Koran Jakarta | August 24 2019
No Comments
The Wonder Garden

Narasi Kontemplatif Sambut Musim Semi dan Musim Panas

Narasi Kontemplatif Sambut Musim Semi dan Musim Panas

Foto : dok Biyan Wanaatmadja
A   A   A   Pengaturan Font

Menyambut musim semi dan musim panas 2020, Biyan Wanaatmadja menggelar peragaan busana untuk koleksi pakaian perempuan yang terinspirasi dari keindahan alam.

Pengalaman pribadi­nya ketika memiliki kesempatan berjalan-jalan serta duduk untuk bersantai sejenak di tengah kehijauan alam dan pepohonan, menjadi suatu ritual yang ia prioritaskan ketika sedang travelling. Se­muanya ia rasakan seperti sebuah pemahaman yang sarat dan dikelilingi oleh alam yang memberikan kelegaan.

“Pas sekali mendapat ke­sempatan ritual, saya selalu mencoba menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan di taman. Saat duduk atau sekedar berjalan pelan, pasti ada yang selalu dibicarakan mengenai keindahan hidup,” kata Biyan.

Narasi seperti itulah yang mendasari laki-laki yang sudah lebih dari 30 tahun menjadi desainer di Indone­sia untuk menciptakan suatu koleksi yang bertajuk The Wonder Garden.

Ia juga bercerita mengenai rencananya memindahkan head office-nya setelah me­nempati bangunan yang sama lebih dari 30 tahun. Tidak se­ngaja ia menemukan kembali banyak memorabilia yang ter­simpan pada lemari archieve-nya. Kenangan-kenangan tersebut di antaranya vintage botanical florals dan trees im­ages atau postrs yang menarik dengan mengusung keindahan dan keceriaan musim semi.

Rasa antusiasme itu ke­mudian mendorong hadirnya ilustrasi itu dalam diri Biyan yang berkembang menjadi sense of wonder dan sumber inspirasi untuk koleksi musim semi dan musim panas 2020, yang khusus untuk pemakai rancangannya tidak hanya dalam Indonesia namun juga luar negeri.

Ia menggunakan warna-warna lembut seperti cream, nude, blush, carnation pink, powder blue dalam koleksinya kali ini. Dengan memadukan material seperti tulle dan silk organza sehingga terlihat ringan pada permainan layer dan ruffle detail monochrome floral dan eyelet embroidery.

Ada juga perpaduan warna fuschia di atas celadon, off white dengan biru terang, coral red dan oranye. Layaknya musim semi yang beralih ke musim panas, dalam seri ke­dua menampilkan warna dan motif floral khas tropis yang dikombinasikan dengan motif geometris. Moss green, persim­mon orange, kuning terang dan poppy red tampak mendomi­nasi garis rancangan yang terke­san lebih kasual dan boyish.

“Karya saya tidak pernah terpisah dari kesukaan saya akan alam, taman dan pepo­honan. Jadi bermain di situ, mengenai antusiasmenya dan dikembangkan jadilah Wonder Garden,” cerita Biyan.

Koleksi yang terdiri dari dua sequence ini masing-masing menampilkan sekitar 53 pieces dengan motif-motif floral indah dari berbagai bentuk. Koleksinya ini bisa didapatkan di Butik Biyan ataupun Studio 133 Biyan. gma/R-1

Acuan Busana Modest 2020

Kota Kasablanka bekerjasama dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) mengulang kes­uksesan tahun lalu, dengan mengadakan kembali acara Ramadan Runway 2020. Acara tersebut menjadi salah satu kiblat bagi para pe­ngunjung maupun desainer Indonesia dalam menemu­kan gaya terbaru khususnya untuk busana modest di Indonesia pada 2020 men­datang.

Dituturkan oleh Jenny Tjahyawati, Ketua Panitia Ramadan Runway 2020 yang juga seorang desainer, bahwa acara ini akan menjadi acuan tren untuk busana mod­est 2020 dan lebaran. “Jadi Ramadan Runway 2020 ini menjadi awal untuk acuan tren 2020 busana modest lebaran. Banyak pilihan un­tuk gayanya dan acuannya sendiri ke arah musim semi dan musim panas,” cerita Jenny.

Tema-tema yang diambil umumnya bernuansa laut, dengan detail, ornamen dan printing yang menggambar­kan pantai, laut, pepoho­nan. Atau bisa juga busana yang eco friendly dengan menggunakan warna-warna menyejukkan meskipun warna solid masih akan te­tap dipakai.

Pada pagelaran Ramadan Runway 2020, Jenny memb­awakan koleksinya yang lebih bergaya streetwear. Ia meng­usung konsep mix and match, sehingga para pengunjung dapat melihat bagaimana setiap potongan baju dapat dipadupadankan dengan potongan yang lainnya dan memberikan kesan yang berbeda di setiap helainya.

Ia juga memb­awakan banyak warna dalam koleksinya dan menciptakan range warna yang beragam. Mu­lai dari warna-warna pastel hingga warna solid dan emas. Begitu pula dengan saran Jenny saat memilih busana lebaran.

“Busana lebaran khusus­nya modest itu banyak pilihan. Sarannya, pilih yang nyaman dan sesuai sama diri kita sendiri. Kalau senang dengan busananya nanti dapat meningkatkan keper­cayaan diri,” kata Jenny.

Untuk bahannya sendiri, ia menganjurkan agar memilih bahan-bahan yang nyaman seperti linen ataupun katun karena cuaca Indonesia yang panas.  gma/R-1

Tampilan Keberagaman Nusantara

Indonesia kaya akan kebe­ragaman budayanya. Tak terkecuali dari segi tekstil dan busana-busana bernuansa etnik yang sarat keindahan budaya Nusantara. Mulai dari kain tenun, batik, lurik, dan masih banyak yang lainnya. Salah satu desainer yang meng­gunakan bahan-bahan tersebut adalah Maya Ratih, salah satu desainer yang berpartisipasi pada Ramadan Runway 2020.

Ia membawakan koleksinya yang bertajuk Nusantara Edgy, di mana ia mengkombinasikan antara kain Nusantara seperti tenun, batik, jumputan yang dibentuk dengan siluet mod­ern dan asimetris sehingga menghasilkan tampilan yang sangat edgy dan sesuai dengan generasi sekarang.

“Jadi kain seperti tenun ini dikombinasikan dengan kain lainnya juga seperti katun yang berbahan adem sehingga menjadi nyaman dengan memberikan cuttingan asim­etris,” kata Maya.

Ia juga bercerita, sering kali anak muda enggan meng­gunakan kain-kain Nusantara dengan alasan potongannya yang kurang modern dan keki­nian. Untuk itulah, ia mencoba membuat koleksi yang meski­pun sangat kental akan budaya Indonesia namun dipadukan dengan cuttingan modern.

“Apalagi sekarang sangat disorot seseorang dalam berbusana dan lagi fesyen hijab sudah banyak dilirik oleh dunia internasional. Untuk itu, kita harus membuat sesuatu yang out of the box dan tetap stylish,” ujar Maya.

Ia menambahkan, agar menampilkan tampilan yang stylish dan kontemporer de­ngan kain-kain tradisional, ada baiknya dengan menambah­kan sentuhan yang modern pada busana yang dikenakan. Semisalnya kaftan asimetris dijadikan luaran, atau dipadu padankan dengan celana jeans dan boots. Namun yang men­jadi kunci adalah warna yang masih satu tone, sehingga tampilan tidak terlihat terlalu berlebihan.  gma/R-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment