Koran Jakarta | October 16 2018
No Comments
Anggota KPU, Hasyim Asy’ari tentang Tim Pemenangan Pasangan Capres

Nama Tim Pemenangan yang Diserahkan ke KPU Masih Bisa Diubah

Nama Tim Pemenangan yang Diserahkan ke KPU Masih Bisa Diubah

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
Ingar-bingar bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden untuk Pilpres 2019 sudah dimulai pascapenutupan pendaftaran capres/cawapres di KPU RI pada 10 Agustus 2018 lalu.

 

Bahkan jauh sebelum itu, partai-partai politik koalisi pendukung masing-masing paslon sudah membentuk susunan tim pemenangan walau kala itu belum secara pasti ditetapkan.

Namun pada 20 Agustus lalu, tim kampanye nasional Jokowi-Ma’ruf Amin yang menamakan diri Koalisi Indonesia Kerja mendatangi Kantor KPU RI untuk mendaftarkan susunan kepengurusan tim kampanye nasional yang berisi dari 11 direktorat itu.

Adapun tim pemenangan dari koalisi Prabowo-Sandiaga S Uno juga terlihat masih menyusun komposisi yang pas untuk memasukkan tokoh-tokoh yang dianggap pas sehingga belum juga mendaftarkan tim pemenangannya ke KPU RI.

Untuk mengulas soal ini, Koran Jakarta mewawancarai Komisioner KPU RI, Hasyim Asy’ari di Jakarta, berikut petikannya.

Kenapa harus tim sukses paslon didaftarkan lagi?

Memang pada waktu paslon didaftarkan ke KPU tanggal 10 Agustus lalu, itu sesungguhnya sudah disampaikan daftar nama tim kampanye secara nasional.

Hal itu untuk menunjukkan siapa yang akan ditugasi meng-handle/menangani terkait komunikasi paslon dengan KPU. Tim kampanye ini ada dua fungsinya.

Pertama, mereka akan bertanggung jawab atas kegiatankegiatan kampanye paslon. Kemudian, mereka juga sebagai alat komunikasi dengan KPU supaya jalur komunikasi itu terbuka, mudah, dan lancar.

Nah terkait kemarin, Senin (20/8), sembilan gabungan sekjend parpol yang mencalonkan Jokowi-Ma’ruf Amin ke KPU itu hanya menyampaikan penyempurnaan nama-nama tim kampanye.

Hal itu masih dimungkinkan karena ada dua PKPU yang mendasari, pertama yakni PKPU Nomor 22/2018 tentang Pencalonan Peserta Pemilu, kemudian PKPU Nomor 23/2018 tentang Kampanye Pemilu.

Kalau untuk susunan Tim Kampanye sih dapat disampaikan paling lambat sehari sebelum kampanye dimulai pada 23 September 2018.

Artinya, tim pemenangan yang didaftarkan ke KPU masih bisa berubah ya?

Sangat dimungkinkan. Sampai sebelum kampanye. Artinya, ini fleksibel sifatnya. Maksudnya, siapa tau ada orang dalam daftar tim kampanye lalu mengundurkan diri, ga sanggup. Atau siapa tau ada nama baru.

Koalisi Jokowi-Maruf sudah ada nama ketua juga?

Belum ada. Cuma nama-nama aja yang akan jadi tim kampanye adalah ini namanya. Karena kami (KPU) memahami gabungan parpol dan paslon harus berembuk dulu bermufakat tentang siapa orang yang masuk daftar nama tim kampanye.

Untuk tim pemenangan kubu Prabowo-Sandi Uno sendiri sudah ada?

Ya, bahwa masing-masing paslon ketika mendaftar sudah ada, termasuk paslon Prabowo- Sandiaga. Bahwa misal nanti ada perbaikan, penyempurnaan, tetap akan diakomodir KPU.

Prinsipnya, masing-masing masih berkonsolidasi untuk memperluas siapa saja yang memungkinkan untuk bergabung ke Tim Kampanyenya.

Dan untuk penyampaian hasil verifikasi syarat pencalonan capres dan cawapres, itu sudah disampaikan KPU ke masing-masing LO gabungan parpol pada 19 Agustus alu.

Dokumen persyaratan untuk masing-masing paslon dinyatakan memenuhi syarat (MS) dan kita tinggal menunggu tanggal 20 September untuk penetapan paslon sebagai peserta Pilpres 2019.

Melengkapi nama tim kampanye diberi waktu sampai kapan?

Pokoknya, patokannya ketika sudah dimulai kampanye yang mulai 23 September, jadi sehari sebelumnya berarti 22 September adalah hari paling maksimal susunan tim kampanye masing-masing paslon diberikan ke KPU. rama agusta/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment