Koran Jakarta | March 30 2017
No Comments
Pertumbuhan Ekonomi Dunia

Negara Berkembang Masih Jadi Penggerak Utama

Negara Berkembang Masih Jadi Penggerak Utama

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

WASHINGTON – Bank Dunia melaporkan ekonomi global akan pulih secara moderat dalam dua tahun ke depan. Lembaga keuangan multilateral itu memproyeksikan tingkat pertumbuhan 2017 dan 2018 masing-masing 2,7 persen dan 2,9 persen.

Tingkat pertumbuhan pada 2017 lebih cepat daripada perkiraan pertumbuhan 2,3 persen pada 2016. Namun, estimasi tersebut 0,1 persentase poin lebih rendah dari proyeksi yang dibuat Juni 2016.

Dalam laporan Prospek Ekonomi Global, Selasa (10/1), Bank Dunia menyebutkan pemulihan yang moderat itu karena percepatan pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara berkembang seiring dengan menguatnya harga komoditas.

Lembaga kreditor tersebut memperkirakan ekonomi negara berkembang tumbuh 4,2 persen pada 2017 dan 4,6 persen pada 2018, meningkat dari 3,4 persen pada 2016. Pertumbuhan ekonomi negara tersebut bakal berkontribusi 1,6 persen terhadap pertumbuhan global pada 2017, atau sekitar 60 persen dari pertumbuhan global atau merupakan kali pertama sejak 2013.

 

Ketidakpastian AS

 

Bank Dunia mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada 2017 sebesar 6,5 persen dan pada 2018 sebesar 6,3 persen. Ekonomi Tiongkok akan melanjutkan pertumbuhan yang berkelanjutan karena negara tersebut sedang melakukan penyeimbangan kembali dari manufaktur ke jasa-jasa, meskipun muncul kembali kekhawatiran untuk pasar properti.

Berbeda dengan pertumbuhan relatif ringan di negara ekonomi tumbuh (emerging market), negara maju akan melanjutkan pertumbuhan sedang pada tahun-tahun mendatang.

“Negara maju terus menderita akibat lemahnya pertumbuhan yang mendasari dan inflasi rendah, sementara ketidakpastian arah kebijakan ke depan meningkat,” sebut Bank Dunia.

Lembaga tersebut memperkirakan negara maju tumbuh 1,8 persen baik pada 2017 maupun 2018 atau naik sedikit dari 1,6 persen pada 2016. Ekonomi Amerika Serikat (AS) diperkirakan tumbuh 2,2 persen pada 2017 dan 2,1 persen pada 2018.

Meski demikian, kebijakan negara itu kemungkinan akan mengalami perubahan di bawah pemerintahan baru pimpinan Donald Trump yang bisa berdampak signifikan terhadap AS dan ekonomi global.

Jika proposal pemotongan pajak pemerintahan baru sepenuhnya dilaksanakan, maka akan meningkatkan proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS menjadi 2,2 sampai 2,5 persen pada 2017 dan 2,5 sampai 2,9 persen pada 2018, tanpa mempertimbangkan perubahan kebijakan tambahan pemerintahan baru.

Namun, bank juga memperingatkan ketidakpastian tinggi tentang inisiatif kebijakan potensial bisa memundurkan investasi global yang sudah lemah.

“Ada ketidakpastian yang cukup besar sekitar proyeksiproyeksi baseline untuk pertumbuhan global, di mana risiko-risiko penurunan masih mendominasi,” kata Bank Dunia.

 

bud/Ant/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment