Koran Jakarta | October 20 2019
No Comments

NASA Kembangkan Teknologi Deteksi Malaria di Myanmar

NASA Kembangkan Teknologi Deteksi Malaria di Myanmar

Foto : AFP/USDA
Nyamuk Malaria l Dokumen foto milik Kementerian Pertanian AS memperlihatkan seekor nyamuk sedang menghisap darah manusia. NASA pada Selasa (10/9) dilaporkan mengembangkan teknik baru untuk mendeteksi penyebaran malaria dari luar angkasa dan diharapkan terobosan ini bisa menyukseskan program WHO untuk mengentaskan malaria secara global pada 2050.
A   A   A   Pengaturan Font

YANGON – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (National Aeronautics and Space Administration/NASA) sedang mengembangkan teknik baru untuk men­deteksi penyebaran malaria di Myanmar dari luar angka­sa. Dengan terobosan teknologi terbaru ini diharapkan bi­sa membasmi nyamuk penyebar malaria yang mengancam di Asia tenggara dan menyukseskan pemberantasan penya­kit mematikan ini secara global pada 2050.

“Teknik terobosan NASA ini amat berani namun bisa di­capai bagi tujuan pemberantasan malaria global,” demikian diwartakan jurnal kesehatan The Lancet pada Selasa (10/9).

Menurut catatan World Health Organization (WHO), ka­sus dan kematian akibat malaria turun secara drastis hingga lebih dari 90 persen di Myanmar antara 2010-2017. Walau begitu, prevalensi penyakit mematikan ini masih amat ting­gi di wilayah Mekong.

Menurut ilmuwan dari Maryland University, Profesor Ta­tiana Loboda, teknik yang dikembangkan NASA untuk men­deteksi malaria ini memanfaatkan teknologi geospatial dan model risiko, sehingga obat-obatan dan tenaga medis bisa diterjunkan untuk mencegah penyebaran malaria sebelum mewabah.  SB/AFP/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment