Koran Jakarta | April 19 2019
No Comments
Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, terkait Gangguan Keamanan akibat Aksi Pembakaran Kendaraan di Jateng

Negara dan Rakyat Tak Boleh Kalah oleh Teror

Negara dan Rakyat Tak Boleh Kalah oleh Teror

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Kasus pembakaran kendaraan bermotor yang dilakukan orang tak dikenal di Jawa Tengah telah meresahkan warga. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menengarai aksi pembakaran dilakukan oleh orang-orang terlatih.

 

Ganjar juga menduga, tujuan dari aksi teror pembakaran kenda­raan motifnya adalah menggembosi pemerintah. Mereka mencoba membangun opini bahwa pemerintah tidak becus menjaga keamanan.

Untuk mengupas masalah ini, Koran Jakarta mewawan­carai Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, di Jakarta. Berikut petikan wawan­caranya.

Di Jawa Tengah terjadi aksi teror pembakaran kendaraan di berbagai titik. Tanggapan Anda sebagai Mendagri?

Saya kira, pembakaran mobil dan motor warga di beberapa daerah di Jawa Tengah ini harus dicermati. Intinya, setiap gelagat dan perkembangan harus dicermati dengan serius.

Ini teror sistematis untuk menggembosi pemerintah?

Kita percayakan saja kepada Polri untuk melacak siapa ok­num perorangan atau organisasi tanpa bentuk yang bergentayangan mengganggu stabilitas tersebut.

Tapi intinya, masyarakat, menu­rut saya, dan juga negara serta rakyat tidak boleh kalah dengan aksi teror berupa pembakaran misterius sejumlah kendaraan di daerah Jawa Tengah dan segala bentuk teror lain.

Bagaimana imbauan Anda agar teror itu tak terjadi lagi?

Untuk itu, ya perlu digalakkan kerja sama antara aparat pemerin­tah, khususnya Polri dan masyara­kat, dalam bentuk menggerakkan dan hidupkan lagi sistem keamanan lingkungan atau siskamling, khusus­nya di tiap RT atau RW.

Jadi, kita harus bersatu padu menghadapi musuh bersama, misal terorisme. Tidak boleh kesatuan dan kedaulatan negara dan Pan­casila ini diacak-acak oleh pikiran terorisme dan tindakan teror. Pe­rusakan dan cara-cara teror untuk menakut-nakuti semacam itu harus dilawan, apa pun.

Anda lihat gerak kepolisian dalam mengungkap kasus ini bagaimana, apakah kurang cepat?

Kita apresiasi langkah cepat Polri untuk mengonsolidasikan kompo­nen-komponen dalam masyarakat, seperti perangkat RT, RW, Satpol PP, Linmas, dan ormas-ormas untuk saling kerja sama dalam koordinasi Polri dan BIN setempat.

Kemendari sendiri beberapa hari lalu telah melaksanakan Rakor Satpol PP dan Linmas se-Indonesia. Rakor untuk mengingatkan penting­nya kewaspadaan dan deteksi dini. Dalam rakor ada pembekalan dari Kabaintelkam dan Kalemdiklat Polri dan Kepala Staf Kepresidenan Jen­deral TNI Muldoko dan saya sendiri sebagai Mendagri.

Tujuannya di bawah koordinasi Polri di daerah untuk bersama-sama konsolidasi, bisa menggerakkan RT dan RW, Satpol PP, Linmas bersama Polres sampai Polsek serta Kodim sampai Koramil juga melibatkan ormas-ormas yang ada giat melakukan deteksi dini.

Tapi yang penting, negara dan rakyat tidak boleh kalah dengan aksi teror pembakaran misterius sejumlah kendaraan di daerah Jawa Tengah dam segala bentuk teror lain. Kita harus berani menentu­kan sikap siapa kawan dan siapa lawan yamg merusak ketenteraman masyarakat.

Tapi, saya yakin ini akan ter­ungkap. Apakah ini inisiatif sendiri, digerakan, atau disuruh orang. Saya kira ini akan terungkap.

Anda melihat teror pemba­karan kendaraan di Jateng teror­ganisir?

Ini dilakukan oleh orang-orang yang enggak jelas apa motivasinya, tapi terorganisir. Bisa masuk kat­egori kelompok organisasi yang gelap. Arahnya merusak suasana, ketenteraman, dan ketertiban. agus supriyatna/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment