Koran Jakarta | February 22 2017
No Comments
Kinerja Januari 2017 - Tiongkok Jadi Pasar Ekspor Utama RI

Neraca Dagang Surplus US$1,4 Miliar

Neraca Dagang Surplus US$1,4 Miliar

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Perbaikan kinerja ekspor disebabkan oleh membaiknya perekonomian dari negara-negara tujuan ekspor Indonesia.

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari 2017 mencatatkan surplus 1,4 miliar dollar AS. Surplus bulanan terbesar sejak Januari 2014 itu terutama didukung oleh kenaikan ekspor non-migas menyusul menguatnya harga komoditas, terutama minyak mentah Indonesia.

Nilai ekspor pada bulan pertama tahun ini sebesar 13,38 miliar dollar AS, atau naik 27,71 persen dibandingkan Januari 2016. Pada periode sama, nilai impor naik 14,54 persen menjadi 11,99 miliar dollar AS. “Kalau dilacak ke belakang, iramanya sangat bagus. Kita harus menjaga momentum ini,” kata Kepala BPS, Suhariyanto, di Jakarta, Kamis (16/2).

Ia menjelaskan surplus terbesar terjadi pada neraca dagang sektor nonmigas yang mencapai 1,9 miliar dollar AS akibat kenaikan harga komoditas non-migas.

“Ekspor Januari 2017 menunjukkan perbaikan yang lumayan signifikan salah satu penyebabnya kenaikan harga komoditas baik migas maupun nonmigas,” ujarnya.

Suhariyanto memaparkan perbaikan kinerja tersebut disebabkan oleh membaiknya keadaan perekonomian dari negara-negara tujuan ekspor Indonesia.

Akan tetapi secara bulanan, ekspor Januari 2017 turun 3,21 persen dibandingkan dengan Desember 2016. Ekspor Januari 2017 terdiri atas ekspor migas sebesar 1,27 miliar dollar AS, atau naik 1,72 persen dibandingkan Desember 2016, dan ekspor nonmigas sebesar 12,11 miliar dollar AS, atau turun 3,7 persen dibandingkan Desember 2016.

“Ekspor nonmigas volume dan nilainya turun dibandingkan Desember 2016. Itu lebih karena faktor siklus saja,” tukas Suhariyanto.

Di sisi lain, impor Januari 2017 tercatat menurun 6,21 persen bila dibandingkan dengan Desember 2016. Impor itu meliputi migas sebesar 1,81 miliar dollar AS atau naik 6,25 persen dari bulan lalu, dan non-migas sebesar 10,18 miliar dollar AS atau turun 8,12 persen.

Impor Januari 2017 tercatat naik 14,54 persen dibandingkan Januari 2016, tapi kenaikan impor tidak sebesar ekspor sehingga peningkatan ekspor masih lebih besar.

 

Pasar Ekspor

 

Suharyanto juga mengatakan pada Januari 2017 terjadi pergeseran pangsa negara tujuan ekspor nonmigas Indonesia. Ekspor nonmigas ke Tiongkok kini menjadi yang terbesar dengan pangsa 12,80 persen (sebesar 1,55 miliar dollar AS), diikuti Amerika Serikat (AS) sebesar 11,77 persen (1,42 miliar dollar AS). Negara tujuan ekspor terbesar ketiga adalah India, berikutnya Jepang. (Lihat tabel)

Sementara pangsa impor Indonesia tidak berubah, masih didominasi oleh Tiongkok sebesar 28,70 persen. Kemudian Jepang sebesar 10,10 persen, dan Thailand 6,42 persen. Sedangkan pangsa impor dari ASEAN mencapai 19,56 persen dan Uni Eropa 9,59 persen.

 

ahm/bud/WP

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment