Koran Jakarta | June 27 2019
No Comments
Kasus Pencucian Uang

Najib Kembali Dijatuhi Tiga Dakwaan Baru

Najib Kembali Dijatuhi Tiga Dakwaan Baru

Foto : ONESAFP/ MOHD RASFAN
A   A   A   Pengaturan Font

KUALA LUMPUR -Mantan Perdana Menteri (PM) Malay­sia, Najib Razak, kembali di­jatuhi tiga dakwaan baru atas kasus pencucian uang senilai 47 juta ringgit atau setara 161 miliar rupiah.

Hakim pengadilan, Asman Ahmad, membacakan su­rat dakwaan itu, Jumat (8/2). Melalui pengacaranya, Najib mengaku tidak bersalah atas seluruh tuduhan yang diarah­kan padanya.

Berdasarkan dokumen pengadilan, Najib dituduh ter­libat pencucian uang dalam tiga rekeningnya di Bank Am­Private.

Seluruh pelanggaran terse­but diduga berlangsung di AmIslamic Bank Berhad, Ge­dung Ambank Group, Kuala Lumpur, sekitar 8 Juli 2014 lalu.

Najib pertama kali dijatuh­kan tuduhan dalam kasus yang sama pada 28 Januari lalu di Pengadilan Tinggi.

Hakim Pengadilan Tinggi, Mohd Nazlan Mohd Ghazali, memutuskan tidak mena­han Najib setelah menerima permintaan yang diajukan Jaksa Agung, Tommy Thomas, dalam persidangan hari ini.

Tommy mengajukan per­mohonan agar Najib tidak dipenjara dengan alasan penuntut ingin membawa tuntutannya terhadap Najib ke Pengadilan Negeri, bukan Pengadilan Tinggi.

Tuntutan hari ini menam­bah panjang daftar dakwaan yang telah dijatuhkan terhadap Najib sejak dirinya kalah pe­milihan umum pada 9 Mei lalu.

Sejauh ini, PM Malaysia ke-6 itu telah dijatuhkan lebih dari 35 dakwaan atas dugaan korupsi lembaga investasi 1 Malaysia Development Ber­had (1MDB).

Puluhan dakwaan itu men­cakup pencucian uang, pelanggaran kepercayaan, dan pelanggaran kekuasaan. Na­mun, Najib selama ini mem­bantah seluruh tuduhan ko­rupsi yang menjeratnya itu.

Keseluruhan kasus 1MDB pertama kali menjadi perha­tian publik setelah pada 2015, Wall Street Journal melapor­kan aliran dana sebesar 700 juta dollar AS dari 1MDB ke rekening pribadi Najib. AFP/SB/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment