebesar Argentina, namun industri pertanian Uruguay juga menjadi pemasok bahan pakan ternak bagi Indonesia. Paraguay adalah negara landlock, tetapi memiliki rejim investasi dan perdagangan yang lebih luwes. Oleh karena itu Paraguay cocok dijajaki sebagai base perluasan industri Indonesia untuk penetrasi pasar di negara kunci di Amerika Selatan di bawah Mercosur.

Sebagai sesama negara di Amerika Latin, ketiga negara akreditasi memiliki kemiripan budaya. Tetapi tampaknya Argentina bisa dipandang sebagai pusat bagi berbagai kegiatan budaya yang berakar dari Spanyol di wilayah Amerika Selatan. Tari tango, musik gitar latin, tari tradisional peninggalan suku asli, dan kebudayaan kontemporer oleh seniman-seniman Amerika Latin mengisi gedung-gedung pertunjukan seperti di Teater Colon yang terkenal.

Buenos Aires dijuluki juga Parisnya Amerika Selatan. Hal ini karena di sini selain gedung-gedung pencakar langit, masih bisa dijumpai gedung-gedung arsitektur bergaya gothic maupun renaisance, juga boulevard yang lebar dan taman-taman hijau yang luas, layaknya di kota Paris.

Apa yang spesifik dari ketiga negara tersebut?

Yang menarik di tiga negara akreditasi ini adalah kuatnya visi politik setiap orang baik terhadap sistim pemerintah maupun olahraga, khususnya bola. Bahkan ada yang mengatakan hanya dua hal yang membuat orang di negara akreditasi ini bersemangat, pertama bicara tentang politik, dan kedua tentang sepak bola.

Apa program kerja Anda?

Sebagai perpanjangan tangan atau wakil resmi Pemerintah Indonesia di berbagai bidang di negara akreditasi, program jangka panjang saya adalah menjalankan program prioritas pemerintah, khususnya yang menjadi prioritas politik luar negeri Indonesia. Ada tiga prioritas utama yang sejalan dengan situasi dan kondisi di negara akreditasi, yaitu memajukan diplomasi ekonomi, berpartisipasi aktif dalam kancah internasional, dan perlindungan warga negara.

Bagaimana dengan neraca perdagangan RI-Argentina?

Neraca perdagangan bilateral dengan Argentina selama bertahun-tahun mengalami defisit bagi Indonesia. Walaupun memang yang diimpor Indonesia adalah bahan baku utama untuk industri dalam negeri, namun produk eskpor Indonesia masih bisa ditingkatkan dan perlu ada diversifikasi ekspor. Ini yang harus dicari peluangnya.

Kerja sama spesifik apa yang tengah dikembangkan?

Hubungan politik yang sudah sangat baik dengan ketiga negara akreditasi bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan peran aktif Indonesia di forum internasional. Itu diwujudkan melalui kerja sama saling dukung, menciptakan dan mempertahankan perdamaian. Program ke depan, antara lain kerja sama antar-peace keeping center, Kerja sama Selatan-Selatan untuk membantu negara berkembang lain. Beberapa perjanjian kerja sama, seperti bidang pendidikan dan antar-peace keeping center akan menjadi prioritas dimatangkan.

Untuk isu perlindungan warga negara Indonesia, ke depan akan diupayakan ada semacam rumah singgah di kota Montevideo, yang menjadi kantong WNI tinggal. Mereka umumnya adalah para anak buah kapal (ABK) yang telah melaut selama 3-6 bulan. Rumah singgah diharapkan menjadi pusat pelayanan bagi WNI yang mengalami masalah-masalah ketenagakerjaan, dan lain-lain di Uruguay.

Untuk jangka pendek apa?

Yang menjadi prioritas program jangka pendek saya adalah meningkatkan people to people contact. Ini harus terus diupayakan dan ditingkatkan untuk mengatasi kendala jarak dan informasi. Kami akan terus meyakinkan bahwa pemberian fasilitas bebas visa adalah upaya efektif yang bisa meningkatkan people to contact dan memberi manfaat ekonomi bagi kedua bangsa.

Apa program kerja pendidikan dan kebudayaan Anda?

Di bidang pendidikan dan olah raga, Indonesia dan Argentina pernah memiliki kerja sama untuk mendatangkan dua pelatih sepak bola, Miguel Angel Rossi dan Gustavo Andres Ragiseo dari Argentina ke Indonesia. Mereka melatih para pelatih olah raga Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pelajar/Daerah (PPLP/PPLPD) serta klub pelajar junior cabang sepakbola. Pelatihan dilaksanakan pada 7-14 Agustus 2015 di Semarang dalam bentuk coaching clinic.

Dalam rangka kerja sama di bidang pendidikan, Pemerintah Indonesia memberikan beasiswa darmasiswa kepada peserta dari Argentina untuk mempelajari bahasa Indonesia, seni tari, seni musik, seni musik tradisional, seni pedalangan, kerajinan tradisional, dan seni kriya di berbagai perguruan tinggi/lembaga pendidikan kesenian di Indonesia.

Berapa orang yang telah menikmati beasiswa tersebut?

Hingga 2018 tercatat 39 warga Argentina menjadi peserta program beasiswa darmasiswa. Selain itu, untuk program beasiswa seni dan budaya Indonesia, yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri, Argentina pernah mengirimkan satu mahasiswa pada tahun 2017.

Untuk kerja sama di pendidikan tinggi bagaimana?

Kerja sama kedua negara telah ada sejak lama. Pada 6-18 Mei 2012, delegasi yang terdiri dari lima rektor universitas di Argentina dan Presiden Federasi Dunia Pendidikan Swasta Argentina berkunjung ke Indonesia. Dalam kunjungan tersebut, delegasi Argentina bertemu dengan pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, rektor Universitas Indonesia, wakil rektor Institut Teknologi Bandung, wakil rektor Universitas Gadjah Mada, wakil rektor Universitas Udayana serta perwakilan Institute for Peace and Democracy.

Kedua negara memiliki memorandum saling pengertian antara Kementerian Luar Negeri RI dan Kementerian Luar Negeri, Perdagangan dan Agama Republik Argentina untuk Kerjasama Pendidikan dan Pelatihan Diplomatik. Kerja sama ditandatangani di Buenos Aires tanggal 5 Juli 2007.

Implementasinya bagaimana?

Dalam rangka implementasi memorandum tersebut, seorang diplomat muda Indonesia telah belajar di Instituto del Servicio Exteriores de la Nacion (ISEN) selama 5 tahun terakhir. Sedangkan diplomat Argentina telah mengikuti kursus diplomatik di Pusdiklat Kementerian Luar Negeri pada tahun 2008 - 2010. Hingga tahun 2016, tercatat enam diplomat Argentina telah berpartisipasi pada program diklat ataupun kursus yang diadakan Pusdiklat Kemlu.

Di bidang kebudayaan, KBRI Buenos Aires memiliki grup gamelan, Sang Bagaskara yang beranggotakan masyarakat Argentina pecinta budaya Indonesia yang berjumlah 20 orang. Setiap minggu Sang Bagaskara rutin mengadakan latihan di KBRI Buenos Aires.

Selain melanjutkan kerja sama yang ada, program di bidang pendidikan dan sosial budaya adalah menambah engagement dan ketertarikan masyarakat Argentina terhadap Indonesia. Hal itu dilakukan melalui pembentukan friends of Indonesia, sosialisasi program beasiswa kebudayaan, dan membentuk lebih banyak lagi komunitas pecinta budaya Indonesia.

Apa program kerja yang paling realistis diwujudkan?

Seluruh program jangka pendek dapat dikatakan realistis. Mengingat RI-Argentina pernah memiliki kerja sama di bidang olah raga, khususnya sepakbola, dan sangat memungkinkan untuk merealisasikannya kembali

Produk apa yang paling banyak diimpor maupun ekspor ke Argentina, Paraguay, dan Uruguay?

Komoditas ekspor Indonesia ke Argentina, Uruguay, dan Paraguay mayoritas adalah alas kaki, produk dari karet, benang tekstil, spareparts kendaraan bermotor, mesin dan peralatan permesinan, peralatan elektroknik, bahan tekstil, bahan kimia, buah atau kacang untuk konsumsi, minyak kelapa, dan minyak inti sawit

Apakah ada rencana Anda untuk bisa menambah produk yang akan diekspor?

Dalam lima tahun terakhir, impor minyak kelapa sawit Argentina mengalami pasang surut dengan kecenderungan meningkat. Malaysia adalah pemasok utama minyak sawit untuk Argentina dengan menguasai 63,3% pangsa pasar (2017). Sebagai negara anggota Mercosur, Argentina menerapkan tarif impor yang sama bagi produk minyak sawit dari Indonesia dan Malaysia. Saya kira ekspor Indonesia masih punya peluang besar untuk mengisi pasar Argentina.

Apa tantangan dalam merealisasikan program kerja tersebut?

Perlu kerja ekstra keras untuk memperkenalkan Indonesia kepada publik Argentina dan sebaliknya. Kurangnya informasi, hambatan bahasa dan jarak yang jauh secara tidak langsung berpengaruh terhadap minat pebisnis di Indonesia dan sebaliknya.

Adakah pesan khusus dari Presiden Joko Widodo?

Argentina adalah negara besar yang harus bisa dimanfaatkan untuk kepentingan nasional, terutama kepentingan ekonomi.

Apa harapan Anda?

Indonesia adalah negara besar yang sangat dipandang dan dihargai oleh pemerintah Argentina. Namun di tingkat grass root, masih banyak yang belum mengenal Indonesia. Untuk itu kami harus terus menggiatkan promosi. Saya ingin setiap tahun Indonesia bisa berpartisipasi pada berbagai pameran wisata di negara akreditasi, bisa mengentaskan setidaknya sebuah pagelaran karya seni yang bermutu di Teater Colon, teater yang sangat bergengsi di Argentina bahkan di Amerika Latin.

Selera kuliner masyarakat di wilayah ini juga mirip dengan Indonesia. Jadi saya pikir, tidak akan sulit untuk memperkenalkan masakan-masakan Indonesia di sini. Semua promosi itu, pada intinya ditujukan agar jumlah wisatawan dari ketiga negara rangkapan ke Indonesia naik lebih 100% selama tiga tahun ke depan.

Apa hobi Anda?

Di waktu luang, saya suka mencoba resep-resep masakan dan olah raga, terutama jogging, bersepeda, berenang, dan main pingpong.

Apa makanan kesukaan Anda?

Sejak kecil saya suka makan bakso dan aneka soto. 

N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment