Nabi Muhammad Masa Lalu dan Nanti | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments
PERADA

Nabi Muhammad Masa Lalu dan Nanti

Nabi Muhammad Masa Lalu dan Nanti

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Nabi Muhammad, yang lahir pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal, diutus untuk mendatangkan kebaikan bagi dunia. Dalam merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw, umat muslim biasanya mengadakan pengajian yang diisi dengan pembacaan sejarah kelahiran Rasulullah, salawat, dan ceramah agama. Peringatan hari lahir ini disebut Maulidan.

Buku ini hadir tepat pada momen Maulidan. Pembaca diajak untuk menyelami lagi sabda-sabdanya. Karena di zaman sekarang sudah mulai menipis orang-orang yang membaca sabda Nabi Saw. Kebanyakan hanya mendengar ustaz di pengajian, tidak membaca sendiri hadis Nabi.

Buku ini berisi cerita-cerita Nabi kepada sahabat-sahabat tentang umat sejak manusia pertama, Adam, sampai ramalan masa depan. Mayoritas sejarah dalam buku ini diambil dari hadis shahih (hadis yang sanadnya jelas). Meski ada sebagian yang diambil dari hadis hasan (hadis yang sanadnya jelas, tapi masih ada yang diragukan).

Nabi Muhammad bercerita tentang Adam sebagai manusia pertama yang diciptakan oleh Allah dari tanah liat. Kemudian, Allah memerintahkan seluruh makhluk di surga untuk sujud kepadanya. Semua patuh dan sujud kepada Allah, namun iblis tidak mau karena merasa lebih mulia dari Adam. Akibat pembangkangan tersebut, iblis ditempatkan di neraka (hlm 17).

Kumpulan cerita dalam buku ini disusun dengan runut. Cerita tentang Adam diletakkan pada bagian pertama. Kemudian, kabar pembunuhan Habil, cerita setelah Adam, dan terakhir ramalan Nabi Muhammad tentang masa depan. Setelah cerita tentang para nabi, buku tersebut memaparkan tentang sabda Rasulullah yang menceritakan orang-orang saleh pada masanya. Runtutan dalam buku tersebut tentang orang saleh pertama kali dikisahkan adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Abu Bakar adalah sahabat paling dicintai yang sangat berjasa. Dia mengorbankan seluruh hartanya hanya untuk nabi. Tidak hanya itu. Ketika Abu Bakar menemani Rasulullah untuk hijrah dari Mekah ke Madinah, Rasul ingin bersembunyi di Goa Tsur karena takut dengan kaum Quraisy. Sebelum Rasul masuk, Abu Bakar mengecek lebih dulu keamanan goa tersebut.

Ketika menemani Nabi Muhammad di dalam goa, Abu Bakar disengat hewan berbisa, tapi dia tidak mengeluh. Kesakitan yang dialaminya disembunyikan. Karena tidak tahan, air mata Abu Bakar menetes. Rasul pun mengetahui bahwa Abu Bakar disengat hewan berbisa. (hlm 101).

Di akhir bab, buku ini bicara ramalan Rasulullah tentang kejadian di masa depan. Munculnya kelompok ISIS adalah salah satu contoh ramalannya yang menjadi kenyataan. Kelompok tersebut digambarkan sebagai segolongan orang yang dangkal memahami agama, kemudian memerangi saudaranya sendiri. 

 

Diresensi Bagis Syarof, Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment