Koran Jakarta | August 20 2019
No Comments
Penanggulangan Kemacetan

New York Bikin Kebijakan Jalan Berbayar

New York Bikin Kebijakan Jalan Berbayar

Foto : ISTIMEWA
Kemacetan di kota New York
A   A   A   Pengaturan Font

NEW YORK - Bulan ini, New York menjadi kota pertama di Amerika Serikat yang memutuskan akan menerapkan kebijakan congestion pricing atau kawasan jalan berbayar. Kebijakan yang akan mulai berlaku dari 2021 itu merupakan suatu langkah besar karena memberikan dampak yang luas bagi manajemen lalu lintas di kota-kota terpadat di seluruh dunia.

Sementara itu, pihak berwenang New York tengah membahas besaran tarif bagi kendaraan yang akan dikenai congestion pricing. India juga tengah menyiapkan kebijakan serupa untuk empat sampai enam kota terpadat di negara itu.

Sebelumnya, para pengambil keputusan di India kerap menjadikan Singapura sebagai contoh penerapan kebijakan mengatasi kemacetan itu. “Sangat disayangkan kami tidak memasukkan satu pun kota dalam kebijakan progresif yang mengatur lalu lintas dan mobil pribadi.

Dua alasan, besarnya kontribusi sektor industri otomotif bagi PDB keseluruhan, dan kontribusinya terhadap penciptaan lapangan kerja, serta kurangnya infrastruktur untuk menerapkan kebijakan seperti di Singapura. Justru masalah terbesar sekarang adalah tingkat kriminal dalam angkutan umum yang tinggi di kota-kota besar,” kata pejabat India, Jumat (12/4).

Menurut mereka, dalam keadaan seperti itu, kota-kota di India tidak jauh berbeda dengan New York, atau kota lain yang menerapkan kebijakan congestion pricing, seperti London. Kecepatan kendaraan pada jam-jam sibuk di kota-kota besar di India lebih rendah dibandingkan dengan kecepatan kendaraan di New York yang berkisar antara tujuh sampai delapan kilometer per jam.

Diperkirakan, kawasan jalan berbayar jalan akan semakin meningkatkan masalah kesehatan dan mempengaruhi produktivitas warga kota-kota besar di India yang tengah dirundung stres. Singapura, yang merupakan kota pertama yang memberlakukan kawasan jalan berbayar, dapat memberi pelajaran berharga karena pengalaman kota itu merupakan buku petunjuk yang lengkap soal bagaimana menerapkan kebijakan itu dengan benar.

Negara seluas sebuah kota itu memulai congestion pricing pada Area Skema Lisensi (ALS) pada 1973. Sejak 1998, Singapura telah beralih menggunakan metode Electronic Road Pricing (ERP) untuk memastikan tidak ada hambatan pada kawasan jalan berbayar, menggunakan perangkat debit otomatis yang terhubung dengan kamera di titik masuk dan keluar utama. 

 

iamrenew/SB/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment