Koran Jakarta | October 14 2019
No Comments
Korupsi di 1MDB I Pengadilan Periksa Keterangan Saksi Pejabat Soal SRC

Najib Razak Kembali Disidang

Najib Razak Kembali Disidang

Foto : AFP/STR
Tiba di Pengadilan l Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak (tengah) tiba di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur, dalam persidangan kasus megaskandal Korupsi 1MDB, Senin (15/4). Sidang ini merupakan yang kedua yang menghadirkan Najib Razak.
A   A   A   Pengaturan Font

Najib Razak kembali harus mengikuti persidangan kasus megaskandal 1MDB. Sidang di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur merupakan yang kedua kalinya diikuti Najib.

KUALA LUMPUR - Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, kembali menjalani sidang kasus korupsi pada Senin (15/4). Persidangan ini merupakan kelanjutan dari pengusutan megaskandal di badan usaha milik negara, 1Malaysia Development Berhad (1MDB), yang melibatkan Najib.

Najib, 65 tahun, mulai disidang pada bulan ini atas dugaan keterlibatan dalam pencurian dana bernilai amat fantastis dari 1MDB. Najib dan para kroninya dituduh menggunakan dana miliaran dollar AS itu untuk membeli barang mewah, mulai dari perumahan elite hingga kapal pesiar.

Tuduhan skandal 1MDB menjadi salah satu penyebab utama kekalahan Najib dalam pemilihan umum tahun lalu. Usai dikalahkan Mahathir Mohamad, Najib ditangkap dan dikenai sejumlah dakwaan terkait 1MDB.

Sidang perdana Najib dimulai pada 3 April lalu. Ia membantah tujuh dakwaan terkait pencurian dana senilai 42 juta ringgit dari SRC International, bekas anak perusahaan 1MDB.

Angka 42 juta ringgit yang dicuri itu disebut hanya bagian kecil dari total uang yang diambil dari 1MDB.

Sementara itu proses sidang dilaporkan dimulai dengan pemeriksaan silang oleh tim pembela terhadap pejabat Komisi Malaysia, Muhamad Akmaluddin Abdullah, yang telah bersaksi ketika persidangan dibuka mengenai hal-hal yang berkaitan dengan catatan SRC.

Pengadilan kemudian mendengar pernyataan dari Azizul Adzani Abdul Ghafar, seorang petugas investigasi dari bank sentral yang mengambil bagian dalam penggerebekan terhadap cabang bank lokal, AmBank, dan menyita dokumen.

“Kami pergi ke sana sehubungan dengan investigasi kejahatan di bawah undang-undang antipencucian uang,” kata Abdul Ghafar.

Uang yang dicuri dari 1MDB diduga ditransfer ke rekening Najib di bank. Jaksa juga menyerahkan dokumen ke pengadilan yang berisi perincian rekening AmBank atas nama Najib.

Saat persidangan hari itu selesai digelar, ketua pengacara pembela Najib, Muhammad Shafee Abdullah, mengatakan sidang tuntutan harus bisa membuktikan bahwa Najib tahu soal aliran dana yang diselewengkan.

“Ada banyak aliran transaksi (dalam rekening bank Najib). Masalahnya apakah tahu aliran itu dan apakah ia pun tahu jika aliran uang itu berasal dari sumber yang ilegal?” kata Shafee Abdullah. “Persidangan pun harus bisa membuktikan secara jelas bahwa ia (Najib) bagian dari konspirasi,” tegas pengacara itu.

Tak Kebal Hukum

Saat membuka kasus dalam sidang penuntutan pada wal bulan ini, Jaksa Agung Tommy Thomas, sebelumnya pernah berkata bahwa Najib tidak berada di atas hukum meski pernah menjadi PM Malaysia selama hampir satu dekade.

Mengenai megaskandal 1MDB ini, Najib membantah telah melakukan semua pelanggaran yang dituduhkan kepadanya.

Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, telah berjanji untuk membawa Najib ke pengadilan dan mengembalikan sejumlah besar uang yang dicuri dari megaskandal 1MDB. ang/AFP/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment